Usai Insiden Ledakan di SMAN 72, Gubernur Pramono Dukung Pembatasan Game Perang

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mendukung pemerintah pusat yang tengah mengkaji pembatasan game bertema perang, termasuk PlayerUnknown’s Battlegrounds (PUBG). Menurut Pramono, langkah pembatasan game bertema perang juga sejalan dengan upaya pemerintah mencegah insiden serupa terjadi di masa depan.

oleh Winda NelfiraDiterbitkan 10 November 2025, 12:39 WIB
Diketahui, situasi ini akan terus dilakukan hingga proses penyelidikan selesai dan situasi dinyatakan aman sepenuhnya oleh pihak berwenang. Tampak dalam foto, personel keamanan berjaga di area SMAN 72 Jakarta, Senin (10/11/2025). (merdeka.com/Arie Basuki)

Liputan6.com, Jakarta Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan dukungan penuh kepada pemerintah pusat yang tengah mengkaji pembatasan game bertema perang, termasuk PlayerUnknown’s Battlegrounds (PUBG). Hal ini disampaikan Pramono menyusul terjadinya insiden ledakan di SMAN 72 Jakarta.

“Tentunya pemerintah DKI Jakarta akan memberikan dukungan sepenuhnya apa yang menjadi kebijakan pemerintah untuk mengatasi agar persoalan yang terjadi di SMAN 72 tidak terulang kembali,” kata Pramono di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (10/11/2025). 

Menurut Pramono, langkah pembatasan game bertema perang juga sejalan dengan upaya pemerintah mencegah insiden serupa terjadi di masa depan. Dia menekankan, keselamatan siswa harus menjadi prioritas utama.

“Intinya adalah memang ini tidak boleh terulang kembali sehingga apa yang menjadi kebijakan pemerintah pusat, pemerintah Jakarta akan memberikan dukungan sepenuhnya,” ucapnya. 

Untuk diketahui, ledakan terjadi di SMA Negeri 72 Jakarta, Jalan Prihatin, Kelurahan Kelapa Gading Barat, Jakarta Utara, pada Jumat (7/11/2025). Insiden itu terjadi saat khotbah Jumat tengah berlangsung. 

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyebut dari temuannya di lapangan memang ada indikasi perundungan yang dialami terduga pelaku ledakan di SMAN 72 Jakarta. “Walaupun ketika saya di lapangan saya mendapatkan beberapa hal tentang itu (dugaan bullying),” kata Pramono. 

Siswa kelas XI SMAN 72 Jakarta berinisial S mengungkap dugaan adanya perundungan yang mungkin berkaitan dengan insiden ledakan saat salat Jumat di sekolah.

“Saya dapat info katanya pelakunya terindikasi siswa. Mungkin karena dia tuh korban bully jadi ingin balas dendam,” tutur S di lingkungan SMAN 72 Jakarta, Jumat (7/11/2025).

Penggeledahan Rumah

Polisi bergerak cepat dan langsung menggeledah sebuah rumah di Jalan Mahoni 1, Sukapura, Cilincing, Jakarta Utara, pada Jumat, 7 November 2025. Rumah itu rupanya tempat tinggal terduga pelaku ledakan di SMA Negeri 72 Jakarta. 

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan, penggeledahan dilakukan tim gabungan dari Polda Metro Jaya, Polres Metro Jakarta Utara, Densus 88 Antiteror, dan Puslabfor Mabes Polri.

Tujuannya tak lain untuk mencocokkan barang bukti (barbuk) yang ditemukan di lokasi ledakan dengan benda-benda yang ada di rumah tersebut. Hasilnya, ditemukan sejumlah alat dan bahan yang memiliki kesamaan dengan temuan di lokasi sekolah.

"Setelah melakukan pendataan dan pengelolahan barang bukti dan dilanjutkan dengan pengeledahan. Ternyata ada persesuaian dari beberapa alat barbuk tersebut," kata dia kepada wartawan, Sabtu (8/11/2025) malam.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya