Masalah di Lini Tengah Inter: Chivu Pusing Pilih Starter untuk Derby Milan

Analisis mendalam dilema Cristian Chivu menjelang Derby Milan: Siapa yang akan mengisi lini tengah Inter Milan? Piotr Zielinski atau Petar Sucic, perebutan posisi starter kian memanas!

oleh Gia Yuda PradanaDiterbitkan 18 November 2025, 20:50 WIB
Pelatih Inter Milan, Cristian Chivu di laga melawan Union St. Gilloise, 22 Oktober 2025. (AP Photo/Omar Havana)

Liputan6.com, Jakarta Derby Milan akhir pekan ini dipastikan akan kembali menyajikan drama panas dan menentukan. Inter Milan akan menghadapi rival sekota mereka, AC Milan, di San Siro dalam laga bertajuk Derby della Madonnina yang krusial. Bukan hanya gengsi, tetapi tiga poin yang dipertaruhkan akan sangat berpengaruh pada posisi puncak klasemen Serie A, karena hanya dua poin yang memisahkan kedua tim sebelum kick-off. Inter berpeluang melebarkan jarak menjadi lima poin jika sukses meraih kemenangan dalam laga bertajuk Derby Milan ini.

Rentetan tiga kemenangan beruntun Inter Milan di Serie A akan diuji habis-habisan dalam pertemuan kontra rival abadi mereka tersebut. Namun, pelatih Inter, Cristian Chivu, menghadapi masalah pelik di lini tengah menyusul cederanya Henrikh Mkhitaryan. Ini menciptakan kekosongan di sektor vital lapangan tengah yang harus segera diisi.

Dengan Nicolo Barella dan Hakan Calhanoglu yang telah mengamankan tempat di starting eleven, Chivu harus memutar otak untuk menentukan pendamping mereka. Menurut laporan dari Gazzetta dello Sport, dua nama mencuat untuk memperebutkan satu tempat tersisa: Piotr Zielinski dan Petar Sucic. Keputusan Chivu sangat dinantikan dan akan menjadi kunci strategi Inter dalam meredam agresivitas Milan.


Derby Milan: Persaingan Bintang Kroasia dan Polandia

Gelandang Inter Milan, Petar Sucic, merayakan bersama rekan setimnya Alessandro Bastoni (kanan) dan Federico Dimarco, setelah mencetak gol dalam pertandingan Serie A antara Inter Milan dan Fiorentina di Milan, Italia, Rabu, 29 Oktober 2025. (AP Photo/Antonio Calanni)   

Petar Sucic, bintang muda asal Kroasia, telah menunjukkan adaptasi yang cepat dan penampilan yang mengesankan sejak awal kedatangannya di San Siro. Gaya permainannya yang dinamis dan enerjik menjadikannya opsi menarik di lini tengah. Kehadirannya bisa menambah daya jelajah dan keseimbangan tim, terutama dalam transisi menyerang dan bertahan. Meskipun berstatus sebagai pendatang baru, Sucic telah membuktikan bahwa ia siap bersaing untuk mendapatkan posisi reguler.

Akan tetapi, Piotr Zielinski, gelandang serang asal Polandia, kini tampaknya telah menemukan kembali performa terbaiknya setelah menjalani musim pertama yang dianggap kurang memuaskan. Kemampuannya dalam mendikte tempo permainan, memberikan umpan terobosan akurat, dan menciptakan peluang dari lini kedua, menjadikannya pilihan yang sulit untuk diabaikan. Pengalaman Zielinski di Serie A juga bisa menjadi pertimbangan utama Chivu mengingat tekanan tinggi yang selalu menyertai laga Derby Milan.


Derby Milan: Faktor Pengalaman vs Momentum

Penyerang Inter Milan asal Argentina Lautaro Martinez dan gelandang Inter Milan asal Polandia Piotr Zielinski berpelukan saat bek Inter Milan asal Italia Alessandro Bastoni (kiri) menyaksikan, saat mereka merayakan kemenangan dalam pertandingan leg pertama babak 16 besar Liga Champions UEFA antara Feyenoord (NED) dan Inter Milan (ITA) di Stadion Feyenoord yang dikenal sebagai stadion De Kuip, di Rotterdam, pada tanggal 5 Maret 2025. (JOHN THYS/AFP)

Dilema yang dihadapi Chivu terletak pada pertimbangan antara faktor pengalaman dan momentum terkini. Zielinski yang tampak kembali ke performa puncaknya diperkirakan bisa mendapatkan kepercayaan untuk menjadi starter, mengungguli talenta muda Kroasia itu. Pengalaman Zielinski dalam menghadapi laga-laga besar dan kemampuannya untuk beradaptasi dengan situasi pertandingan yang mendesak bisa sangat berharga dalam intensitas tinggi Derby Milan.

Namun, bukan berarti Sucic harus dilupakan. Momentum apik Sucic sejak awal musim memberikan Chivu opsi untuk menurunkan pemain yang berada dalam kondisi mental terbaik. Jika Chivu memilih Zielinski, itu bisa menjadi sinyal bahwa ia lebih memprioritaskan kontrol dan kreativitas yang teruji. Akan tetapi, jika Sucic yang diturunkan, itu akan menunjukkan keberanian Chivu untuk memberikan panggung besar kepada pemain muda yang tengah on fire. Keputusan akhir pelatih akan sangat menentukan arah lini tengah Inter melawan Milan.

Sumber: Gazzetta dello Sport, Sempre Inter


Klasemen Serie A/Liga Italia

Rekomendasi

POPULER

Berita Terbaru

    Berita Terkini Selengkapnya