Pemerintah Bahas Solusi Utang Whoosh, Airlangga: Banyak Cara untuk Selesaikan

Pemerintah bersama Danantara tengah mencari solusi penyelesaian utang proyek KCIC Whoosh melalui pembahasan teknis lintas kementerian.

oleh Arthur GideonDiterbitkan 07 November 2025, 20:00 WIB
Kereta Cepat Jakarta-Bandung Whoosh telah diresmikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada 2 Oktober 2023, dan mulai beroperasi untuk umum pada 3 Oktober 2023.

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memastikan pemerintah tengah mencari solusi terbaik untuk menyelesaikan persoalan utang proyek Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) atau “Whoosh”. Menurutnya, pembahasan dilakukan secara teknis antar kementerian dan bersama Danantara Indonesia sebagai mitra strategis.

“Kita sedang bahas, nanti tentu dibicarakan secara teknis antar kementerian dan juga dengan solusi dengan Danantara,” ujar Airlangga saat ditemui di Kantor Kemenko Perekonomian, dikutip dari Antara, Jumat (7/11/2025).

Airlangga optimistis Danantara memiliki kapasitas dan beragam opsi untuk membantu menuntaskan permasalahan utang tersebut. “Kalau korporasi kan banyak cara,” ujarnya.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto telah menginstruksikan jajarannya untuk menghitung kembali seluruh detail utang KCIC serta menyiapkan berbagai skenario penyelesaian, termasuk opsi perpanjangan masa pinjaman.

"Pak Airlangga, Menteri Keuangan, kemudian CEO Danantara diminta untuk menghitung lagi detail-detailnya, kemudian opsi-opsi untuk meminta, misalnya, perpanjangan masa pinjaman. Itu bagian dari skenario-skenario terbaik," jelas Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi.

 

Dua Skema Utama Selesaikan Masalah Whoosh

Harga tiket Kereta Cepat Jakarta-Bandung WHOOSH dikabarkan akan dijual Rp 250 Ribu (dok: Tira)

Sementara itu, Danantara Indonesia menegaskan telah menyiapkan dua skema utama untuk membantu penyelesaian utang proyek KCIC. Skema pertama adalah dengan menambah penyertaan modal atau equity injection, dan skema kedua melalui pengambilalihan infrastruktur KCIC oleh pemerintah.

"Apakah kemudian kita tambahkan equity yang pertama atau kemudian memang ini kita serahkan infrastrukturnya sebagaimana industri kereta api lain, infrastrukturnya itu milik pemerintah. Nah ini dua opsi ini yang kita coba tawarkan," ungkap COO Danantara Indonesia, Dony Oskaria.

Dony menegaskan, kedua opsi tersebut tengah dikaji untuk memastikan keberlanjutan operasional KCIC sekaligus menjaga stabilitas keuangan BUMN terkait.

 

Dampak Ekonomi daeri Whoosh Signifikan

Lebih lanjut, Dony menilai proyek kereta cepat “Whoosh” telah memberi dampak ekonomi yang signifikan. Selain memangkas waktu tempuh Jakarta–Bandung menjadi sekitar 30 menit, jumlah penumpangnya terus meningkat hingga mencapai 30 ribu per hari.

"Tapi dari satu sisi kita juga memperhatikan keberlanjutan daripada KAI itu sendiri. Karena KCIC ini sekarang bagian daripada KAI, inilah yang kita cari solusi terbaik," jelas Dony.

Pemerintah berharap langkah-langkah yang disiapkan bersama Danantara dapat menjaga stabilitas proyek strategis nasional ini agar tetap beroperasi optimal tanpa membebani anggaran negara. Penyelesaian utang KCIC menjadi salah satu fokus utama kabinet ekonomi dalam mendorong efisiensi transportasi publik dan investasi infrastruktur berkelanjutan di Indonesia.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya