Liputan6.com, Washington D.C - Suasana haru menyelimuti keluarga Maria Florinda Rios Perez, seorang ibu empat anak yang tewas ditembak setelah tanpa sengaja datang ke alamat yang salah untuk janji bersih-bersih rumah di Indiana.
Di tengah pelukan anak-anaknya, suami Rios Perez, Mauricio Velásquez, menceritakan kesedihan mendalam yang kini mereka rasakan serta menuntut agar penembaknya diadili.
Advertisement
“Melihat istri saya tak bernyawa dalam pelukan saya, berlumuran darah… rasanya seperti seluruh hidup saya direnggut,” ujar Velásquez kepada Telemundo sambil menangis dalam sebuah acara peringatan untuk istrinya. “Mereka tidak seharusnya mengambil nyawanya dengan cara seperti itu.”
Tersesat ke Rumah yang Salah
Rios Perez, imigran Guatemala berusia 32 tahun, tewas pada Rabu pagi setelah ia dan suaminya secara keliru tiba di rumah lain ketika akan bekerja sebagai pembersih rumah. Keluarga mengatakan, mereka sama sekali tidak berniat masuk atau melakukan tindakan mencurigakan, dikutip dari laman NBC News, Minggu (9/11/2025).
Ia meninggalkan empat anak, yang tertua berusia 17 tahun dan yang termuda baru 11 bulan. Saat Velásquez berbicara, kedua putri mereka tampak menangis sambil saling berpelukan. “Mustahil orang itu bebas sementara anak-anak kami menderita,” katanya.
Departemen Kepolisian Metropolitan Whitestown menerima laporan 911 tentang dugaan percobaan penyusupan di kawasan perumahan Heritage. Saat tiba di lokasi, polisi menemukan Rios Perez dalam kondisi luka tembak dan sang suami berada di teras rumah. Upaya penyelamatan dilakukan, namun Rios Perez dinyatakan meninggal di tempat.
Kemudian dipastikan bahwa pasangan tersebut adalah pekerja kebersihan yang salah alamat—bukan pelaku kejahatan, seperti yang awalnya diduga si pelapor.
Kantor Koroner Wilayah Boone menetapkan kematian Rios Perez sebagai “homicide” atau pembunuhan, sebuah istilah medis yang berarti kematian disebabkan orang lain, tanpa menyiratkan adanya niat kriminal.
Keluarga: Kalau Merasa Terancam, Ada Cara Lain Selain Menembak MatiDalam acara peringatan, sepupu korban, Wilmer Alvarez, mengatakan bila si penembak merasa terancam, seharusnya ada cara lain untuk merespons.
“Kalau dia benar-benar takut, dia bisa melumpuhkan atau melakukan sesuatu selain membunuhnya,” ujarnya. “Kami hanya menuntut keadilan. Membunuh seorang perempuan tak bersenjata adalah tindakan pengecut.”
Pengakuan Pihak Keluarga
Rudy Rios, adik korban, meminta publik mengingat kakaknya sebagai sosok penyayang dan rendah hati. “Dia hanya bekerja untuk memberi makan anak-anaknya,” katanya. “Dia tidak mengancam siapa pun. Dia hanya memegang kunci.”
Hukum ‘Stand Your Ground’ Jadi SorotanJaksa Wilayah Boone, Kent Eastwood, mengatakan kasus ini akan ditinjau berdasarkan hukum pertahanan diri Indiana yang memungkinkan penggunaan kekuatan mematikan untuk melindungi rumah dari ancaman. “Kami akan menilai bukti secara menyeluruh dan menentukan apakah tuntutan pidana diperlukan,” ujarnya.
Bagi Velásquez, kehilangan istrinya adalah luka yang tak tergantikan. “Hadiah terbesar dari istri saya adalah anak-anak kami,” katanya. “Dan saya akan berjuang untuk mereka.”