Seni Kostum, Tema Met Gala 2026 yang Sarat Makna

Met Gala 2026 akan memadukan hampir 200 karya seni dengan sekitar 200 pakaian dan aksesori dalam upaya menghubungkan fesyen dan seni rupa.

oleh Asnida RianiDiterbitkan 18 November 2025, 19:00 WIB
Pemimpin Redaksi Vogue Anna Wintour tiba di Met Gala 2025 di Metropolitan Museum of Art pada 5 Mei 2025 di New York. (Andrea RENAULT/AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Museum Seni Metropolitan, New York, Amerika Serikat (AS), memperkenalkan "Seni Kostum" sebagai tema Met Gala 2026. Dibuka pada 10 Mei tahun depan, pameran ini akan memadukan hampir 200 karya seni dengan sekitar 200 pakaian dan aksesori dalam upaya menghubungkan fesyen dan seni rupa.

"Tema 'Seni Kostum' mengacu pada sejarah Costume Institute," kata Andrew Bolton, kurator Costume Institute, yang memilih tema setiap tahun, melansir CNN, Selasa (18/11/2025). Fesyen, jelasnya, memiliki "status seni karena, dan tidak terlepas dari, hubungannya dengan tubuh."

Sementara pameran mode di museum cenderung memisahkan pakaian dari kehidupannya dalam bentuk manusia, Met akan menekankan hubungan itu sebagai kualitas yang menempatkan pakaian pada kedudukan yang sama dengan patung Yunani atau ukiran Albrecht Dürer.

Balerina yang baru saja pensiun, Misty Copeland, hadir untuk menjelaskan bagaimana Bolton berencana menggunakan pakaian dan karya seni untuk melawan gagasan tubuh ideal. "Yang paling mengejutkan saya adalah keyakinannya pada mode sebagai seni yang diwujudkan. Sesuatu yang sangat terkait dengan siapa kita," kata Copeland.

"Pameran ini memberi argumen yang kuat tentang tubuh dalam segala bentuk sebagai sebuah karya seni, yang layak untuk dilihat, ditinggikan, dan dirayakan." Meski temanya mungkin terdengar biasa saja bagi sebagian orang, ruangnya, bukan tema pertunjukannya, mungkin jadi berita terbesar.

Ruang pameran seluas 1.115 meter persegi akan didedikasikan untuk Costume Institute, tepat di luar Aula Besar museum. "Pameran ini benar-benar mengakui peran sentral mode, tidak hanya di Met, tapi juga dalam budaya," kata Bolton.

 

Sponsor Fesyen Met Gala 2026

Ini menjadi penampilan perdana Rihanna yang sedang mengandung anak ketiganya dengan A$AP Rocky di Met Gala 2025. (Andrea RENAULT/AFP)

Galeri tersebut menyandang nama termahsyur: Condé M. Nast, mendiang pendiri perusahaan yang menerbitkan Vogue, kiblat gaya yang identik dengan Met Gala, serta The New Yorker, Vanity Fair, dan GQ. Ruang baru ini dimungkinkan berkat donasi yang jumlahnya tidak disebutkan dari perusahaan.

Yang juga hadir adalah Anna Wintour, yang awal tahun ini melepaskan jabatannya sebagai pemimpin redaksi Vogue AS, tapi tetap menjabat sebagai direktur editorial global Vogue, serta kepala bagian konten untuk Condé Nast, yang berarti ia tetap mempertahankan posisinya sebagai pengawas Met Gala tahunan.

Sponsor fesyennya adalah label mewah Prancis Saint Laurent, bersama Condé Nast, serta pasangan Jeff Bezos dan Lauren Sánchez Bezos. Biasanya, merek sponsor akan membawa beberapa meja penuh tamu, semuanya mengenakan busana mereka.

Lebih Dibedah daripada Oscar

Pendiri Amazon Jeff Bezos dan Lauren Sanchez naik taksi perahu di Aman Hotel di Venesia pada 25 Juni 2026 dalam rangkaian pesta pernikahan 3 hari mereka. (Stefano Rellandini/AFP)

Dukungan finansial dari Bezos dan Sánchez Bezos menandai langkah terbaru pasangan ini dalam upaya mereka berevolusi dari "sekadar" miliarder jadi pakar gaya. Selain menghadiri gala pada 2024 dan berpose untuk sampul Vogue AS, Earth Fund milik Sánchez baru-baru ini mengumumkan kemitraan senilai 6,25 juta dolar AS dengan Dewan Perancang Mode Amerika (CFDA) untuk mempromosikan keberlanjutan dalam fesyen.

Met Gala telah jadi mesin karpet merah yang bisa dibilang lebih dinanti-nantikan dan dibedah daripada Oscar. Pada "tahun yang baik," pertunjukan dan gala menginspirasi publik untuk berpikir lebih kritis tentang tujuan dan kemungkinan pakaian.

Para desainer berlomba-lomba selama berbulan-bulan untuk mendandani bintang seperti Rihanna, Zendaya, dan supermodel dalam desain yang mendorong batas. Beberapa pameran museum yang paling berpengaruh adalah pertunjukan bertema Camp tahun 2019 atau penghormatan tahun 2011 untuk mendiang Alexander McQueen.

Met Gala yang Terasa Hambar

(Kiri-Kanan) Bang Chan, Han, Felix, Seungmin, Hyunjin, I.N, Lee Know, dan Changbin Stray Kids menghadiri Met Gala 2024 bertema "Sleeping Beauties: Reawakening Fashion" di The Metropolitan Museum of Art, New York City, Amerika Serikat (AS), 6 Mei 2024. (Dia Dipasupil/Getty Images/AFP)

Di lain waktu, tema-tema yang membingungkan atau hambar justru membuat acara terasa kurang relevan. "Sleeping Beauties" tahun 2024, yang menggunakan AI untuk merayakan kerapuhan dan sifat fana mode, terlalu dipenuhi ambisi ilmiah yang rumit untuk menyoroti gaun dan topi berhias bunganya.

Penghormatan tahun sebelumnya kepada Karl Lagerfeld tidak memperhitungkan reputasi kontroversial mendiang desainer tersebut. Tahun lalu, tema Met adalah "Superfine: Tailoring Black Style," dan menandai pertama kalinya museum berfokus secara khusus pada gaya dan desain warga Amerika berkulit hitam.

Gala tersebut, yang tiketnya dilaporkan berharga sekitar 75 ribu dolar AS (sekitar Rp 12,5 miliar), biasanya berhasil mengumpulkan dana pencatat rekor bagi museum. Tahun lalu, dana yang terkumpul mencapai 31 juta dolar AS.

Infografis Fakta-Fakta Menarik tentang Fashion. (Liputan6.com/Triyasni)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya