Liputan6.com, Jakarta - Frank Lampard sudah memutuskan pensiun dari sepak bola pada tahun 2016. Dua tahun sebelumnya gelandang legendaris Chelsea ini juga mundur dari dari timnas Inggris.
Lampard memutuskan untuk mengakhiri karier bermainnya selama 21 tahun bersama New York City pada tahun 2016. Ia adalah satu dari hanya 10 pemain yang mencatatkan 100 caps untuk The Three Lions.
Advertisement
Dia memenangkan 13 trofi bersama Chelsea termasuk lima gelar Liga Inggris dan Liga Champions 2012. Lampard adalah gelandang tengah dengan gol terbanyak dalam sejarah Liga Primer, dengan 174 gol.
Setelah pensiun, ia menjadi pelatih kepala, dan setelah beberapa kali melatih Derby County, Chelsea, Everton, kini menangani Coventry, pemuncak klasemen Championship.
The Sky Blues memuncaki divisi dengan selisih lima poin setelah 15 pertandingan, dan telah mencetak 40 gol di liga sejauh musim ini.
Kepindahan Lampard Dinilai Kontroversial
Karier bermainnya di Liga Primer awalnya diyakini telah berakhir ketika ia dilepas oleh Chelsea pada musim panas 2014, tetapi ia kembali ke sepak bola Inggris bersama Manchester City untuk musim 2014/15.
Kepindahan itu dinilai kontroversial karena ia telah diumumkan sebagai pemain baru untuk klub MLS, New York City - klub induk Manchester City - sebelum kedatangannya di Stadion Etihad.
Kesepakatan dengan City awalnya dilaporkan sebagai pinjaman, tetapi kemudian dikonfirmasi bahwa ia telah menandatangani kontrak jangka pendek dengan City, yang diperpanjang sebelum akhirnya pindah ke New York pada musim panas 2015.
Pengaruh Pemain Manchester United
Lampard masih memiliki banyak hal untuk ditawarkan saat itu, dan mencetak enam gol dalam 32 penampilan liga untuk juara bertahan Manuel Pellegrini - meskipun penampilannya sedikit menurun menjelang akhir musim.
Ia menghabiskan 18 bulan bersama New York City, bermain sepanjang musim MLS 2016 sebelum pensiun di usia 38 tahun. Lampard secara khusus menyebutkan usianya sebagai alasan utama di balik pensiunnya. "Saya merasa sekaranglah saatnya untuk memulai babak baru dalam hidup saya."
Dua tahun sebelumnya, ia pensiun dari sepak bola internasional setelah 109 caps. Manajer Coventry itu mengungkapkan bahwa percakapan dengan seorang pemain Manchester United turut memengaruhi keputusannya - membuatnya merasa semakin tua.