Liputan6.com, Jakarta - Seorang analis senior Wall Street membuat pernyataan mengejutkan terkait masa depan Ethereum yang menuai pro dan kontra di kalangan pelaku pasar aset kripto global.
Ketua Eksekutif BitMine Immersion Technologies (BMNR) sekaligus Kepala Riset Fundstrat Global Advisors Tom Lee , menyatakan bahwa Ether yang merupakan aset kripto terbesar kedua di dunia, kini tengah memasuki fase "supercycle" yang berpotensi mengulang kesuksesan Bitcoin di 2017 dengan kenaikan hingga 100 kali lipat.
Advertisement
Dikutip dari Yahoo Finance, Selasa (18/11/2025), Lee mengakui perjalanan Bitcoin menuju puncaknya tidaklah mulus. Aset kripto nomor satu di dunia itu mengalami enam kali koreksi dengan penurunan lebih dari 50%, bahkan tiga kali anjlok lebih dari 75% selama 8,5 tahun terakhir.
"Volatilitas di pasar kripto sebenarnya mencerminkan pasar yang sedang 'mendiskon' masa depan yang sangat besar," ujar Lee dalam cuitannya.
Analis yang juga menjabat sebagai Chief Investment Officer Fundstrat Capital itu menekankan bahwa investor harus mampu bertahan melewati "momen-momen eksistensial" untuk meraih keuntungan maksimal dari siklus pasar kripto.
Dilansir dari Yahoo Finance, pernyataan tersebut mendapat tanggapan kritis. Seorang influencer terkemuka yang dikenal dengan akun "The Bitcoin Therapist" mempertanyakan utilitas Ether yang dianggap tidak jauh berbeda dengan ratusan koin kripto lainnya.
Ia juga mempertanyakan keunggulan Ethereum di luar penetrasi pasar dan meragukan bahwa lembaga keuangan tradisional benar-benar akan menggunakan Ethereum untuk beroperasi pada sistem perdagangan mereka.
"Saya tidak akan pernah mau menyimpan aset saya di blockchain Ethereum," tulisnya tegas.
Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.
Komunitas Bitcoin Beri Kritik Tajam
Lee tidak memberikan target waktu maupun patokan valuasi spesifik untuk pernyataan Ether-nya. Ia hanya memberikan peringatan bahwa "jalur menuju atas bukanlah hal yang mudah."
Pernyataan Lee turut melanjutkan pandangan jangka panjangnya bahwa siklus kripto dapat memberikan imbal hasil luar biasa bagi investor yang sabar, meskipun harus melewati periode penurunan tajam di tengah jalan.
Ke depan, pertumbuhan berkelanjutan dalam aktivitas on-chain di jaringan Ethereum dan Layer-2-nya akan menjadi bukti dari pernyataan Lee.
Selain itu, ekspansi pihak institusional dalam penerapan praktis menjadi indikator kunci apakah Ether benar-benar mampu meniru kesuksesan Bitcoin atau hanya akan menjadi prediksi yang meleset.
Pasar kini menunggu perkembangan lebih lanjut untuk melihat apakah pernyataan kontroversial ini akan terbukti atau justru menjadi catatan yang meleset dalam sejarah investasi aset digital.