Serangan Udara Israel di Kamp Pengungsi Lebanon Tewaskan 11 Orang

Apa respons pihak Israel usai melakukan serangan?

oleh Teddy Tri Setio BertyDiterbitkan 19 November 2025, 11:02 WIB
Sebuah foto yang diambil dari Israel memperlihatkan perbatasan yang memisahkan Israel utara dari Lebanon selatan, dengan desa Lebanon Ain Ebel terlihat di latar belakang pada 16 November 2025. Israel membangun tembok perbatasan baru di sepanjang garis perbatasan dengan Lebanon wilayah bagian Selatan. (Jalaa MAREY/AFP)

Liputan6.com, Beirut - Serangan udara Israel menghantam kamp pengungsi Palestina di selatan Lebanon pada Selasa, menewaskan 11 orang dan melukai empat lainnya.

Informasi tersebut disampaikan oleh media pemerintah Lebanon dan Kementerian Kesehatan setempat, dikutip dari laman Japan Today, Rabu (19/11/2025).

Serangan menggunakan drone itu menyasar sebuah mobil yang terparkir di area masjid dalam kamp pengungsi Ein el-Hilweh, di pinggiran kota pesisir Sidon. Kantor Berita Nasional Lebanon melaporkan bahwa ledakan terjadi di area parkir masjid, sementara Kementerian Kesehatan menyebutkan jumlah korban tewas dan luka tanpa merinci identitas mereka.

Militer Israel mengonfirmasi serangan tersebut, menyatakan bahwa targetnya adalah pusat pelatihan Hamas yang disebut digunakan untuk merencanakan serangan terhadap pasukan Israel. Militer menegaskan akan terus memburu Hamas "di mana pun mereka beroperasi."

Selama dua tahun terakhir, rentetan serangan udara Israel di wilayah Lebanon telah menewaskan sejumlah komandan dan anggota kelompok Hizbullah serta faksi-faksi Palestina.

Serangan 7 Oktober 2023 yang dipimpin Hamas terhadap wilayah selatan Israel menewaskan sekitar 1.200 orang. Sebagai respons, operasi militer Israel di Gaza telah menewaskan lebih dari 69.000 warga Palestina, menurut Kementerian Kesehatan Gaza, yang menyebut mayoritas korban adalah perempuan dan anak-anak.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya