Liputan6.com, Jakarta- Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti mengimbau sekolah untuk mengawasi kegiatan antar-jemput siswa. Imbauan ini disampaikan menyusul maraknya kasus penculikan anak.
"Saya kira sekolah memang perlu menyiapkan satu aturan untuk memastikan bahwa yang mengantar dan menjemput itu adalah benar-benar dari keluarga anak-anak yang belajar di situ karena seringkali yang menjemput itu tidak dikenal,” kata Mu'ti, Kamis (13/11/2025).
Advertisement
Dia bahkan menyarankan sekolah harus memiliki data lengkap mengenai siapa pengantar dan penjemput masing-masing murid. Langkah ini guna mencegah terjadinya penculikan anak di lingkungan sekolah.
Pengawasan Anak di Ruang Publik
Sementara kepada masyarakat, Mu'ti mengimbau agar setiap rukun tetangga (RT) dapat mengembangkan sistem pengawasan dan penjagaan terhadap anak-anak yang bermain di ruang publik di sekitar rumah mereka. Khususnya bagi anak-anak yang bermain tanpa pendamping, seperti asisten rumah tangga (ART).
Menurutnya, setiap RT dapat memperkuat budaya kewargaan (neighborhood) sehingga memiliki kepedulian dan tanggung jawab bersama untuk mengawasi dan menjaga anak-anak di lingkungan mereka.
“Istilah asingnya sering disebut dengan neighborhood ya, mungkin bahasa kitanya adalah kewargaan. Kita perkuat budaya kewargaan, di mana semua kita saling menjaga. Walaupun bukan anak kita sendiri, tapi mereka semua adalah tetangga kita, keluarga kita yang harus kita jaga bersama-sama,” imbuhnya, dilansir Antara.
Penculikan Anak di Makassar
Polrestabes Makassar berhasil menyelamatkan Bilqis, bocah 4 tahun yang diculik di Taman Pakui, Makassar, pada Minggu (2/11/2025). Korban ditemukan dan dibawa pulang usai penyelamatan di wilayah Suku Anak Dalam (SAD) Mentawak, Merangin, Jambi.
"Alhamdulillah, tim Jatanras Polrestabes Makassar bersama Unit Reskrim Polsek Panakukang setelah melakukan penyelidikan, anak balita yang diculik telah ditemukan tadi malam, dan bisa kembali ke Makassar hari ini," kata Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Arya Perdana kepada wartawan di Mapolrestabes Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (9/11).
Kepala Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Perempuan dan Anak (DP3A) Pemkot Makassar Ita Isdiana Anwar mengingatkan dan mengimbau masyarakat agar senantiasa menjaga anak-anaknya dalam kondisi apapun.
Pengawasan ketat terhadap anak di tempat keramaian maupun tempat mereka bermain itu menjadi sangat penting agar kejadian serupa tidak berulang.
"Kami mengimbau orang tua agar lebih menjaga lagi anak-anaknya. Karena, jika tidak menjaga dengan baik anaknya, kasus seperti inilah yang terjadi,” katanya.