Liputan6.com, Jakarta - Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Serikat Pelajar Muslimin Indonesia (PB SEPMI), Reza Firdaus, menyoroti minimnya pemberdayaan pelajar di Indonesia, baik di bidang kepemimpinan, literasi, maupun pembangunan karakter.
Menurut dia, pelajar adalah generasi penerus bangsa seharusnya mendapat ruang lebih luas untuk berkontribusi dan berinovasi dalam pembangunan nasional.
Advertisement
“Pelajar hari ini tidak cukup hanya menjadi objek pendidikan, tetapi juga harus menjadi subjek perubahan. Pemerintah perlu memastikan adanya kebijakan yang membuka ruang pemberdayaan bagi pelajar di tingkat sekolah maupun komunitas,” kata Reza seperti dikutip dari keterangan diterima, Senin (17/11/2025).
Reza pun merekomendasi dua program strategis, kepada pemerintah untuk memperkuat peran pelajar dalam pembangunan bangsa. Pertama, Program Nasional Pemberdayaan Pelajar (PNPP).
"Program ini diusulkan sebagai wadah kolaboratif antara pemerintah, organisasi pelajar, dan lembaga pendidikan untuk mengembangkan potensi kepemimpinan, kewirausahaan, serta literasi digital pelajar," tutur Reza.
Reza meyakini, melalui program itu, pelajar Indonesia diharapkan dapat berpartisipasi aktif dalam kegiatan sosial, ekonomi, dan lingkungan di daerah masing-masing.
Gerakan Sekolah Berdaya
Kedua, lanjut Reza, adalah Gerakan Sekolah Berdaya (GSB). Menurut dia, GSB dirancang untuk memperkuat budaya partisipatif di lingkungan sekolah. Program ini mendorong pelajar menjadi pelaku utama dalam kegiatan ekstrakurikuler, forum diskusi, hingga proyek sosial yang berdampak pada masyarakat sekitar.
Reza optimistis, kedua program tersebut diharapkan bisa menjadi agenda lintas kementerian, terutama Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), serta Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora).
Reza pun mengajak seluruh elemen bangsa, termasuk organisasi pelajar, guru, dan pemerintah daerah, untuk bersama-sama memperkuat ekosistem pemberdayaan pelajar sebagai investasi jangka panjang bagi kemajuan Indonesia.
“Kalau pelajar diberi kesempatan dan kepercayaan, mereka akan menjadi motor perubahan sosial. Pemerintah hanya perlu memberikan fasilitas, pendampingan, dan kebijakan yang berpihak pada pemberdayaan," dia menandasi.