Siswa Terduga Pelaku Ledakan SMAN 72 Jakarta Berstatus Anak Berhadapan dengan Hukum

Kapolda Metro Jaya Irjen Asep Edi Suheri mengonfirmasi bahwa pelaku ledakan di SMAN 72 Jakarta adalah seorang siswa aktif yang kini berstatus Anak Berhadapan dengan Hukum (ABH).

oleh Muhammad Radityo PriyasmoroDiterbitkan 11 November 2025, 17:46 WIB
Penjagaan untuk memastikan tidak ada ancaman lanjutan pasca-ledakan dan menjaga situasi tetap aman dan kondusif. Tampak dalam foto, personel militer berjaga di gerbang sebuah sekolah setelah ledakan di Jakarta, Indonesia, Minggu, 9 November 2025. (AP Photo/Achmad Ibrahim)

Liputan6.com, Jakarta Pihak kepolisian telah menetapkan status untuk Terduga pelaku ledakan di SMAN 72 Jakarta. Hal tersebut langsung disampaikan oleh Kapolda Metro Jaya Irjen Asep Edi Suheri.

 

"Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, anak yang berkonflik dengan hukum yang disingkat ABH yang terlibat dalam ledakan tersebut diketahui merupakan seorang siswa SMA aktif," kata dia.

Asep juga mengungkapkan, bahwa apa yang dilakukan ABH di SMAN 72 Jakarta tak disuruh pihak manapun atau dilakukan secara mandiri.

"Dan tidak terhubung dengan jaringan teror tertentu," ungkap dia.

Sebelumnya, Siswa kelas XI SMAN 72 Jakarta berinisial S sempat bercerita adanya dugaan perundungan atau bullying dalam peristiwa ledakan saat salat Jumat di sekolahnya.

"Saya dapat info katanya pelakunya terindikasi siswa. Mungkin karena dia tuh korban bully jadi ingin balas dendam," tutur S di lingkungan SMAN 72 Jakarta, Jumat (7/11/2025).

 

Muncul Kabar soal Perundungan

 

Dengan pakaian yang masih berlumuran darah teman-temannya, S bercerita bahwa ledakan terjadi di tengah masjid saat salat Jumat baru akan dimulai. Para siswa pun langsung berhamburan keluar masjid.

"Kronologi sebelum salat Jumat lagi mau khutbah selesai, lagi mau iqomah, tiba-tiba ada ledakan. Dari tengah masjid. Ada ledakan kita kabur, nyelamatin teman-teman, setelah nyelametin teman-teman ada ledakan lagi kedua kali," jelas dia.

Ledakan kedua terdengar di belakang sekolah. Sementara terduga pelaku diketahui merupakan seniornya yakni kelas XII.

"Tadi benar-benar panik banget saya gendongin satu-satu bantu ngobatin korbannya. Untung saya belajar dari online cara ngobatin pasien jadi Alhamdulillah bisa ngobatin sampai dibawa ke Rumah Sakit Islam," ungkapnya.

Percikan Api

S mengaku sempat melihat percikan api. Saat peristiwa, telinganya turut berdengung hingga tidak dapat mendengar apapun.

"Lagi ramai banget, penuh (masjid), tapi di atas lagi tidak ada orang," S menandaskan.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya