PP Presisi Kantongi Kontrak Baru di Proyek Pertambangan Halmahera Timur

PT PP Presisi Tbk (PPRE) akan memperkuat kapabilitas operasional untuk mendukung industri pertambangan.

oleh Gagas Yoga PratomoDiterbitkan 15 November 2025, 06:00 WIB
Karyawan melintasi layar yang menampilkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) saat acara Penutupan Perdagangan Bursa Efek Indonesia Tahun 2022 di Jakarta, Jumat (30/12/2022). PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat ada 59 perusahaan yang melakukan Initial Public Offering (IPO) atau pencatatan saham sepanjang 2022. Pada penutupan perdagangan akhir tahun, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup lesu 0,14% atau 9,46 poin menjadi 6.850,62. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - PT PP Presisi Tbk (PPRE) kembali menambah portofolio pekerjaannya di sektor pertambangan setelah mendapatkan kontrak baru untuk proyek yang dikelola PT Sumberdaya Arindo, anak usaha PT Aneka Tambang Tbk, berlokasi di Tanjung Buli, Halmahera Timur.

Ruang lingkup pekerjaan dalam kontrak tersebut meliputi land clearing, cut and fill, pengangkutan material, penataan dan trimming area disposal, pekerjaan perkerasan, serta pemeliharaan jalan operasional. Selain itu, PPRE juga akan membangun fasilitas pendukung terkait keselamatan dan lingkungan sesuai standar operasional proyek.

Vice President Corporate Secretary PPRE, Mei Elsa Kembaren, menyatakan proyek ini menjadi pijakan penting bagi perusahaan dalam memperluas layanan pertambangannya sekaligus memastikan pelaksanaan yang mengutamakan efisiensi dan keberlanjutan. 

“Kami berkomitmen untuk memberikan layanan terbaik yang memenuhi standar operasional, keselamatan, dan lingkungan. Kami juga terus memperkuat kapabilitas operasional untuk mendukung industri pertambangan nasional,” jelasnya dalam keterangan resmi, dikutip Jumat (14/11/2025).

Dengan tambahan kontrak tersebut, PPRE melihat peluang untuk terus meningkatkan kinerja operasional serta memperkuat kontribusinya pada pengembangan industri pertambangan di Indonesia. 

Perusahaan menegaskan komitmennya untuk mempertahankan mutu layanan melalui pemanfaatan teknologi, tata kelola proyek yang solid, serta manajemen keselamatan berstandar tinggi yang tetap memperhatikan keberlanjutan lingkungan.

 

 

PT PP Presisi Bayar Pokok dan Bunga Obligasi Rp 107 Miliar

Suasana pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (10/2). (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sebelumnya, PT PP Presisi Tbk (PPRE), perusahaan yang bergerak di sektor jasa pertambangan dan konstruksi, menyelesaikan kewajibannya atas pelunasan pokok dan bunga obligasi senilai total Rp107 miliar pada Kamis, 26 Juni 2025.

Pelunasan ini mencakup pembayaran pokok atas Obligasi Berkelanjutan I Tahap I Tahun 2022 Seri A serta bunga kupon untuk Seri B. Kedua obligasi tersebut merupakan bagian dari program Penawaran Umum Berkelanjutan yang diterbitkan pada 2022, di mana Seri A memiliki tenor tiga tahun dengan bunga 9,5% per tahun, dan Seri B bertenor lima tahun dengan bunga 10,5% per tahun.

Langkah pelunasan yang dilakukan secara tepat waktu ini menunjukkan kemampuan PPRE dalam memenuhi kewajiban keuangan secara disiplin, serta memperkuat kepercayaan investor terhadap kinerja dan prospek jangka panjang perusahaan.

 

Komitmen Perseroan

Pengunjung melintas dilayar pergerakan saham di BEI, Jakarta, Senin (30/12/2019). Pada penutupan IHSG 2019 ditutup melemah cukup signifikan 29,78 (0,47%) ke posisi 6.194.50. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Direktur Utama PPRE, Rizki Dianugrah, mengatakan pelunasan obligasi ini merupakan bentuk komitmen Perseroan dalam menjaga kepercayaan investor. 

“Kami terus berfokus pada strategi pertumbuhan yang berkelanjutan dan tata kelola keuangan yang sehat sebagai fondasi untuk meningkatkan nilai bagi seluruh pemangku kepentingan,” ujarnya dalam siaran pers, dikutip Jumat (4/7/2025).

Langkah strategis ini juga merefleksikan ketahanan dan stabilitas finansial perusahaan di tengah dinamika industri yang terus berkembang. PPRE terus menunjukkan pertumbuhan berkelanjutan melalui portofolio proyek tambang dan konstruksi yang kuat, efisiensi operasional, serta manajemen risiko yang terukur. 

Dengan penyelesaian kewajiban ini, PPRE mempertegas statusnya sebagai entitas bisnis yang kredibel dan tangguh dan semakin siap melangkah menuju ekspansi dan transformasi yang lebih besar di sektor pertambangan dan konstruksi nasional.   

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya