Bahan Peledak yang Ditemukan di SMAN 72 dan Rumah Terduga Pelaku Berkekuatan Rendah

Di lokasi pertama, ada tiga bom aktif yang tidak meledak ditemukan di area SMAN 72 Jakarta saat insiden ledakan terjadi pada Jumat (7/11). Lokasi kedua, Polisi menemukan bahan peledak di rumah terduga pelaku. Dari hasil pemeriksaan, bahan peledak yang ditemukan di dua lokasi ternyata sama. Bahan peledak berkekuatan rendah.

oleh Tim NewsDiterbitkan 12 November 2025, 12:03 WIB
Petugas tim penjinak bom berjaga di pintu masuk SMAN 72 Jakarta pada 7 November 2025. Sebuah ledakan terjadi di SMAN 72 Jakarta di kawasan Kecamatan Kelapa Gading, Jakarta Utara, pada Jumat 7 November 2025 siang. (CANDRA/AFP)

Liputan6.com, Jakarta Polisi menggeledah dua lokasi terkait insiden ledakan di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 72 Kelapa Gading Barat, Jakarta Utara. Yakni di sekolah SMAN 72 yang menjadi lokasi kejadian, kedua di rumah terduga pelaku.

Di lokasi pertama, ada tiga bom aktif yang tidak meledak ditemukan di area SMAN 72 Jakarta saat insiden ledakan terjadi pada Jumat (7/11). Ketiga bom itu ditemukan di dua titik di lingkungan sekolah. 

Kabid Balmetfor Puslabfor Bareskrim Polri, Kombes Ari Kurniawan Jati mengatakan, bahan peledak yang ditemukan polisi di lokasi terjadinya ledakan berkekuatan rendah. 

"Kita analisa di laboratorium forensik, kita dapatkan hasil bahan peledak yang memiliki kekuatan rendah atau low eksplosif," kata Ari kepada wartawan, Rabu (12/11).

Polisi juga telah melakukan penggeledahan di rumah anak yang berkonflik dengan hukum (ABH) terkait kasus tersebut. Berdasarkan hasil penggeledahan atau pemeriksaan di rumah terduga pelaku, juga ditemukan bahan-bahan peledak yang memiliki kekuatan ledakan yang rendah atau low eksplosif.

"Dengan kata lain bahwa bahan yang ada di TKP 1 di dalam masjid, maupun di TKP 2 di samping bank sampah itu ada kesesuaian dengan bahan bahan yang ada di rumah ABH. Hasil itu akan kami rangkum dan kita simpulkan karena hasilnya sudah final dari Laboratorium forensik. Selanjutnya akan diberikan kepada penyidik," ucapnya.

Gerbang sekolah ditutup untuk umum, dan akses masuk dibatasi serta didata ketat oleh petugas. Penjagaan akan terus dilakukan hingga proses penyelidikan selesai dan situasi dinyatakan aman sepenuhnya oleh pihak berwenang. Tampak dalam foto, personel militer berjaga di sebuah sekolah setelah ledakan di Jakarta, Indonesia, pada Minggu, 9 November 2025. (AP Photo/Achmad Ibrahim)

Bawa Tujuh Bom, Tiga Tidak Meledak

Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri menyatakan ada sebanyak tujuh peledak yang dibawa terduga pelaku di kasus ledakan di SMAN 72 Jakarta, Kelapa Gading, Jakarta Utara (Jakut).

Juru Bicara Densus 88 AKBP Mayndra Eka Wardhana membenarkan temuan timnya, bahwa ada sebanyak tujuh peledak berdasarkan hasil Olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) pada Jumat, 7 November 2025.

“Benar,” tutur Mayndra saat dikonfirmasi, Senin (10/11/2025).

Menurutnya, sebanyak empat peledak berhasil diledakkan di dua lokasi berbeda dalam lingkungan SMAN 72 Jakarta. Meski begitu, dia belum merinci lebih jauh perihal temuan peledak tersebut.

“TKP 1 (Masjid) dua bom meledak, TKP 2 Taman Baca dan Bank Sampah terdapat dua bom meledak. Tiga yang tidak meledak,” jelas dia.

Tak Terhubung Jaringan Teror Tertentu

Kapolda Metro Jaya Irjen Asep Edi Suheri mengatakan, terduga pelaku ledakan di SMAN 72 Jakarta merupakan siswa aktif. Hal ini disampaikan dalam konferensi pers di Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (11/11/2025).

Menurut dia, dari hasil penyelidikan sementara, terduga pelaku melakukan aksi tersebut di SMAN 72 Jakarta dilakukan secara mandiri.

"Berdasarkan hasil penyelidikan sementara anak yang berkonflik dengan hukum yang disingkat ABH yang terlibat dalam ledakan tersebut diketahui merupakan seorang siswa SMA aktif yang bertindak secara mandiri," kata Asep.

Dia juga mengungkapkan, bahwa terduga pelaku tak terhubung dengan jaringan teror manapun.

"Dan (terduga pelaku) tidak terhubung dengan jaringan teror tertentu," ungkap Asep.

 

Reporter: Nur Habibie/merdeka.com

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya