Liputan6.com, Jakarta - Seorang pemuda asal Batam berinisial MSR (21) ditangkap polisi usai mencuri ponsel jenis iPhone 14 Pro milik pengunjung Mall Grand Indonesia, Jakarta Pusat pada Jumat, 7 November 2025. Itulah top 3 news hari ini.
Aksi copet tersebut sempat viral di sosial media, saat momen penangkapannya oleh pengunjung dan petugas keamanan.
Advertisement
Kapolres Jakarta Pusat Kombes Susatyo Purnomo Condro membenarkan pihaknya telah mengamankan pelaku. Situasi di lokasi kejadian berangsur kondusif lantaran peran cepat masyarakat dan petugas keamanan mall.
Sementara itu, aksi nekat dilakukan komplotan maling dengan mencuri di Hotel Istana Ratu, Jalan Kramat Jaya Baru, Johar Baru, Jakarta Pusat.
Tidak tanggung-tanggung, sasarannya bukan hanya barang namun juga material bangunan jadi yang dibongkar paksa. Kapolres Jakarta Pusat Kombes Susatyo Purnomo Condro menyampaikan, peristiwa tersebut sebenarnya terjadi pada Sabtu, 26 September 2025 sekitar pukul 16.00 WIB.
Kinerja petugas akhirnya membuahkan hasil setelah penyelidikan beberapa minggu, dengan menangkap empat pelaku berinisial H (51), JP (25), JY (30), dan I (57) pada Sabtu, 8 November 2025 sekitar pukul 07.00 WIB.
Berita terpopuler lainnya di kanal News Liputan6.com adalah terkait Ketua Umum atau Ketum Partai NasDem Surya Paloh mendukung rencana pemberian gelar Pahlawan Nasional untuk Presiden ke-2 RI Soeharto.
Menurut Paloh, polemik pro dan kontra terhadap rencana pemberian gelar pahlawan untuk Soeharto hal yang lumrah. Namun, ia mengingatkan bahwa penolakan pemberian gelar pahlawan untuk Soeharto tak menghilangkan sisi objektifitas mengenai kontribusinya selama 32 tahun memimpin.
Berikut deretan berita terpopuler di kanal News Liputan6.com sepanjang Minggu 9 November 2025:
1. Aksi Copet di Mall Grand Indonesia Bikin Geger, Sempat Viral di Sosmed
Seorang pemuda asal Batam berinisial MSR (21) ditangkap polisi usai mencuri ponsel jenis iPhone 14 Pro milik pengunjung Mall Grand Indonesia, Jakarta Pusat pada Jumat, 7 November 2025.
Aksi copet tersebut sempat viral di sosial media, saat momen penangkapannya oleh pengunjung dan petugas keamanan.
Kapolres Jakarta Pusat Kombes Susatyo Purnomo Condro membenarkan pihaknya telah mengamankan pelaku. Situasi di lokasi kejadian berangsur kondusif lantaran peran cepat masyarakat dan petugas keamanan mall
"Petugas kami telah mengamankan pelaku pencurian ponsel di Grand Indonesia. Kami berterima kasih kepada masyarakat dan pihak keamanan mall yang cepat bertindak namun tetap tidak melakukan tindakan main hakim sendiri. Saat ini pelaku telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di Polsek Metro Menteng," tutur Susatyo kepada wartawan, Minggu 9 November 2025.
2. Hotel di Johar Baru Jakpus Dipreteli Maling, Dijual jadi Besi Tua dan Bahan Bangunan Bekas
Aksi nekat dilakukan komplotan maling dengan mencuri di Hotel Istana Ratu, Jalan Kramat Jaya Baru, Johar Baru, Jakarta Pusat.
Tidak tanggung-tanggung, sasarannya bukan hanya barang namun juga material bangunan jadi yang dibongkar paksa.
Kapolres Jakarta Pusat Kombes Susatyo Purnomo Condro menyampaikan, peristiwa tersebut sebenarnya terjadi pada Sabtu, 26 September 2025 sekitar pukul 16.00 WIB.
Kinerja petugas akhirnya membuahkan hasil setelah penyelidikan beberapa minggu, dengan menangkap empat pelaku berinisial H (51), JP (25), JY (30), dan I (57) pada Sabtu, 8 November 2025 sekitar pukul 07.00 WIB.
"Polri berkomitmen untuk menindak tegas para pelaku kejahatan di wilayah Jakarta Pusat. Tidak ada ruang bagi pelaku kriminalitas yang mengganggu rasa aman masyarakat," tutur Susatyo kepada wartawan, Minggu 9 November 2025.
3. Surya Paloh Dukung Soeharto jadi Pahlawan Nasional, Ingatkan Pasti Ada Pro dan Kontra
Ketua Umum atau Ketum Partai NasDem Surya Paloh mendukung rencana pemberian gelar Pahlawan Nasional untuk Presiden ke-2 RI Soeharto.
"NasDem sudah kasih statement, sepakat itu (gelar pahlawan Soeharto)," kata Surya Paloh, dalam keterangannya, Minggu 9 November 2025.
Menurut Paloh, polemik pro dan kontra terhadap rencana pemberian gelar pahlawan untuk Soeharto hal yang lumrah.
"Ya, itu konsekuensinya. Ya, saya pikir memang kalau sudah mempersiapkan segala sesuatunya termasuk konsekuensi pro dan kontra, polemik yang terjadi, ya bagi Nasdem melihat dari sisi positifnya ya," ucap dia.