Pasar E-Commerce Indonesia Diramal Tembus Rp 1.674 Triliun, Affiliate Harus Tangkap Peluang

Sistem afiliasi memungkinkan pelaku usaha memperluas jangkauan pemasaran tanpa menambah beban tim internal.

oleh Septian DenyDiterbitkan 18 November 2025, 17:45 WIB
Ilustrasi Belanja Online, e-Commerce, eCommerce, Online Marketplace, Bisnis Online

Liputan6.com, Jakarta Pasar e-commerce Indonesia diperkirakan akan menembus USD 100 miliar atau Rp 1.674 triliun (kurs 16.744 per USD) pada 2025 menurut laporan ECDB (2024), menjadikannya salah satu pasar digital terbesar di Asia Tenggara.

Pertumbuhan pesat ini membuka peluang besar, namun juga menghadirkan tantangan signifikan bagi pelaku usaha yang harus cepat menyesuaikan diri dengan perilaku konsumen yang semakin dinamis dan persaingan yang semakin ketat.

"Konsumen kini lebih rasional dan data-driven, menelusuri ulasan produk, membandingkan harga, dan memilih platform dengan penawaran terbaik sebelum membeli. Fenomena ini menuntut pelaku usaha untuk merespons pasar secara cepat agar tidak kehilangan momentum penjualan," kata CEO Shoptik Fahmi Baihaqi, Selasa (18/11/2025).

Di tengah dinamika ini, dunia affiliate marketing muncul sebagai solusi strategis. Sistem afiliasi memungkinkan pelaku usaha memperluas jangkauan pemasaran tanpa menambah beban tim internal.

Sementara itu, individu atau freelancer dapat memanfaatkan peluang ini untuk mendapatkan penghasilan tambahan melalui komisi penjualan. Posisi seperti affiliate manager, content creator, dan digital marketing specialist kini menjadi kunci dalam mengelola kampanye penjualan yang cepat dan efektif, terutama ketika tren viral bisa mendongkrak permintaan dalam hitungan jam.

Tren affiliate marketing semakin menguat karena sifatnya yang fleksibel dan berbasis hasil (performance‑based). Dengan memanfaatkan jaringan afiliasi, pelaku usaha dapat meningkatkan jangkauan pemasaran tanpa menambah overhead tim internal.

Affiliate marketer bisa memilih produk dengan performa terbaik, menargetkan audiens yang relevan, dan menyesuaikan strategi promosi sesuai data real-time. Pendekatan ini terbukti lebih efisien dibanding metode pemasaran tradisional yang sering kali lambat dalam membaca tren pasar.

 

 

Program Afiliasi

Ilustrasi e-Commerce.

Data survei menunjukkan bahwa 67 % responden di Indonesia melihat program afiliasi sebagai sumber penghasilan tambahan yang menarik, sementara menurut studi oleh Populix, 59 % konsumen Indonesia pernah membeli produk melalui promosi afiliasi.

Hal ini menunjukkan bahwa affiliate marketing bukan sekadar tren tambahan, tetapi telah menjadi model yang diterima luas oleh konsumen, sekaligus peluang strategis bagi pelaku usaha untuk memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan penjualan.

Shoptik hadir untuk membantu pelaku usaha dan affiliate marketer memaksimalkan peluang yang muncul di pasar digital yang cepat berubah.

 

 

Fitur Analitik Real-Time

Ilustrasi e-Commerce / Freepik by rawpixel.com

Dengan fitur analitik real-time, platform ini memudahkan pengguna memantau tren, performa produk, dan langkah kompetitor secara langsung. Informasi ini bisa menjadi panduan untuk mengambil keputusan berbasis data, mulai dari memilih produk unggulan, menyesuaikan strategi promosi, hingga mengatur harga dan stok dengan lebih tepat.

 “Keputusan bisnis yang tepat hanya dapat diambil berdasarkan data yang akurat dan menyeluruh," kata Fahmi.

Pernyataan ini menekankan bahwa di era e-commerce yang dinamis, keunggulan kompetitif tidak lagi ditentukan oleh modal besar semata, melainkan oleh kemampuan memahami pasar secara akurat dan cepat, sehingga affiliate marketer maupun seller bisa tetap relevan dan mengambil langkah yang tepat.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya