9 November 1967: Peluncuran Perdana Saturn V, Awal Kesuksesan Program Apollo ke Ruang Angkasa

Tekad untuk mengalahkan kecanggihan antariksa Rusia menjadi tantangan tersendiri bagi AS yang kini telah berhasil menerbangkan roket Saturn V ke bulan.

oleh Fanny MarizkaDiterbitkan 09 November 2025, 06:00 WIB
Orang-orang menyaksikan proyeksi roket NASA, Saturn V, di Monumen Washington menandai peringatan 50 tahun misi Apollo 11 ke bulan di National Mall, Washington, Selasa (16/7/2019). Pada 16 Juli 1969, NASA mencatatkan sejarah dengan melakukan peluncuran Apollo 11. (Mark Wilson/Getty Images/AFP)

Liputan6.com, Washington, D.C - Meski telah melewati malam dan pergantian bulan yang menunggu waktu terbaik dalam mewujudkan kemajuan antariksa, program Apollo ke bulan oleh Amerika Serikat yang meluncurkan roket ke ruang angkasa, Saturn V, akhirnya dapat dilakukan pada 9 November 1967.

Ambisi dalam uji terbang tanpa awak 50 tahun lalu ini berhasil terwujud setelah upaya besar-besaran dengan dana yang diberikan oleh pemerintah kepada 40.000 orang dari seluruh AS, dilansir dari CBC, Minggu (9/11/2025).

Di masa itu, mereka terlibat dalam membangun, melakukan uji coba, dan mempersiapkan semua sistem dalam waktu yang sangat singkat.

Dibalik pencapaian terbesar dalam sejarah manusia, tersimpan keinginan kuat untuk mengalahkan Rusia dalam perlombaan atau kecanggihan antariksa mereka.

Namun, pembuatan roket ini memiliki risiko besar karena ada dua kecelakaan hingga nyawa para astronaut sebagai taruhan.

Kecelakaan yang pertama dikarenakan kebakaran di landasan peluncuran Apollo 1 yang merenggut nyawa tiga astronaut.

Sedangkan Apollo 13 menghadapi ledakan tangki oksigen yang hampir mengehentikan misi, tetapi para astronaut akhirnya dapat kembali dengan selamat ke Bumi berkat kerja sama tim.

Bukti Unggul Antariksa AS

Kehebatan roket Saturn V dapat diketahui dari bentuknya yang raksasa setinggi 36 lantai dan dua kali lebih tinggi dari air terjun Niagara.

Beratnya juga 2,8 juta kilogram (6,2 juta pon), yang menghasilkan daya dorong 34,5 juta newton (7,5 juta pon).

Pengalaman berharga dari menginjak bulan juga memberikan kesempatan kepada 12 orang. Hingga secara keseluruhan, NASA berhasil menerbangkan 13 roket Saturn V dan membawa 24 manusia ke bulan, serta mengorbitkan stasiun ruang angkasa AS pertama, yaitu Skylab.

 

Tak Berhenti Mencoba

Dua astronaut wanita Amerika Serikat (AS), Christina Koch dan Jessica Meir, menuntaskan aktivitas spacewalk di luar Stasiun Antariksa Internasional pada 15 Januari 2020. (NASA)

Kerja keras dari setiap tim atau individu pun selalu diikuti berbagai tantangan yang muncul, seperti tenaga kerja NASA yang hanya sepersepuluh dari sebelumnya dengan dana terbatas.

Sehingga pada 45 tahun terakhir telah diarahkan pada pembangunan pesawat ulang-alik dan Stasiun Ruang Angkasa Internasional.

Kekurangan tim tersebut mengakibatkan turunnya kemampuan dan keberanian untuk membawa manusia kembali ke bulan, karena kebutuhan dana yang besar bersama alat-alat canggih lainnya tidak dapat memenuhi.

Selain itu, roket raksasa yang menyaingi Saturn V disebut dengan SLS (Space Launch System), di mana roket yang masih dalam pembangunan ini dapat membawa astronaut melampaui bulan dan memungkinkan untuk menuju mars.

Namun, biayanya sangat tinggi dan terlambat menunda jadwal perdananya hingga tahun 2020. Pesaing lain dari Falcon 9 Heavy dari SpaceX, perusahaan swasta juga memiliki jadwal penerbangannya dalam waktu dekat, tetapi uji coba mesin barunya mengalami ledakan.

Akhirnya mereka merasa kesulitan untuk meniru Saturn V. Bahkan pendiri perusahaan SpaceX, yaitu Elon Musk, mengatakan bahwa besarnya roket terlalu berisiko dalam misi perdananya.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya