Legenda Man United Buka Resep Duet Maut untuk Liverpool, Tapi Florian Wirtz Jadi Penghalang Besar

Dwight Yorke yakin duet Hugo Ekitike dan Alexander Isak bisa sehebat dirinya dan Andy Cole di Manchester United, tapi ada satu masalah besar di Liverpool: Florian Wirtz.

oleh Dimas Ardi PrasetyaDiterbitkan 14 November 2025, 00:07 WIB
Aksi Alexander Isak dalam laga Liverpool vs Atletico Madrid di Liga Champions 2025/2026, Kamis (18/9/2025). (AP Photo/Jon Super)

Liputan6.com, Jakarta Liverpool sempat jadi sorotan besar pada bursa transfer musim panas lalu. Klub asal Merseyside itu berbelanja besar-besaran dengan mendatangkan tiga nama top: Florian Wirtz, Hugo Ekitike, dan Alexander Isak. Publik pun berekspektasi tinggi, membayangkan trio baru itu bakal membuat lini depan The Reds semakin menakutkan.

Namun, kenyataan di lapangan tidak sepenuhnya sesuai harapan. Meski ketiganya tampil menjanjikan secara individu, kombinasi mereka justru membuat serangan Liverpool terasa tumpul. Ritme permainan sering tersendat ketika ketiganya tampil bersamaan, dan koneksi di lini depan belum terbentuk sempurna.

Arne Slot telah mencoba berbagai formasi untuk menemukan keseimbangan, termasuk rotasi besar-besaran di sektor penyerangan. Tetapi sejauh ini, belum ada kombinasi yang mampu menghadirkan efektivitas seperti era-era keemasan Liverpool sebelumnya. Ketika Wirtz tampil sebagai kreator utama, justru intensitas dan kecepatan serangan sering menurun.

Melihat kondisi tersebut, legenda Manchester United Dwight Yorke pun ikut angkat suara. Ia menilai Liverpool sebenarnya sudah memiliki potensi duet berbahaya seperti dirinya dan Andy Cole dulu, asalkan Arne Slot berani mengambil risiko memainkan Ekitike dan Isak bersama — tanpa dibayangi pengaruh besar Florian Wirtz.


Ciptakan Persaingan Sehat di Dalam Tim

Penyerang Liverpool, Hugo Ekitike usai mencetak gol ke gawang Eintracht Frankfurt di lanjutan Liga Champions, 23 Oktober 2025. (AP Photo/Michael Probst)

Menurut Dwight Yorke, langkah pertama untuk membentuk duet tajam seperti dirinya dan Andy Cole adalah menciptakan suasana kompetitif yang sehat di ruang ganti. Ia menilai Isak dan Ekitike perlu merasa saling mendorong satu sama lain untuk terus berkembang, bukan bersaing secara negatif.

Yorke menilai bahwa atmosfer seperti itu sangat penting agar para pemain tak saling menjatuhkan. Justru sebaliknya, mereka harus tumbuh bersama dan bersaing dalam semangat kolektif demi tim.

Dalam wawancara dengan Snabbare, dikutip dari Goal, Yorke menegaskan, “Anda harus menciptakan suasana yang sehat di sekitar tempat ini," bukanya.

"Jika Anda menciptakan semangat kompetitif di mana Anda merasa seperti bersaing dengan teman-teman yang berada di tim yang sama, maka tidak akan ada kebencian atau perasaan buruk di sana. Itu hal pertama," ungkapnya.


Terima Tantangan, Bukan Takut Kehilangan Posisi

Dwight Yorke yakin Manchester United tidak akan mengikuti cara PSG untuk mendapatkan pemain incaran.

Yorke juga mengingatkan pentingnya mentalitas juang dan penerimaan terhadap persaingan di dalam tim. Ia mencontohkan hubungannya dengan Andy Cole, yang tetap profesional meski kedatangan Yorke sempat mengancam posisinya di Manchester United.

Lanjut Baca:

Menurutnya, itulah sikap yang harus dimiliki oleh para pemain muda Liverpool seperti Isak dan Ekitike jika ingin tumbuh menjadi duet yang mematikan. Mereka harus siap bersaing, tanpa saling menyingkirkan, dan membuktikan kemampuan masing-masing di lapangan. “Coley tidak membenci saya datang ke United. Awalnya saya datang untuk menantangnya memperebutkan posisinya karena saya adalah pemain baru, pemain baru di tim, tetapi ia menerima tantangan itu," akunya. "Ia tidak menerima bahwa saya adalah pemain yang lebih baik darinya. Ia harus percaya pada kemampuannya sendiri. Ia bersedia berjuang. Itu hal kedua,” ujar Yorke.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya