Wamenlu Polandia Berharap IEU-CEPA Bisa Diimplementasikan Sepenuhnya pada 1 Januari 2027

IEU-CEPA diharapkan dapat diimplementasikan sepenuhnya pada 1 Januari 2027.

oleh Teddy Tri Setio BertyDiterbitkan 14 November 2025, 14:01 WIB
Wakil Menteri Luar Negeri Polandia Władysław Teofil Bartoszewski pada Kamis (13/11/2025) di Jakarta mengatakan, IEU-CEPA diharapkan dapat diimplementasikan sepenuhnya pada 1 Januari 2027 (Dok. Liputan6.com/Teddy Tri Setio).

Liputan6.com, Jakarta - Wakil Menteri Luar Negeri Polandia, Władysław Teofil Bartoszewski, menegaskan bahwa penerapan Kesepakatan Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia–Uni Eropa (IEU-CEPA) akan menjadi dorongan besar bagi peningkatan perdagangan bilateral di berbagai sektor.

“Kami terbuka untuk bekerja sama di banyak bidang dan menawarkan beragam layanan serta produk. Tentu semua ini akan semakin mudah ketika IEU-CEPA mulai berlaku,” ujar Bartoszewski dalam konferensi pers di Kedutaan Besar Polandia di Jakarta, Kamis (13/11/2025).

Ia menjelaskan, setelah kesepakatan substantif disepakati di Bali pada September lalu, dokumen tersebut kini menunggu proses ratifikasi di Parlemen Eropa—tahap yang diperkirakan memakan waktu sekitar satu tahun.

Menurut Wamenlu Polandia, IEU-CEPA diharapkan dapat diimplementasikan sepenuhnya pada 1 Januari 2027. Ketika itu, Indonesia dan Polandia dapat mulai menikmati perdagangan yang lebih terbuka dan efisien.

Bartoszewski memaparkan bahwa Polandia memiliki berbagai komoditas unggulan untuk diekspor ke Indonesia, termasuk produk permesinan dan otomotif seperti mesin pertambangan dan komponen kendaraan.

Selain itu, Polandia juga menawarkan hasil pangan andalan, mulai dari ayam, buah-buahan, gandum, hingga daging.

Ia menambahkan bahwa Polandia memiliki industri halal yang cukup berkembang dan siap memperluas ekspor produk halalnya ke pasar Indonesia.

“Mungkin ini menarik bagi masyarakat Indonesia—Polandia juga merupakan salah satu eksportir besar untuk produk halal,” ujarnya.

Meski hubungan ekonomi kedua negara dinilainya berjalan positif, Bartoszewski menilai potensi kerja sama masih jauh lebih besar. Ia menyoroti nilai perdagangan Indonesia–Polandia yang setiap tahunnya masih berada di bawah 2 miliar dolar AS—angka yang dianggap terlalu kecil mengingat Indonesia berpopulasi lebih dari 280 juta jiwa.

“Volume perdagangan yang masih di bawah 2 miliar dolar AS belum mencerminkan kekuatan ekonomi kita masing-masing,” katanya.

Ia optimistis bahwa penerapan penuh IEU-CEPA nantinya akan memperkuat hubungan ekonomi dan perdagangan kedua negara sehingga mencapai nilai yang lebih sesuai dengan potensi yang ada.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya