Pangkalan Militer AS Dikirimi Paket Misterius Berisi Serbuk Putih, Sebabkan Sejumlah Orang Jatuh Sakit

Joint Base Andrews dikenal sebagai pangkalan penting yang sering digunakan oleh presiden, wakil presiden, serta pejabat tinggi kabinet AS untuk keperluan perjalanan resmi. Diketahui, Presiden Donald Trump sempat berada di pangkalan itu sehari sebelum insiden terjadi.

oleh Khairisa FeridaDiterbitkan 07 November 2025, 16:13 WIB
Tanda nama Joint Base Andrews pada 26 Maret 2021 di Pangkalan Angkatan Udara Andrews, Maryland, Amerika Serikat. (Dok. AP/Alex Brandon)

Liputan6.com, Washington, DC - Sebuah paket mencurigakan yang dikirim ke Joint Base Andrews, pangkalan militer Amerika Serikat (AS) yang terletak di Maryland, pinggiran Washington, DC, pada Kamis (6/11/2025), menimbulkan kepanikan setelah menyebabkan beberapa orang jatuh sakit dan harus dibawa ke rumah sakit. 

Dalam keterangan resminya, pihak Joint Base Andrews menyebutkan bahwa insiden terjadi ketika seseorang membuka paket tersebut di salah satu gedung pangkalan. 

"Sebagai langkah pencegahan, gedung tersebut beserta gedung yang terhubung dengannya segera dievakuasi dan area di sekitarnya dipasangi garis pengaman," bunyi pernyataan itu seperti dilansir CNN.

"Petugas tanggap darurat dari Joint Base Andrews langsung menuju lokasi, memastikan tidak ada ancaman langsung dan kemudian menyerahkan penanganan lebih lanjut kepada Office of Special Investigations. Saat ini, penyelidikan masih berlangsung."

Menurut dua sumber yang mengetahui proses penyelidikan, beberapa orang yang berada di lokasi dibawa ke Malcolm Grove Medical Center di dalam pangkalan setelah paket itu dibuka. Di dalamnya ditemukan serbuk putih dengan bahan yang belum teridentifikasi.

Salah satu sumber mengatakan, hasil uji awal yang dilakukan oleh tim HAZMAT menunjukkan bahwa serbuk tersebut tidak mengandung zat berbahaya. Namun, penyelidikan tetap dilanjutkan untuk memastikan hasil akhir. Tim HAZMAT meninggalkan lokasi pada Kamis malam setelah memastikan area aman.

Belum diketahui secara pasti seberapa parah kondisi orang-orang yang mengalami gejala sakit akibat terpapar saat paket itu dibuka. Sementara itu, ruangan tempat amplop tersebut dibuka — yang berada di gedung Air National Guard Readiness Center — masih ditutup hingga kini untuk kepentingan penyelidikan.

Dua sumber tersebut juga mengungkapkan bahwa penyidik tengah meneliti materi propaganda politik yang disertakan dalam paket tersebut.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya