Wall Street Bervariasi, Indeks Dow Jones Ditutup di Atas 48.000 untuk Pertama Kali

Berikut kinerja wall street di tengah harapan shutdown pemerintah AS akan segera berakhir.

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 13 November 2025, 07:44 WIB
Pialang saham John Romolo bekerja di lantai Bursa Efek New York atau sering disebut Wall Street, Senin, 13 Oktober 2025. (Foto AP/Richard Drew)

Liputan6.com, Jakarta - Bursa saham Amerika Serikat (AS) atau wall street bervariasi pada perdagangan Rabu, 12 November 2025. Indeks Dow Jones mencatat rekor penutupan pertama di atas 48.000. Indeks acuan ini melanjutkan penguatan dari sesi sebelumnya seiring wall street mengantisipasi potensi berakhirnya penutupan pemerintah AS atau shutdown pemerintah AS.

Mengutip CNBC, Kamis (13/11/2025), indeks Dow Jones menguat 326,86 poin atau 0,68% ke posisi 48.254,82. Indeks Dow Jones juga mencapai rekor tertinggi intraday baru di sesi tersebut.

Indeks S&P 500 ditutup naik 0,06% ke posisi 6.850,92. Indeks Nasdaq merosot 0,26% ke posisi 23.406,46.

Investor mencermati langkah pemerintah AS seiring pemerintah federal tampaknya siap dibuka kembali segera setelah akhir pekan ini. Senat pada Senin malam mengesahkan Rancangan Undang-Undang (RUU) anggaran yang kemudian dibawa ke Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) untuk pemungutan suara akhir.

“Saat ini kita berada dalam penutupan terpanjang dalam sejarah,” ujar Portfolio Manager of Public Investments GuideStone Funds, Josh Chastant, seperti dikutip dari CNBC.

Ia menambahkan, hal itu tentu akan sangat disambut baik untuk mulai melihat lebih banyak rilis data ekonomi mengingat tanda-tanda pelemahan di pasar tenaga kerja.

“Fokusnya adalah menyelesaikannya sekarang dan kemudian setelah persyaratatn pembukaan kembali diputuskan, mungkin ada sesuatu yang perlu dikhawatirkan saat kita mempertimbangkan perpanjangan hingga Januari,” ia menambahkan.

Chastant menuturkan, seiring investor bersiap untuk mengakhiri shutdown pemerintah AS yang kini telah memasuki hari ke-43, pergerakan terbaru di pasar mencerminkan hari yang terbagi dua. Ia menilai, harapan investor untuk pembukaan kembali pemerintahan AS dapat terlihat dari kenaikan saham-saham keuangan utama pada hari itu,

Kinerja Dow Jones yang unggul didukung oleh saham-saham di sektor tersebut antara lain Goldman Sachs, JPMorgan, American Express, mencatat rekor baru sepanjang hari. Saham-saham lain yang berkaitan dengan ekonomi seperti Caterpillar juga menguat.

 

Sektor Saham Keuangan Melesat

Pedagang bekerja di New York Stock Exchange saat Ketua Federal Reserve Jerome Powell berbicara setelah mengumumkan kenaikan suku bunga di New York, Amerika Serikat, 2 November 2022. (AP Photo/Seth Wenig)

Saham Morgan Stanley, Wells Fargo, dan Bank of America juga mencatat rekor tertinggi baru. Financial Select SPDR Fund (XLF) yang melacak sektor keuangan S&P 500 naik hampir 1%.

Di luar sektor keuangan, perdagangan kecerdasan buatan melanjutkan serangkaian volatilitas yang terlihat bulan ini, karena sentimen yang masih belum tenang di kalangan investor, valuasi teknologi dapat meningkat setelah lonjakannya baru-baru ini. Saham Advanced Micro Devices melonjak 9%, tetapi saham lain seperti Oracle dan Palantir Technologies melemah.

"Ada permintaan dan kasus penggunaan yang nyata untuk AI,” kata Chastant kepada CNBC.

"Laba perusahaan teknologi kembali cukup kuat, jadi kami tidak terlalu khawatir bahwa ini adalah gelembung saat ini, hanya saja valuasinya sangat tinggi,” ia menambahkan.

Ia melihat, tidak ada yang salah dengan melakukan pemangkasan, mengambil beberapa keuntungan, dan melakukan diversifikasi ulang di sektor lain di pasar ekuitas.

Penutupan Bursa Saham Asia pada 12 November 2025

Orang-orang berjalan melewati sebuah indikator saham elektronik sebuah perusahaan sekuritas di Tokyo (29/8). Bursa saham Asia turun setelah Korea Utara (Korut) melepaskan rudalnya ke Samudera Pasifik. (AP Photo/Shizuo Kambayashi)

Bursa saham Asia Pasifik sebagian besar menguat pada perdagangan Rabu, 12 November 2025. Pergerakan bursa saham Asia Pasifik ini setelah wall street diperdagangkan beragam di tengah harapan penutupan pemerintah Amerika Serikat (AS) atau shutdown pemerintah AS yang memecahkan rekor akan segera berakhir.

Mengutip CNBC, indeks Nikkei 225 di Jepang naik 0,43% dan ditutup ke posisi 51.063,31. Indeks Topix bertambah 1,14% dan ditutup ke posisi 3.359,33. Indeks Kospi di Korea Selatan menanjak 1,07% ke posisi 4.150,39. Indeks Kosdaq menanjak 2,52% ke posisi 906,51.

Indeks ASX 200 di Australia melemah 0,22% ke posisi 8.799,5. Indeks Hang Seng naik 0,81%, dan inedks CSI 300 merosot 0,13% ke posisi 4.645,91. Indeks Nifty 50 di India menguat 0,83%. Selain itu, indeks Taiwan menguat tipis 0,58% ke posisi 27.947,09.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya