Heboh Percobaan Penculikan Dua Bocah SD di Kudus, Orang Tua Ketakutan

Ariyani menyebut bahwa ada orang yang tak dikenal berupaya membujuk siswa di sekolah yang ia pimpin. Modus yang dilakukan pelaku dengan berpura-pura disuruh menjemput ibu dari kedua siswa tersebut.

oleh Arief PramonoDiterbitkan 12 November 2025, 19:36 WIB
dugaan percobaan penculikan bikin heboh warga kudus (Liputan6.com/istimewa)

Liputan6.com, Kudus - Geger aksi sindikat penculikan anak yang terjadi di Makassar, tampaknya mulai berimbas di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Kini masyarakat Kudus dihantui keresahan dan khawatir, anak-anak mereka berpotensi menjadi sasaran kejahatan sindikat penculikan.

Informasi terbaru, warga Kota Kretek dihebohkan munculnya dugaan percobaan penculikan terhadap dua siswa SD dalam beberapa hari ini.

Keresahan para guru dan orang tua itu, menyusul santernya kabar yang menyebut dua siswa SDN 1 Burikan Kudus, nyaris menjadi sasaran aksi penculikan orang tak dikenal.

Tentu saja kabar tersebut langsung cepat menyebar hingga memaksa sejumlah pihak sekolah meminta orang tua meningkatkan kewaspadaan terhadap anak anak mereka.

Kabar dugaan percobaan penculikan itu pun dibenarkan oleh Kepala Sekolah SDN 1 Burikan, Ariyani Wijayanti. Ia meyakini adanya dua peristiwa mencurigakan yang terjadi pada Selasa (28/10/2025) dan Sabtu (8/11/2025) saat jam pulang sekolah.

Ariyani menyebut bahwa ada orang yang tak dikenal berupaya membujuk siswa di sekolah yang ia pimpin. Modus yang dilakukan pelaku dengan berpura-pura disuruh menjemput ibu dari kedua siswa tersebut.

“Pelaku bilang ke anaknya, ‘ayo pulang, suruh jemput mamah.’ Untung anaknya menolak dan tidak mau ikut,” ujar Ariyani saat dikonfirmasi Liputan6.com pada Rabu (12/11/2025).

Ariyani memaparkan, korban pertama yakni siswi kelas 3 berinisial A (9). Dari pengakuan A, langkahnya sempat dibuntuti oleh seseorang yang berusaha merayu mengajaknya untuk pulang dengan memboncengkan sepeda motor.

Beruntung, kata Ariyani, korban menolak ajakan orang tak dikenal tersebut. Ia tetap berjalan sendiri hingga bertemu dengan warga Desa Rendeng yang dikenalnya.

“Anaknya tetap jalan sendiri, tapi pelaku itu sempat membuntuti dari belakang. Saat ada tetangga yang menyapa anak itu, pelaku langsung menghentikan laju motornya dan berbalik arah,” terang Ariyani.

Anehnya, kejadian yang sama kembali terjadi pada Sabtu (8/11/2025) saat siang hari. Aksi percobaan penculikan juga nyaris menimpa siswa lainya berinisial R (9).

"Pelaku diduga orang yang sama, namun kali ini datang berboncengan dengan rekannya, " imbuh Ariyani.

Mengetahui kejadian itu, pihak guru SDN 1 Burikan berupaya melaporkan hal itu ke aparat Babinsa dan Polsek Kudus Kota.

Saat membuat aduan ke polisi, Ariyani juga meminta agar rekaman CCTV yang berada di sepanjang Jalan Bakti dan kawasan sekitar sekolah dicek untuk mengidentifikasi pelaku.

“Saya sudah laporan ke Babinsa, dan kemarin juga sudah datang dari Polsek. Saya minta tolong dicek CCTV di sekitar jalan itu, karena bukan wewenang saya kalau mau ngecek CCTV itu” ungkapnya.

 

Sekolah Perketat Pengawasan

dugaan percobaan penculikan bikin heboh warga kudus (Liputan6.com/istimewa)

Untuk meredam keresahan warga dan para orang tua siswa, pihak SDN 1 Burikan melakukan langkah antisipasi. Yakni pihak sekolah setempat memperketat pengawasan para siswa saat jam pulang sekolah.

Selain itu, Ariyani pun meminta semua orang tua untuk menjemput anak anak mereka saat pulang sekolah secara langsung.

“Hari Sabtu itu saya langsung buat pengumuman di grup wali murid, untuk sementara anak-anak yang biasanya jalan kaki supaya dijemput dulu,” ucap Ariyani.

Rasa kekhawatiran pihak orang tua murid juga dialami Indah Susanti. Meski tidak bersekolah di SDN 1 Burikan, namun juga berimbas ke sekolah dimana anak Indah menuntut ilmu.

Santi sapaan akrabnya mengaku, isu dugaan penculikan siswa di SDN 1 Burikan juga terdampak di lingkungan sekolah anaknya yakni di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Al Manar Kudus.

"Di sejumlah grup wali murid di sekolah putri saya, juga diimbau untuk waspada terhadap keselamatan para siswa sepulang sekolah. Hal ini buntut isu yang terjadi di SDN 1 Burikan, " terang Santi yang juga bekerja sebagai wartawati surat kabar lokal di Kudus.

Terpisah, santernya kabar dugaan penculikan anak juga sempat didengar oleh Kepala Desa Rendeng, Mohammad Yusuf. Ia mengaku memperoleh laporan dari warganya yang anaknya bersekolah di SD 1 Burikan.

Ia mendengarkan keluhan dan cerita para ibu di grup-grup WhatsApp yang ramai membicarakan dugaan percobaan penculikan tersebut.

“Saya hanya menginstruksikan kepada warga agar anggota keluarga menjemput anaknya sendiri saat pulang sekolah. Jangan biarkan anak-anak berangkat dan pulang sekolah sendirian dulu sampai situasinya benar-benar aman,” terang Yusuf.

 

Polisi Periksa CCTV

dugaan percobaan penculikan bikin heboh warga kudus (Liputan6.com/istimewa)

Sementara itu, Kapolsek Kudus Kota, AKP Subkhan yang dikonfirmasi pun menegaskan bahwa hingga kini pihak kepolisian masih mendalami dan menyelidiki kebenaran laporan tersebut.

“Terkait adanya isu tentang dugaan penculikan anak di wilayah Kota Kudus, kami masih melakukan pendalaman dan penyelidikan lebih lanjut. Tim kami juga sudah kami turunkan,” ungkap AKP Subkhan.

Subkhan menyebut bahwa hingga saat ini belum ada bukti bukti yang menguatkan adanya kejadian tersebut benar-benar merupakan upaya penculikan.

“Fakta tentang penculikan itu kan juga belum terbukti benar adanya. Sehingga masih sebatas asumsi, dan asumsi itu belum bisa dipertanggungjawabkan,” terang Subkhan.

Namun Subkhan tetap melakukan langkah preventif untuk mengantisipasi keresahan masyarakat.

“Karena isu ini sudah beredar luas dan menimbulkan kekhawatiran, kami dari jajaran kepolisian sudah mengambil langkah-langkah pencegahan," tegasnya.

Tak hanya itu, pihak Polsek dan Koramil Kudus Kota telah mengerahkan aparat Babinsa dan Bhabinkamtibmas untuk memberikan pendampingan ke sekolah-sekolah, terutama saat jam-jam pulang.

AKP Subkhan juga mengimbau masyarakat dan pihak sekolah, untuk tidak mudah menyebarkan informasi yang belum terverifikasi kebenarannya.

“Kami berharap informasi seperti ini tidak berkembang menjadi seolah-olah sudah fakta kejadian. Isu semacam ini seringkali membesar padahal belum terbukti,” pinta Subkhan.

Pihak Polsek Kudus Kota juga sudah menemui pihak guru SDN 1 Burikan. Selain itu, juga memeriksa rekaman CCTV di sekitar lokasi. Hanya saja polisi belum menemukan indikasi kuat adanya tindak pidana penculikan.

“Dari penyelidikan tim kami di lapangan, setelah bertemu pihak sekolah dan mempelajari CCTV di sekitar TKP, kami belum bisa menyimpulkan bahwa itu adalah tindak pidana penculikan,” tegasnya.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya