Pramono Anung Minta Tiang Monorel di Jalan Rasuna Said Dibongkar dalam Sebulan

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberi ultimatum kepada PT Adhi Karya untuk segera membongkar tiang monorel mangkrak di Jalan HR Rasuna Said dalam waktu satu bulan.

oleh Winda NelfiraDiterbitkan 06 November 2025, 17:00 WIB
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (6/11/2025). (Foto: liputan6.com/Winda Nelfira).

Liputan6.com, Jakarta Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memberi ultimatum kepada PT Adhi Karya untuk segera membongkar tiang monorel mangkrak di sepanjang Jalan HR Rasuna Said.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyebut, Pemprov akan mengirimkan surat resmi kepada PT Adhi Karya pada awal pekan depan ini sebagai langkah awal penertiban. Pramono menyatakan, batas waktu pembongkaran ditetapkan selama satu bulan.

“Saya akan menulis surat kepada Adhi Karya untuk meminta kepada Adhi Karya sesuai dengan surat yang disampaikan oleh Kajati Jakarta, maka kami akan meminta mereka untuk membongkar dan kami akan beri waktu 1 bulan,” kata Pramono di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (6/11/2025).

Ia menegaskan bahwa Pemprov DKI Jakarta tidak akan menunda penataan kawasan di Jalan Rasuna Said meskipun menunggu respons Adhi Karya.

Pramono menyebut, jika PT Adhi Karya tidak melakukan pembongkaran sesuai tenggat, maka Pemprov DKI akan mengambil alih.

“Kalau dalam 1 bulan mereka kemudian tidak membongkar, maka DKI yang akan membongkar. Dan kapan DKI akan membongkar, kami sudah menetapkan waktunya adalah Januari,” jelasnya.

 

Bagian Menata Koridor Rasuna Said

Adapun rencana pembongkaran tiang monorel mangkrak tersebut juga menjadi bagian dari upaya Pemprov DKI dalam melakukan penataan besar-besaran di koridor Rasuna Said.

Nantinya, Pemprov DKI akan menyiapkan pelebaran jalan serta membangun pedestrian setelah struktur monorel mangkrak dibongkar.

“Sekaligus ya kami akan membuat, kami potong, kami bongkar, kita buat pelebaran jalan, pedestrian-nya kita bangun, dan dananya sudah ada,” ujarnya.

Menurut Pramono, berdasarkan hasil kajian Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta, apabila kawasan Rasuna Said ditata, maka kemacetan di area tersebut akan turun antara 14-18 persen.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya