Kualitas Pemain Juventus Dipertanyakan Setelah Hasil Imbang Lawan Torino

Mantan striker West Ham Paolo Di Canio mengkritik Francisco Conceicao dan Weston McKennie usai Juventus bermain imbang melawan Torino. Ia menilai kedua pemain itu tak menunjukkan kualitas teknis yang dibutuhkan tim.

oleh Aga Deta AndityaDiterbitkan 11 November 2025, 08:50 WIB
Pemain Juventus, Francisco Conceicao (kiri), berebut bola dengan pemain Torino, Kristjan Asllani, dalam pertandingan Serie A antara Juventus dan Torino di Turin, Italia, Sabtu, 8 November 2025. (Marco Alpozzi/LaPresse via AP)

Liputan6.com, Jakarta Mantan striker Italia, Paolo Di Canio, kembali melontarkan kritik pedas terhadap pemain Juventus usai hasil imbang tanpa gol melawan Torino. Ia menilai performa beberapa pemain kunci masih jauh dari harapan.

Laga Derby della Mole yang berlangsung akhir pekan lalu berakhir tanpa pemenang. Juventus gagal mencetak gol dan kembali menunjukkan keterbatasan teknis di lini serang mereka.

Kekecewaan juga datang dari para pengamat yang menilai pasukan Bianconeri tampil tanpa ide. Salah satu suara paling keras datang dari Di Canio, yang menyoroti Francisco Conceicao dan Weston McKennie.

Menurutnya, kedua pemain tersebut tampil di bawah standar dan tidak menunjukkan kualitas yang diharapkan. Kritik itu ia sampaikan saat tampil sebagai pundit di acara Sky Calcio Club.


Francisco Conceicao Dinilai Terlalu Boros Peluang

Selebrasi Francisco Conceicao di laga Hellas Verona vs Juventus di pekan keempat Serie A 2025/2026 di Marcantonio Bentegodi, Sabtu (20/09/2025) malam WIB. (Paola Garbuioi/LaPresse via AP)

Paolo Di Canio menilai Francisco Conceicao gagal memberikan kontribusi maksimal saat menghadapi Torino. Meskipun beberapa kali mencoba menembus pertahanan lawan, pemain asal Portugal itu dianggap terlalu sering kehilangan bola.

Mantan penyerang West Ham United itu menilai usaha Conceicao memang patut diapresiasi, namun hasil akhirnya tidak sesuai harapan. Ia menilai pemain sayap muda itu harus lebih efisien dalam mengelola peluang.

"Semua terlihat bagus, tetapi ketika Spalletti berbicara soal pra-assist—umpan yang membuka ruang bagi pembuat assist—dua langkah itu masih hilang," ujar Di Canio dalam acara Sky Calcio Club yang dikutip dari IlBianconero.

"Sebagai contoh, Conceicao kehilangan bola empat kali. Anda boleh membuang banyak peluang, tetapi kemudian harus mencetak gol. Jika Anda membuat gol atau assist, saya bisa menerima, tetapi jika Anda kehilangan tujuh atau delapan bola dan merusak peluang, tim akan kehilangan kepercayaan diri," kata Di Canio.


Weston McKennie Disindir Soal Kontrol Bola

Gelandang Juventus, Weston McKennie (kanan), berduel dengan pemain Torino, Saul Coco, dalam pertandingan Serie A antara Juventus dan Torino di Turin, Italia, Sabtu, 8 November 2025. (Fabio Ferrari/LaPresse via AP)

Selain Conceicao, Di Canio juga menyoroti performa Weston McKennie yang dianggap belum memenuhi standar Juventus. Ia menilai gelandang asal Amerika Serikat itu kurang memiliki sentuhan pertama yang baik.

Menurut Di Canio, McKennie sering kehilangan kontrol bola di momen-momen penting. Kondisi tersebut dianggap sebagai simbol dari menurunnya kualitas teknis Juventus secara keseluruhan.

"Yildiz juga mencoba menciptakan peluang. Saat ia mendapat ruang, ia bisa membuat kekacauan dengan aksinya," kata Di Canio."Namun, McKennie mengontrol bola dengan tulang keringnya. Jadi, kualitas seperti apa yang sedang kita bicarakan?" lanjutnya.


Kritik Tambahan soal Perubahan Posisi Koopmeiners

Gelandang Juventus, Teun Koopmeiners. (AFP/Isabella BONOTTO)

Di Canio juga menyinggung keputusan pelatih Luciano Spalletti yang mengubah posisi Teun Koopmeiners menjadi bek. Ia menganggap langkah tersebut aneh dan menunjukkan kebingungan dalam memaksimalkan potensi pemain.

Menurutnya, jika klub membeli pemain untuk peran tertentu, seharusnya potensi itu dioptimalkan, bukan diubah secara drastis. Keputusan seperti ini, kata Di Canio, justru menunjukkan ketidakjelasan arah permainan.

"Jika Anda membeli produk untuk digunakan dengan tujuan tertentu, Anda membayar mahal untuk itu," ujar Di Canio."Dan jika tidak berhasil, daripada menyingkirkannya, cobalah untuk menggunakannya secara berbeda," tambahnya.

Sumber: Juvefc


Persaingan Sengit di Liga Italia

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya