Liputan6.com, Aceh Utara: Kartu Tanda Penduduk Merah Putih yang dimaksudkan untuk memilah warga sipil dan Gerakan Aceh Merdeka ternyata sudah dipalsukan kelompok separatis. Hal ini terungkap setelah aparat keamanan menangkap seorang anggota GAM di Kecamatan Baktiya, Kabupaten Aceh Utara, Nanggroe Aceh Darussalam, Selasa (9/9). Upaya pemalsuan oleh GAM ini tidak tertutup kemungkinan juga terjadi di daerah lainnya di Tanah Rencong.
Panglima Komando Operasi Mayor Jenderal TNI Bambang Dharmono mengatakan, penemuan KTP Merah Putih palsu ini bermula dari barang bukti milik GAM yang disita di Bukit Sentang, Kecamatan Cot Griek, Kabupaten Aceh Utara, kemarin siang. Barang bukti itu diperoleh setelah TNI berhasil memukul mundur GAM dari desa tersebut ke arah hutan [baca: TNI Mengintensifkan Operasi, Seorang Anggota Kopassus Gugur]. Rupanya, selain sejumlah senjata laras panjang juga ditemukan KTP Merah Putih atas nama Armiadi Usman alias Letnan Owen GAM. Dalam KTP itu terdapat tanda tangan palsu Kepala Kepolisian Sektor, Komandan Rayon Militer, dan Camat Baktiya.
Menyoal itu, Bambang menduga ada orang dalam yang membantu memberikan blanko KTP Merah Putih untuk anggota GAM. Menurut dia, tidak tertutup kemungkinan hal yang sama juga terjadi di wilayah lain. Karenanya, Bambang berniat menyelidiki kasus ini mulai dari perangkat desa.
Seperti diketahui, pembuatan KTP Merah Putih dilakukan di sela-sela pemerintah menggelar Operasi Terpadu di NAD. Hal itu dilakukan sebagai pendataan bagi masyarakat di sana. Dan dengan KTP tersebut diharapkan aparat keamanan dan masyarakat bisa memilah antara sipil dan anggota GAM [baca: Warga Bireun Mengurus KTP Merah Putih]. Semula diakui, pendataan warga lewat pembuatan KTP Merah Putih ini bisa menjaring orang yang disinyalir terlibat GAM. Karena pada dasarnya, aparat keamanan sudah memiliki data orang-orang yang disinyalir mendukung kelompok separatis itu.(DEN/Muhammad Nasier)
Panglima Komando Operasi Mayor Jenderal TNI Bambang Dharmono mengatakan, penemuan KTP Merah Putih palsu ini bermula dari barang bukti milik GAM yang disita di Bukit Sentang, Kecamatan Cot Griek, Kabupaten Aceh Utara, kemarin siang. Barang bukti itu diperoleh setelah TNI berhasil memukul mundur GAM dari desa tersebut ke arah hutan [baca: TNI Mengintensifkan Operasi, Seorang Anggota Kopassus Gugur]. Rupanya, selain sejumlah senjata laras panjang juga ditemukan KTP Merah Putih atas nama Armiadi Usman alias Letnan Owen GAM. Dalam KTP itu terdapat tanda tangan palsu Kepala Kepolisian Sektor, Komandan Rayon Militer, dan Camat Baktiya.
Menyoal itu, Bambang menduga ada orang dalam yang membantu memberikan blanko KTP Merah Putih untuk anggota GAM. Menurut dia, tidak tertutup kemungkinan hal yang sama juga terjadi di wilayah lain. Karenanya, Bambang berniat menyelidiki kasus ini mulai dari perangkat desa.
Seperti diketahui, pembuatan KTP Merah Putih dilakukan di sela-sela pemerintah menggelar Operasi Terpadu di NAD. Hal itu dilakukan sebagai pendataan bagi masyarakat di sana. Dan dengan KTP tersebut diharapkan aparat keamanan dan masyarakat bisa memilah antara sipil dan anggota GAM [baca: Warga Bireun Mengurus KTP Merah Putih]. Semula diakui, pendataan warga lewat pembuatan KTP Merah Putih ini bisa menjaring orang yang disinyalir terlibat GAM. Karena pada dasarnya, aparat keamanan sudah memiliki data orang-orang yang disinyalir mendukung kelompok separatis itu.(DEN/Muhammad Nasier)