Italia vs Norwegia 1-4: Gattuso Lebih Pilih Timnas Italia Diajari Main Bola daripada Hancur Memalukan di San Siro

Gennaro Gattuso cemas melihat mental Timnas Italia hancur saat dibantai Norwegia. Ia lebih memilih diberi pelajaran sepak bola daripada timnya runtuh.

oleh Afdholud DzikryDiterbitkan 17 November 2025, 08:19 WIB
Reaksi pelatih Italia, Gennaro Gattuso saat melawan Norwegia di Kualifikasi Piala Dunia 2026, Senin 17 November 2025. (AP Photo/Luca Bruno)

Liputan6.com, Jakarta Pelatih Timnas Italia, Gennaro Gattuso, mengakui kekalahan telak dari Norwegia menjadi sinyal bahaya yang sangat mengkhawatirkan bagi skuadnya. Ia bahkan menyebut dirinya munafik jika tidak merasa cemas melihat Azzurri saat ini. Pernyataan tersebut keluar usai Italia dipermalukan 1-4 di San Siro dalam kualifikasi Piala Dunia 2026, Senin (17/11/2025) dini hari WIB.

Kekalahan ini terasa sangat menyakitkan karena Italia sempat unggul lebih dulu lewat gol Francesco Pio Esposito. Namun, keunggulan tersebut sirna begitu saja ketika Norwegia membalas empat gol tanpa ampun. Ini sekaligus menjadi kekalahan perdana Gattuso selama menjabat sebagai pelatih Italia.

Padahal, target awal tim adalah membalas kekalahan 0-3 pada pertemuan sebelumnya di bulan Juni. Harapan untuk menyapu bersih laga sisa demi meningkatkan kepercayaan diri jelang babak play-off kini justru berantakan. Situasi ini membuat posisi Italia semakin terjepit dalam usaha lolos ke turnamen besar.

Gattuso menyoroti perubahan drastis yang terjadi pada anak asuhnya di babak kedua yang dianggap tidak masuk akal. Sang pelatih kini dihadapkan pada pekerjaan rumah besar untuk membenahi mentalitas tim yang rapuh. Evaluasi menyeluruh harus segera dilakukan sebelum bencana kegagalan Piala Dunia terulang kembali.


Problem Italia: Bukan Fisik, Tapi Mental

Starting XI Timnas Italia saat melawan Norwegia di Kualifikasi Piala Dunia 2026, Senin 18 November 2025 di San Siro. (AP Photo/Luca Bruno)

Banyak pihak bertanya-tanya mengapa pemain Norwegia terlihat bergerak dua kali lebih cepat dibanding Italia pada babak kedua. Gattuso dengan tegas menolak anggapan bahwa kebugaran fisik menjadi penyebab utama kekalahan tersebut. Menurutnya, masalah utamanya terletak pada reaksi tim setelah jeda istirahat.

Pelatih berjuluk Rino itu melihat timnya justru mundur dan membiarkan lawan mengambil kendali permainan. Hal ini memberikan ruang bagi Norwegia untuk mengeksploitasi kelemahan Italia dengan leluasa. Ketika mental sudah goyah, cara berlari dan menutup ruang pun menjadi kacau.

"Saya tidak berpikir itu masalah fisik, karena setelah jeda dalam waktu 30 detik kami membiarkan mereka memiliki peluang, lalu mundur dan mereka mulai mengambil kendali," ujar Gattuso.

"Kemudian Anda mulai berlari dengan cara yang berbeda, kami bermain mengikuti kekuatan mereka dan mereka menyakiti kami. Itu bukan masalah kebugaran," sambungnya.

Lanjut Baca:

Keruntuhan mental setelah tampil solid di babak pertama menjadi penyesalan terbesar bagi sang pelatih. Strategi membangun serangan dari belakang yang awalnya rapi mendadak berantakan total. Para pemain terlihat berhenti melakukan pergerakan tanpa bola yang seharusnya dilakukan. Gattuso secara jantan mengambil tanggung jawab penuh atas hasil memalukan di depan pendukung sendiri ini. Ia menyadari bahwa kemenangan seharusnya bisa menjadi modal penting untuk mendongkrak mentalitas tim. Sayangnya, Italia justru gagal total dan tampil memalukan saat menghadapi tekanan. "Bahkan saat bermain dari lini belakang, itu benar-benar berbeda. Davide Frattesi tidak lagi bergerak melebar. Kami berhenti melakukan pergerakan yang benar. Itu adalah penyesalan terbesar," kata Gattuso. "Kami meminta maaf kepada para penggemar dan bertanggung jawab. Ini adalah pertandingan yang sangat penting bagi saya hari ini, kami melawan tim yang kuat dan kemenangan bisa saja meningkatkan mentalitas kami untuk mengambil langkah selanjutnya. Kami gagal. Kami tidak boleh hancur dan dipermalukan seperti yang kami lakukan hari ini pada tanda-tanda kesulitan pertama," tegasnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya