Manchester United Diselamatkan Gol di Menit Akhir, Ruben Amorim Akui Butuh Bantuan Old Trafford

Meski imbang lawan Tottenham dan Nottingham, tidak dapat disangkal bahwa Manchester United menunjukkan tanda-tanda perkembangan dengan tidak menyerah di saat-saat sulit.

oleh Achmad Yani YustiawanDiterbitkan 10 November 2025, 12:00 WIB
Pemain Manchester United, Kobbie Mainoo (kiri) merayakan gol penyeimbang 4-4 ke gawang Lyon dalam laga lanjutan Liga Europa 2024/2025 di Old Trafford, Manchester, Inggris, Jumat (18/04/2025) dini hari WIB. (AP Photo/Jon Super)

Liputan6.com, Jakarta - Manchester United mengakhiri rentetan ketiga musim mereka sebelum jeda internasional terakhir tahun 2025 dengan mempertahankan rekor tak terkalahkan mereka. Hasil imbang 2-2 melawan Tottenham Hotspur merupakan pengulangan laga kontra Nottingham Forest, baik dari sisi positif maupun negatifnya.

MU kembali dihajar lawannya dua kali dalam rentang beberapa menit, dan mereka kembali membutuhkan gol penyeimbang di menit-menit akhir untuk menyelamatkan satu poin.

Hal terbaik yang dapat Ruben Amorim petik dari pertandingan-pertandingan ini adalah mereka akhirnya akan mendapatkan apa yang sangat mereka rindukan saat melawan Everton dalam dua pertandingan terakhir.

Terlepas dari dua hasil imbang berturut-turut ini, tidak dapat disangkal bahwa skuad ini benar-benar menunjukkan tanda-tanda perkembangan dengan tidak menyerah di saat-saat sulit.

Langkah selanjutnya adalah menghindari momen-momen sulit tersebut sepenuhnya dengan menjadi lebih percaya diri saat menguasai bola. Salah satu alasan mengapa United gagal melakukannya melawan Forest dan Spurs adalah karena mereka terkadang tampak takjub dengan energi stadion.


Perlakuan Manchester United pada Lawan

Mathys Tel merayakan gol yang dicetaknya ke gawang Manchester United pada lanjutan Liga Inggris 2025/2026, Sabtu (8/11/2025) malam WIB di Tottenham Hotspur Stadium. (Ben STANSALL / AFP)

Begitu gol pertama tercipta untuk tim tuan rumah, stadion mulai bergemuruh. Dan kemudian lawan, yang terpacu oleh energi tersebut, bangkit dan kembali mencetak gol.

Hal ini sangat berbeda dengan yang dilakukan United terhadap lawan mereka di Old Trafford, yang menurut Amorim setelah hasil imbang melawan Forest 'sangat penting' bagi tim ini saat ini.

Manajer Man Utd saat itu mengatakan bahwa getaran kecil di stadion saat transisi, atau gemuruh setelah tekel, sangat membantu tim, dan bahwa Old Trafford akhirnya menjadi benteng.


Ubah Old Trafford Jadi Benteng Kokoh

Aksi Amad Diallo dalam laga Tottenham vs Manchester United di final Liga Europa 2024/2025, Kamis (22/5/2025). (AP Photo/Manu Fernandez)

Hal itu menempatkan kedua hasil imbang tandang ini dalam perspektif yang jauh lebih baik, karena United akhirnya akan kembali ke tempat perburuan mereka sendiri setelah jeda internasional berakhir.

Sejak kalah telak dari Arsenal di laga pembuka musim, United telah memanfaatkan energi tersebut dan mengubah Old Trafford menjadi benteng yang kokoh.

Mereka tak terkalahkan di kandang musim ini sejak pertandingan tersebut, termasuk kemenangan atas tim yang sulit ditaklukkan, Brighton, dan kemenangan melawan Sunderland yang semakin membaik seiring dengan setiap hasil yang diraih Black Cats sejak saat itu.


Performa di Old Trafford akan Menentukan Musim Ini

Penyerang Tottenham Hotspur asal Brasil #09, Richarlison (3 kiri), berebut dengan bek Manchester United asal Prancis #15, Leny Yoro (2 kiri), dan penyerang Manchester United asal Pantai Gading #16, Amad Diallo (tengah), dalam pertandingan Premier League Inggris antara Tottenham Hotspur dan Manchester United di Stadion Tottenham Hotspur, London, pada 8 November 2025. (Ben STANSALL/AFP)

Dengan Everton yang akan menjadi lawan berikutnya, yang akan berada di puncak performa setelah kemenangan mereka melawan Fulham, Amorim yakin performa kandang mereka akan menentukan musim ini.

Mereka harus menargetkan kemenangan setidaknya 14-15 pertandingan kandang dari kemungkinan 19 laga, dan kemudian meraih sekitar 30 poin dari pertandingan tandang mereka.

Itu akan menempatkan mereka di posisi prima untuk memperebutkan tempat di Eropa, dan jika beruntung, mereka akan berjuang keras untuk mendapatkan tempat di Liga Champions.

Sejauh ini, kekalahan mereka dari Arsenal adalah satu-satunya kekalahan liga di kandang. Mereka harus mempertahankan rekor tersebut saat Everton bertandang setelah jeda internasional.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya