Pengguna Internet Generasi Muda Tinggi, Literasi Digital Makin Mendesak

Ia menjelaskan bahwa literasi digital tidak hanya sebatas kemampuan menggunakan aplikasi, tetapi mencakup kemampuan berpikir kritis, memilah informasi, serta menghasilkan konten yang sehat, informatif, dan inspiratif.

oleh Adyaksa VidiDiterbitkan 13 November 2025, 17:00 WIB
Ilustrasi literasi digital pada generasi muda.

Liputan6.com, Jakarta - Literasi digital menjadi kebutuhan mendesak bagi seluruh generasi muda saat ini. Terlebih makin banyaknya hoaks, kecanduan media sosial, hingga kebocoran data pribadi yang menjadi ancaman jika tidak ditanggulangi dengan serius.

Hal ini disampaikan Prof. Adhianty Nurjanah, Guru Besar Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) di bidang Komunikasi Humas dan Pemerintah. Ia menjelaskan bahwa literasi digital tidak hanya sebatas kemampuan menggunakan aplikasi, tetapi mencakup kemampuan berpikir kritis, memilah informasi, serta menghasilkan konten yang sehat, informatif, dan inspiratif.

"Sekitar 68 persen pengguna internet di Indonesia adalah anak muda, namun indeks literasi digital nasional masih berada pada kategori 'cukup'. Akses digital luas tidak otomatis menjamin kemampuan memahami, menilai, dan memproduksi konten secara etis," ujar Adhianty dilansir laman UMY.ac.id.

"Generasi muda tidak boleh hanya menjadi konsumen pasif, tetapi juga harus mampu menjadi produsen konten positif yang mendidik dan membangun ruang digital yang sehat," katanya menambahkan.

Data UNICEF mencatat 45 persen remaja Indonesia pernah mengalami perundungan siber, sementara Kominfo memverifikasi lebih dari 11 ribu konten hoaks dalam beberapa tahun terakhir.

"Media sosial memiliki fungsi untuk menginformasikan, mendidik, dan menghibur, tetapi juga dapat memengaruhi opini publik. Akses internet tinggi tidak berarti apa-apa tanpa literasi digital yang baik. Generasi muda harus menjadi pengguna teknologi yang berkarakter dan bertanggung jawab," katanya mengakhiri.

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.

Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi partner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya