Liputan6.com, Jakarta - Yayasan Indonesia Setara (YIS) bekerja sama dengan Rumah SandiUno Indonesia (RSI) dan UMKM Sahabat Sandi menggelar Workshop Komoditas Lokal Unggulan bertema 'Inovasi Produk Olahan Pisang: Donat dan Bolu Pisang Lumer' di Balai Desa Baturuyuk, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat.
Kegiatan ini diikuti oleh 39 pelaku UMKM lokal yang antusias belajar mengembangkan usaha berbasis bahan pangan lokal, pada Kamis (13/11/20252).
Advertisement
Pelatihan tersebut bertujuan membuka peluang usaha rumahan, meningkatkan keterampilan membuat produk olahan pisang, hingga memperkenalkan penggunaan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk mendukung pemasaran digital.
Founder Yayasan Indonesia Setara Sandiaga Salahuddin Uno menyampaikan, YIS berdiri sejak 2011 dengan semangat kesetaraan di bidang pendidikan, sosial, dan ekonomi.
"Fokus kami pada anak muda, disabilitas, dan perempuan. Melalui pelatihan ini, kami ingin emak-emak menjadi lebih mandiri secara ekonomi, tidak bergantung pada suami, dan bisa buka lapangan kerja," unjar Sandiaga Uno melalui keterangan tertulis, Kamis (13/11/20252).
"Hari ini mereka tidak hanya belajar membuat donat dan bolu pisang lumer, tetapi juga cara menggunakan AI agar langsung bisa open pre-order," sambung dia.
Sementara itu, Pelatih sekaligus Ketua UMKM Sahabat Sandi Bandung Raya Dewi Trianawati menjelaskan, peserta dibekali keterampilan membuat donat dan bolu pisang lumer dengan bahan yang murah dan mudah diperoleh.
"Kami memilih menu ini karena fleksibel dan bisa dimodifikasi sesuai selera pasar. Selain hardskill, peserta juga diajarkan membuat konten promosi dengan aplikasi ChatGPT, bahkan ditantang untuk langsung open PO di hari yang sama," kata Dewi.
Akan Didampingi Intensif
Menurut Dewi, usai pelatihan tatap muka, peserta akan mendapatkan pendampingan intensif selama tiga minggu.
"Program ini bertujuan memfasilitasi diskusi antara peserta dan pelatih, sekaligus memberikan bimbingan langsung dalam menghadapi tantangan usaha," terang dia.
Melalui sesi pendampingan, lanjut Dewi, peserta akan berlatih membuat konten promosi, mengoptimalkan strategi digital marketing, serta menerapkan ilmu yang diperoleh selama pelatihan.
"Mereka juga dapat berbagi pengalaman dan mendapatkan masukan konstruktif yang bisa langsung diterapkan dalam mengembangkan usaha," jelas Dewi.