Liputan6.com, Jakarta Protein merupakan salah satu sumber makronutrien yang harus ada dalam setiap kali makan termasuk dalam menu program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kehadiran asupan protein memiliki peran penting dalam masa pertumbuhan anak.
“Protein berperan sebagai zat pembangun, mengandung asam amino esensial yang dibutuhkan untuk mendukung tumbuh kembang anak,” kata certified nutritionist Melly Wijayanti.
Advertisement
Mengenai kebutuhan protein, Melly mengatakan bahwa berbeda-beda pada tiap anak. Pada anak-anak usia sekolah dasar membutuhkan sekitar 25 hingga 45 gram protein setiap hari, tergantung berat badan.
“Idealnya dalam satu porsi makan program MBG, terdapat 8–15 gram protein agar kebutuhan harian mereka tercukupi,” kata Melly.
Lebih lanjut, Melly mengatakan bahwa untuk anak idealnya asupan protein utama berasal dari sumber hewani seperti telur, daging sapi, daging ayam dan ikan. Namun, kala ada keterbatasan dalam akses atau biaya, bahan pangan berbasis kedelai dapat menjadi alternatif yang baik.
Tempe dan tahu merupakan dua contoh produk berasal dari kedelai yang merupakan protein nabati serta mudah diolah.
“Kalau memang ada keterbatasan dalam akses produk hewani, dibandingkan makan telur dua hari sekali, lebih baik tahu atau tempe setiap kali makan, karena harganya jauh lebih terjangkau,” kata Melly dalam keterangan tertulis.
Sarankan Menu MBG dengan Lauk Hewani Minimal 2 Kali Seminggu
Protein nabati memang bisa menjadi alternatif yang baik dalam sumber protein dalam menu MBG. Meski begitu protein hewani juga tetap masuk ke dalam menu makan yang masuk dalam program prioritas nasional.
“Idealnya memang dari hewani karena lebih mudah diserap tubuh, tapi jika sumbernya terbatas, bisa diselingi dengan nabati. Setidaknya dua kali seminggu tetap ada lauk hewani jika memungkinkan,” kata Melly.
Kehadiran protein, baik hewani dan nabati, dalam setiap menu yang disantap anak-anak, membuat penerima MBG tetap bisa mendapatkan asupan gizi yang seimbang. Sehingga lewat program prioritas Presiden Prabowo ini tidak hanya soal pemberian makanan gratis, tetapi setiap porsi makanan yang diberikan memiliki nilai gizi yang baik. Tentunya hal ini bermanfaat pada pertumbuhan, kecerdasan dan masa depan anak-anak Indonesia.