Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menembus posisit 8.400 pada perdagangan saham Rabu, (19/11/2025). Kenaikan IHSG terjadi di tengah transaksi harian saham tembus Rp 20,7 triliun.
Mengutip data RTI, IHSG hari ini ditutup 0,68% ke posisi 8.419,12 pada sesi pertama. Indeks LQ45 menguat 0,90% ke posisi 851,09. Sebagian besar indeks saham acuan menghijau.
Advertisement
Pada sesi pertama, IHSG berada di level tertinggi 8.426,63 dan level terendah 8.375,57. Sebanyak 338 saham menguat sehingga angkat IHSG.279 saham melemah dan 189 saham diam di tempat.
Total frekuensi perdagangan 1.375.402 kali dengan volume perdagangan 27,9 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 20,7 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 16.722.
Dari 11 sektor saham, satu sektor saham teknologi melemah 0,02%. Sektor saham energi bertambah 1,9%, dan catat kenaikan terbesar. Selain itu, sektor saham kesehatan menanjak 1,12% dan sektor saham industri menguat 1,16%.
Selanjutnya, sektor saham basic bertambah 0,50%, sektor saham consumer nonsiklikal melesat 1,04%, sektor saham consumer siklikal mendaki 0,24%, sektor saham keuangan menguat 0,58%, sektor saham properti naik 0,21%, sektor saham infrastruktur menanjak 0,78% dan sektor saham transportasi naik 0,15%.
Transaksi di Pasar Negosiasi
Pada perdagangan sesi pertama, transaksi saham PT Sampoerna Agro Tbk (SGRO) signifikan di pasar negosiasi. Transaksi saham SGRO tembus Rp 9,4 triliun di pasar negosiasi. Saham SGRO naik 108,25% menjadi Rp 7.903 per saham dengan frekuensi perdagangan sebanyak dua kali. Volume perdagangan saham SGRO tercatat 11.952.175 saham. Saham SGRO berada di level tertinggi dan terendah Rp 7.903 per saham.
Di pasar regular, saham SGRO melonjak 19,92% ke posisi Rp 7.225 per saham. Harga saham SGRO dibuka naik 175 poin ke posisi Rp 6.200 per saham. Saham SGRO berada di level tertinggi Rp 7.225 dan terendah Rp 6.200 per saham. Total frekuensi perdagangan 5.813 kali dengan volume perdagangan 12.210.214 saham. Nilai transaksi Rp 9,6 triliun.
Gerak Saham
Pada sesi pertama, saham TBLA ditutup stagnan di posisi Rp 730 per saham. Harga saham TBLA dibuka di posisi Rp 730 per saham. Saham TBLA berada di level tertinggi Rp 735 dan level terendah Rp 725 per saham. Total frekuensi perdagangan 180 kali dengan volume perdagangan 12.624 saham. Nilai transaksi Rp 921,6 juta.
Harga saham CPIN naik 0,85% ke posisi Rp 4.740 per saham. Harga saham CPIN dibuka bertambah 10 poin ke posisi Rp 4.710 per saham. Saham CPIN berada di level tertinggi Rp 4.750 dan level terendah Rp 4.710 per saham. Total frekuensi perdagangan 3.048 kali dengan volume perdagangan 35.580 saham. Nilai transaksi Rp 16,8 miliar.
Harga saham MBMA ditutup melonjak 1,74% ke posisi Rp 585 per saham. Saham MBMA dibuka stagnan di posisi Rp 575 per saham. Saham MBMA berada di level tertinggi Rp 590 dan terendah Rp 570 per saham. Total frekuensi perdagangan 5.539 kali dengan volume perdagangan 797.431 saham. Nilai transaksi Rp 49 miliar.
Harga saham BNBR ditutup naik 4,44% ke posisi Rp 47 per saham. Harga saham BNBR dibuka stagnan di posisi Rp 45. Saham BNBR berada di level tertinggi Rp 47 dan terendah Rp 45 per saham. Total frekuensi perdagangan 242 kali dengan volume perdagangan 69.374 saham. Nilai transaksi Rp 318,3 juta.
Top Gainers-Losers
Saham-saham yang masuk top gainers antara lain:
- Saham BINO naik 26,09%
- Saham TIFA naik 25%
- Saham BUKK naik 24,75%
- Saham FMII naik 24,71%
- Saham ISEA naik 21,51%
Saham-saham yang masuk top losers antara lain:
- Saham JATI merosot 14,94%
- Saham PURI merosot 14,91%
- Saham KONI merosot 14,75%
- Saham OMRE merosot 9,91%
- Saham RICY merosot 9,68%
Saham-saham teraktif berdasarkan nilai antara lain:
- Saham BUMI senilai Rp 2,1 triliun
- Saham BBCA senilai Rp 489,9 miliar
- Saham DEWA senilai Rp 442,6 miliar
- Saham INET senilai Rp 389,6 miliar
- Saham COIN senilai Rp 308,5 miliar
Saham-saham teraktif berdasarkan frekuensi antara lain:
- Saham BUMI tercatat 121.594 kali
- Saham INET tercatat 48.704 kali
- Saham BABY tercatat 40.417 kali
- Saham DEWA tercatat 39.711 kali
- Saham BKSL tercatat 35.876 kali