Indofarma (INAF) PHK Massal 413 Karyawan, Jumlah Pegawai Sempat Sisa 3 Orang

Setelah melakukan PHK massal, Indofarma (INAF) segera melakukan rekrutmen ulang. Pada akhir September 2025, Indofarma merekrut kembali 18 karyawan baru.

oleh Arthur GideonDiterbitkan 07 November 2025, 11:35 WIB
Pabrik PT Indofarma. Kali ini, PT Indofarma (Persero) Tbk membuka lowongan kerja BUMN.

Liputan6.com, Jakarta - PT Indofarma Tbk (INAF), anak usaha holding BUMN Farmasi, PT Bio Farma, melakukan langkah restrukturisasi besar-besaran dengan memangkas ratusan karyawannya untuk melaksanakan efisiensi biaya. Aksi korporasi PHK Massal ini bertepatan dengan perbaikan kinerja keuangan Perseroan hingga periode sembilan bulan yang berakhir 30 September 2025.

Berdasarkan Laporan Keuangan Kuartal III 2025, yang dikutip dari keterbukaan informasi BEI, Jumat (7/11/2025), manajemen INAF mengungkapkan bahwa pada tanggal 15 September 2025, Perseroan telah melaksanakan pemutusan hubungan kerja (PHK) atau rightsizing terhadap karyawan sejumlah 413 orang.

Langkah ini membuat jumlah karyawan Indofarma praktis hanya tersisa 3 orang per tanggal 15 September 2025.

Kendati demikian, Perseroan segera melakukan rekrutmen ulang. Pada akhir September 2025, Indofarma merekrut kembali 18 karyawan baru yang disesuaikan dengan kebutuhan model bisnis terbatas, sesuai dengan Putusan Homologasi.

Dengan demikian, total jumlah karyawan PT Indofarma Tbk per 30 September 2025 tercatat sebanyak 21 orang.

Rightsizing ini merupakan bagian dari program efisiensi yang diamanatkan dalam Putusan Homologasi dan bertujuan untuk menata beban usaha secara lebih proporsional sekaligus menjaga keberlangsungan usaha di masa mendatang.

 

Rugi Bersih Turun Rp 39 Miliar

Karyawan memantau pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) 2018 di Kantor BEI, Jakarta, Jumat (28/12). Presiden Joko Widodo atau Jokowi menutup langsung perdagangan IHSG 2018. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Seiring dengan program efisiensi, Indofarma mencatatkan perbaikan signifikan pada pos rugi bersih perusahaan.

1. Penurunan Rugi Tahun Berjalan (Bersih) Rugi tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk Perseroan tercatat menurun dari Rp 166,48 miliar pada periode 30 September 2024, menjadi Rp 127,09 miliar pada periode yang sama tahun 2025. Hal ini menandakan penurunan rugi sebesar kurang lebih Rp 39,39 miliar yang didorong oleh upaya penekanan biaya operasional.

2. Penjualan Bersih Pada sisi pendapatan, penjualan bersih Indofarma untuk periode sembilan bulan hingga 30 September 2025 tercatat sebesar Rp 133,73 miliar. Angka ini sedikit menurun dibandingkan penjualan bersih pada periode yang sama tahun sebelumnya, yakni Rp 137,87 miliar.

Penurunan rugi bersih ini menunjukkan bahwa langkah penyesuaian jumlah tenaga kerja dan efisiensi operasional mulai memberikan dampak positif pada kondisi keuangan Perseroan dalam upaya menjalankan model bisnis terbatas.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya