Sindiran untuk Posisi Baru Teun Koopmeiners: Juventus Bayar Rp1,1 Triliun Hanya untuk Bek Tengah Dadakan?

Teun Koopmeiners tengah menikmati babak baru dalam kariernya di Juventus di bawah asuhan Luciano Spalletti. Namun, komentar terbaru sang gelandang asal Belanda justru memancing reaksi tajam dan sindirandari jurnalis senior Italia, Ivan Zazzaroni.

oleh Ari Rachman PrayogaDiterbitkan 07 November 2025, 14:45 WIB
Duel Teun Koopmeiners vs Francisco Trincao dalam laga Liga Champions antara Juventus vs Sporting Lisbon, Rabu (5/11/2025). (AP Photo/Antonio Calanni)

Liputan6.com, Jakarta Teun Koopmeiners tengah menikmati babak baru dalam kariernya di Juventus di bawah asuhan Luciano Spalletti. Namun, komentar terbaru sang gelandang asal Belanda justru memancing reaksi tajam dan sindiran dari jurnalis senior Italia, Ivan Zazzaroni.

Musim panas 2024 lalu, Juventus rela menggelontorkan dana besar mencapai €60 juta untuk memboyong Koopmeiners dari Atalanta. Eks pemain AZ Alkmaar itu diharapkan menjadi motor serangan di lini tengah, seperti saat tampil gemilang bersama Gian Piero Gasperini. Namun di bawah Thiago Motta dan Igor Tudor, performanya justru stagnan.

Kejutan datang pekan lalu ketika Spalletti memutuskan memainkan Koopmeiners sebagai bek tengah kiri dalam laga Serie A kontra Cremonese, dan strategi itu kembali ia gunakan di Liga Champions melawan Sporting CP.

Secara mengejutkan, Koopmeiners mengaku merasa lebih nyaman bermain di posisi belakang karena tidak suka beroperasi di area sepertiga akhir lapangan dengan membelakangi gawang.


Reaksi Zazzaroni

Teun Koopmeiners dari Juventus dan Toma Basic dari Lazio berebut bola di udara dalam pertandingan Serie A di Olimpico, Minggu, 26 Oktober 2025. (AP Photo/Gregorio Borgia)

Pernyataan itu membuat Zazzaroni terpingkal sekaligus heran. Dalam kolomnya di Corriere dello Sport, ia menulis dengan nada satir, “Jadi, siapa yang mau menjelaskan pada Giuntoli bahwa tahun lalu ia membayar €60 juta untuk seorang bek, bukan gelandang kelas dunia yang dijanjikan kepada Motta?”

Zazzaroni melanjutkan sindirannya dengan mengungkit statistik Koopmeiners yang mencetak total 61 gol selama kariernya di Belanda dan Italia.

“Bagaimana mungkin seseorang dengan catatan gol seperti itu kini merasa lebih cocok sebagai bek? Mengapa butuh 27 tahun untuk mengakui bahwa dirinya tidak nyaman bermain di lini tengah?”


Sindiran Zazzaroni

Gelandang Juventus, Teun Koopmeiners. (AFP/Isabella BONOTTO)

Ia bahkan menyinggung para pelatih sebelumnya, seperti Allegri dan Gasperini, yang selalu menempatkan Koopmeiners sebagai gelandang serang. “Hanya Spalletti yang butuh dua menit untuk menemukan posisi paling alami bagi Koop,” tulisnya dengan nada menggoda.

Tak berhenti di situ, Zazzaroni juga menembakkan kritik terselubung kepada pemilik mayoritas Juventus, John Elkann. Ia menilai keputusan membayar mahal Koopmeiners menjadi bukti dari proyek “pembersihan” era Andrea Agnelli yang diemban direktur Cristiano Giuntoli.

“Kini kita tahu mengapa Elkann memecat Giuntoli,” sindir Zazzaroni. “Ia memang menjalankan mandat untuk menghapus semua jejak Agnelli, tapi membayar €60 juta untuk seorang bek di masa sulit seperti ini tetap tak bisa diterima.”

Dengan nada sarkastik khasnya, Zazzaroni berhasil mengubah komentar sederhana Koopmeiners menjadi bahan refleksi, atau mungkin ejekan tentang kebijakan transfer dan arah baru Juventus di bawah kepemimpinan Spalletti.

Sumber: Corriere dello Sport


Klasemen Serie A 2025/2026

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya