Liputan6.com, London - Kelahiran dari keluarga kerajaan disambut sukacita dan senyuman para rakyat, di mana Putri Anne melahirkan seorang bayi laki-laki di Inggris, meskipun seorang bayi kerajaan pertama dari kalangan rakyat biasa dalam lebih dari 500 tahun pada 15 November 1977.
Sebelum melahirkan, Putri Anne dibawa ke Rumah Sakit St Mary di Paddington, London Barat, pada pukul 04.00 waktu setempat, Selasa, oleh suaminya yaitu Kapten Mark Phillips. Bahkan ia setia berada di samping sang putri hingga kelahiran putra mereka, yang kurang lebih dari enam jam kemudian pada pukul 10.46, dilansir dari BBC, Sabtu (15/11/2025).
Advertisement
Dokter kandungan kerajaan, George Pinker, hadir saat kelahiran berlangsung di unit bersalin rumah sakit. Beruntungnya, tradisi lama yang mengharuskan seorang menteri pemerintah menyaksikan kelahiran kerajaan telah dihapus sebelum kelahiran Pangeran Charles, yang membuat kelahiran istrinya berjalan lebih tertutup.
Perayaan Bayi
Tangisan bayi yang menyapa seluruh telinga di sana membuat suaminya terharu. Tak lama setelah kelahiran dan merasa lebih baik, Putri Anne menghubungi ibunya yang menyampaikan kabar bahagia ini, sementara suaminya segera menghubungi orang tuanya di Great Somerford, Wiltshire.
Bayi mereka memiliki berat 3,2 kilogram yang belum diumumkan namanya secara resmi, tetapi suara lonceng gereja terdengar jelas yang menjadi sebuah tanda perayaan dari kerajaan. Pengumuman resmi kelahirannya pun dipajang di pagar Istana Buckingham dan di Kementerian Dalam Negeri di Whitehall.
Kemeriahan dari kelahirannya dipenuhi dengan penembakan kehormatan sebanyak 41 kali ke Menara London untuk menyambut sang bayi, yang berada di urutan kelima dalam garis pewaris takhta.
Kehidupan Normal
Anak-anak yang lahir dari Anne dengan tidak memiliki gelar turun-temurun. Baik Putri Anne dan suaminya juga menolak tawaran gelar tersebut, yang ingin diberikan oleh Ratu, di mana memungkinkan anak-anak mereka lahir dengan status bangsawan.
Menurut Independent (1970), Sabtu (15/11), alasan Putri Anne yang tidak ingin memberikan anak-anaknya status bangsawan dikarenakan agar mereka memiliki kehidupan normal dan bebas, di mana jauh dari tekanan protokol dan perhatian media, yang membuatnya lebih mandiri.
Sang Ratu, Elizabeth II, termasuk salah satu orang pertama yang mengunjungi putri dan cucunya di sayap (ruangan) khusus rumah sakit. Ia tersenyum lebar dan melambaikan tangan kepada sekitar 200 orang yang hadir.
Perasaan yang melegakan setelah kelahiran Putri Anne turut disampaikan Kapten Phillips kepada wartawan.
"Saya lega semuanya telah berakhir dan sangat senang," ucapnya.
Bahkan, saat ditanya seperti apa putranya, Kapten Phillips menjawab bahwa bayinya kurang lebih sama seperti bayi lainnya.