17 November 1953: 2 Kapal Tabrakan di Selat Inggris, 20 Pelaut Italia Tewas

Hanya dalam hitungan menit, tabrakan kapal di Selat Inggris menyebabkan 20 pelaut Italia tewas.

oleh Fanny MarizkaDiterbitkan 17 November 2025, 06:00 WIB
Ilustrasi kapal tenggelam (AFP Photo)

Liputan6.com, London - Sebuah kapal uap Italia, Vittoria Claudia, mengalami kecelakaan yang tenggelam di lepas pantai Kent setelah dihantam oleh kapal motor Prancis, Perou, di Inggris.

Alarm dibunyikan oleh Perou yang menghubungi penjaga pantai Prancis dan mengirimkan bantuan ke sisi Selat Inggris, di mana menimbulkan 20 korban jiwa dari tabrakan tragis pada 17 November 1953.

Kapal tersebut dalam perjalanan menuju Hamburg, Jerman Barat dan kecelakaan terjadi sebelum pukul 04.00 pagi waktu setempat, sekitar empat  kilometer dari Dungeness. Waktu mereka sangat terbatas hingga tidak sempat untuk meluncurkan kapal dan menunggu penyelamatan datang, dilansir dari BBC, Senin (16/11/2025).

Alarm dari kapal ini diteruskan ke Inggris dan upaya penyelamatan segera diluncurkan. Sekoci penyelamat dari Dungeness, Dover, dan Hastings dikirim menuju lokasi, yang dibantu kapal pemotong pilot Trinity House, Pelorus, dengan jaraknya tidak jauh langsung dikerahkan.

Benturan Tak Terselamatkan

Menurut laporan, Vittoria Claudia, yang membawa muatan bijih mineral tenggelam hanya dalam waktu lima menit setelah tabrakan.

Sementara itu, tidak ada korban jiwa di kapal Perou yang sedang dalam perjalanan dari Antwerpen di Belgia menuju Orleans, Prancis.

Salah satu korban selamat adalah perwira kedua Stolfa berkebangsaan Italia, menyampaikan kisahnya saat kecelakaan terjadi.

"Kami melaju dengan kecepatan enam knot saat itu. Saya melihat sebuah kapal besar datang ke arah kami dengan kecepatan sekitar 15 knot. Saya membunyikan sirene kapal, tetapi baru pada saat-saat terakhir kapal Prancis itu berbelok dan menabrak buritan kami," jelasnya.

Setelah tabrakan tersebut, ia terhempas ke bawah dan berdiri kembali, hingga menyadari bahwa kapal mereka akan tenggelam.

Operasi penyelamatan pun berlangsung pada malam hari, tetapi jarak pandang di lokasi kecelakaan itu bagus dan laut tenang tanpa angin.

 

 

Penyelamatan dan Pencarian

Ilustrasi penyelamatan kapal terbalik (AFP Photo)

Tiga jenazah yang ditemukan mengambang di lokasi kecelakaan dan tetap melakukan pencarian korban lainnya hingga menjelang fajar. Tak lama kemudian, pesawat dan helikopter dari pangkalan udara USAF di Manston datang untuk membantu.

Mereka hanya menemukan lima korban selamat yang bergantung di puing-puing kapal selama hampir dua jam. Evakuasi didaratkan di Dungeness dan dibawa ke rumah sakit Folkestone karena masih dalam kondisi syok.

Kecelakaan paling memilukan ini tentunya memberikan luka dan kenangan menyedihkan bagi keluarga korban. Dengan rapuhnya keselamatan di laut meski kondisi laut tampak tenang, kepanikan dari tabrakan yang begitu cepat tetap membuat mereka kesulitan untuk menyelamatkan diri.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya