Liputan6.com, Teheran - Seorang pria Iran yang membakar dirinya setelah petugas menutup kios makanan keluarganya meninggal akibat luka bakar yang dideritanya.
Kematiannya membuat presiden Iran memerintahkan penyelidikan resmi atas peristiwa itu.
Advertisement
Melansir kantor berita Associated Press, pengumuman tersebut disampaikan Selasa (11/11/2025) malam oleh Presiden Masoud Pezeshkian. Pada waktu yang sama, menurut kantor berita pemerintah IRNA, seorang wali kota distrik dan kepala badan penegakan di Kota Ahvaz, Iran barat daya, telah ditangkap terkait insiden itu.
IRNA juga melaporkan bahwa tiga orang lainnya telah diterbitkan surat perintah penangkapan, menyusul meningkatnya perdebatan publik mengenai kemiskinan di republik Islam setelah kematian pria itu.
Korban yang bernama Ahmad Baledi berusia 20 tahun. Ia meninggal pada Selasa setelah 70 persen tubuhnya mengalami luka bakar.
Baledi membakar dirinya pada 2 November di sebuah taman di Ahvaz, Provincia Khuzestan—wilayah kaya minyak yang juga kerap dilanda ketegangan—ketika petugas kota menutup kios makanan keluarganya, yang merupakan satu-satunya sumber pendapatan mereka.
Pada awalnya, pemerintah Kota Ahvaz mengeluarkan pernyataan bahwa penutupan kios itu merupakan penggusuran yang disahkan oleh pengadilan, serta menegaskan bahwa para pejabat tidak melakukan tindakan koersif. Namun pada Selasa, Pezeshkian memerintahkan kementerian dalam negeri untuk melakukan penyelidikan khusus dan menyampaikan belasungkawa kepada keluarga Baledi.
IRNA melaporkan pada Rabu (12/11), melaporkan bahwa wali kota Ahvaz telah mengundurkan diri, sementara empat pejabat kota lainnya diberhentikan.
Hingga kini, tidak ada demonstrasi besar atau kerusuhan di Ahvaz akibat kematian Baledi. Ahvaz, yang terletak sekitar 550 kilometer di barat daya Teheran, memang beberapa kali menjadi lokasi protes di masa lalu, begitu pula dengan wilayah Khuzestan secara keseluruhan. Kawasan ini dihuni komunitas etnis Arab yang disebut mengeluhkan diskriminasi oleh teokrasi syiah Iran dan persoalan pasokan air juga kerap memicu aksi protes.