Pria Rusia Nekat Rusak Mobil demi Hindari Momen Belanja dengan Istri

Daripada belanja bareng pasangan, pria ini lebih memilih merusak mobilnya sendiri.

oleh Fanny MarizkaDiterbitkan 14 November 2025, 20:30 WIB
Mabuk perjalanan bisa mengganggu kenyamanan saat bepergian, tetapi ada cara sederhana untuk mencegahnya. Baca artikel ini agar kamu dan keluarga dapat terhindar dari ancaman mabuk perjalanan saat bepergian jauh. (Foto dok: Freepik/EyeEm).

Liputan6.com, Moskow - Seorang pria di Rusia merekayasa pembajakan mobilnya sendiri hanya untuk menghindari belanja dengan istrinya. Kebahagiaan jalan-jalan bersama ini justru membuatnya tidak ingin dilakukan kepada pasangannya.

Kasus pun dilanjutkan oleh polisi di Krasnoyarsk yang terjadi pada bulan April lalu, meski baru diungkap ke media pada Oktober.  

Awalnya, seorang wanita menghubungi nomor darurat untuk melaporkan bahwa Toyota Corolla milik suaminya dicuri dari tempat parkir dekat rumah mereka, dilansir dari Oddity Central, Jumat (14/11/2025).

Tak lama kemudian, ia menelepon kembali untuk memberitahu bahwa mobil tersebut telah ditemukan di Pulau Otdykha, Krasnoyarsk. Penyelidikan yang telah dilakukan polisi berhasil menemukan tanda-tanda masuk paksa dan kunci kontak yang rusak.

Pengaduan Palsu

Namun, setelah menginterogasi sang suami, petugas mulai merasa curiga karena cerita yang didapatkan tidak masuk akal. Bukti-buktinya menunjukkan bahwa pria tersebut sengaja merusak mobilnya sendiri, dengan alasan untuk menghindari belanja bersama istrinya.

Tindakannya ini membuat pihak kepolisian kebingungan, ia tidak memiliki catatan kriminal, tetapi harus menghadapi konsekuensi hukum serius.

Kasus terhadapnya berakhir mendapatkan Pasal 306 KUHP Rusia (Pengaduan Palsu yang Disengaja), yang dapat membuatnya dipenjara hingga dua tahun dan dilarang bepergian.

Ia melakukan ini untuk menghindari pergi ke pusat berbelanja bersama istrinya, namun tidak ada informasi tambahan mengenai masalah rumah tangga atau konflik lainnya. Sehingga alasannya terdengar lucu yang sekaligus membawanya harus menerima konsekuensi.

Dengan begitu, tindakan ekstem untuk menghindari tanggung jawab bersama ini berujung pada hukuman. Meski terdengar lucu, pria tersebut kini menghadapi tuduhan pengaduan palsu yang disengaja.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya