Liputan6.com, Jakarta- Indonesia Domino Tournament 2025 (IDoT 2025) berlangsung meriah di Plaza Parkir Timur Gelora Bung Karno, Jakarta. Turnamen domino terbesar di Indonesia ini diikuti ribuan peserta dari dalam dan luar negeri.
Total peserta IDoT 2025 mencapai 2.048 orang yang berasal dari 20 provinsi. Ada juga perwakilan tujuh negara Asing seperti dari Brasil, Suriah, Uzbekistan, Afghanistan, Jerman, Iran dan Republik Demokratik Kongo.
Advertisement
Ajang ini diselenggarakan oleh Perkumpulan Olahraga Domino Indonesia (PORDI) dengan dukungan Higgs Games Island (HGI), mengusung tema “Strategi Satoe Meja, Semangat Satoe Bangsa.” Tema tersebut mencerminkan tekad PORDI untuk menempatkan domino sebagai olahraga strategi yang menjunjung sportivitas, kebersamaan, dan menyatukan berbagai lapisan masyarakat.
Pasalnya domino sangat dikenal masyakarat luas. Bermain domino bisa dilakukan semua lapisan masyarakat tanpa mengenal batas usia, pendidikan hingga jabatan.
“Domino bukan sekadar permainan meja, tetapi olahraga pikiran yang mengajarkan strategi, kesabaran, dan kebersamaan. IDoT 2025 adalah wujud semangat masyarakat Indonesia untuk menjadikan domino sebagai olahraga berkarakter,” ujar Andi.
Jadi Event Tahunan
Andi menegaskan bahwa salah satu fokus PORDI adalah menghilangkan stigma perjudian dalam permainan domino dengan menghadirkan aturan baku dan sistem kompetisi yang adil. Dengan adanya standar nasional, komunitas domino dari berbagai daerah kini dapat berkompetisi secara terstruktur di bawah satu regulasi yang sama.
Domino saat ini juga sedang berjuang agar diakui sebagai cabang olahraga resmi. Domino terus menunjukkan progres positif. PORDI telah mendapat rekomendasi dari KONI, dan hampir seluruh persyaratan administratif telah terpenuhi.
Rencananya IDoT akan menjadi kalender tahunan PORDI. Pada IDoT 2025 hanya mempertandingan nomor ganda campuran. Namun ke depannya akan semakin berkembang.
Berlanjut di Tangerang
Setelah gelaran di GBK, PORDI akan melanjutkan rangkaian kompetisi dengan Selebes Cup di Kendari pada 26 November, diikuti oleh enam provinsi dan 81 kabupaten/kota. Puncak kegiatan nasional akan digelar pada 12 Desember di Tangerang Selatan.
Di Tangerang Selatan, jumlah nomor akan diperluas menjadi minimal lima kategori: ganda putra, ganda putri, ganda campuran, tunggal putra, tunggal putri, serta nomor beregu.
Warisan Budaya Indonesia
Public Relations Manager HGI, Eko Budi, menilai domino sebagai salah satu warisan budaya Indonesia yang patut dilestarikan.
Menurut Eko, HGI melihat domino tidak hanya sebagai permainan hiburan, tetapi juga sarana untuk membangun kemampuan strategis, kerja sama, serta pengambilan keputusan cepat.
“HGI dan PORDI memiliki visi yang sama untuk mendorong domino menjadi olahraga intelektual berstandar internasional. Kami telah berkolaborasi dengan PORDI dalam berbagai event seperti Makassar Open, Menpora Cup, hingga peluncuran kompetisi e-domino pertama di Indonesia. Ke depan, kami berkomitmen memperkuat dukungan dan membawa domino lebih dikenal di kancah global,” ujarnya.
Apresiasi juga disampaikan oleh Ketua DPD RI, Hasan Basri. Ia menekankan perlunya dukungan pemerintah agar domino dapat segera diakui sebagai cabang olahraga resmi secara nasional.
“Jika dunia sudah mengakui, maka seharusnya olahraga ini bisa masuk dalam kalender nasional Kemenpora,” ujarnya.