4 Fakta Terkait RDF Plant Rorotan Timbulkan Bau Busuk, Kini Dihentikan Sementara

Pengolahan sampah Refuse Derived Fuel atau RDF Plant Rorotan menuai kritik dari sejumlah masyarakat Jakarta Utara karena menimbulkan bau busuk yang sangat menyengat.

oleh Debby Alifah MaulidaDiterbitkan 06 November 2025, 13:30 WIB
RDF Plant Rorotan, Jakarta Utara. (Sumber: Pemprov DKI Jakarta)

Liputan6.com, Jakarta - Pengolahan sampah Refuse Derived Fuel atau RDF Plant Rorotan menuai kritik dari sejumlah masyarakat Jakarta Utara karena menimbulkan bau busuk yang sangat menyengat.

RDF Plant ini mulanya dibangun untuk menjadi solusi pengelolaan sampah yang berkelanjutan.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung pun buka suara atas persoalan ini. Menurutnya, bau busuk yang dirasakan oleh masyarakat setempat bukan berasal dari fasilitas RDP, melainkan dari proses pengangkutan sampah dan sampahnya itu sendiri.

"Jadi, RDF Rorotan sebenarnya permasalahannya bukan di RDF-nya, karena sebenarnya kita sudah commissioning sampai dengan 1.000-1.200. Saya mengakui secara jujur, problemnya adalah di pengangkutan dan sampahnya," ujar Pramono di Jakarta, Senin 3 November 2025.

Pramono menegaskan, sampah yang ada di RDF Rorotan didiamkan terlalu lama sehingga menghasilkan bau busuk yang sangat menyengat. Dia menuturkan, semestinya sampah tidak dibiarkan selama lebih dari dua atau lima hari.

Selain itu, ia juga menyoroti proses pengangkutannya yang bermasalah sehingga air yang berasal dari tumpukan sampah mengalir selama di perjalanan.

Usai menerima banyak protes dari masyarakat, Pramono menginstruksikan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta Asep Kuswanto untuk menghentikan proses commissioning atau uji coba operasional fasilitas pengolahan sampah RDF Plant Rorotan sementara waktu.

"Saya sudah meminta kepada Kepala Dinas Lingkungan Hidup untuk sementara commissioning-nya dihentikan terlebih dahulu, dipersiapkan sampai dengan adanya truk yang compact yang bisa membawa sampah ke Rorotan," tutur Pramono.

Sementara itu, Asep Kuswanto mengatakan pihaknya akan segera melakukan evaluasi agar tidak terjadi dampak lingkungan yang lebih parah.

Dia juga menyebut tingginya intensitas hujan belakangan ini membuat sampah yang diangkut jadi sangat basah sehingga volume air lindi atau air rembesan sampah meningkat drastis.

"Timbulnya bau tak sedap dari RDF Plant Rorotan bukan saja berdampak pada kebersihan lingkungan, tetapi juga memunculkan masalah kesehatan untuk masyarakat sekitar. Mereka mengeluh mengalami gangguan pernapasan hingga terdapat 20 anak di RT 18 Cakung Timur yang jatuh sakit," kata Asep.

Menanggapi hal ini, Asep menyebut sudah mengirimkan tim kesehatan dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk menangani sejumlah warga yang terdampak tersebut. Tim puskesmas Cakung dan Rorotan sudah turun untuk memeriksa warga sekitar sejak Selasa, 4 November 2025.

Berikut sederet fakta terkait pengolahan sampah Refuse Derived Fuel atau RDF Plant Rorotan menimbulkan bau busuk dihimpun Tim News Liputan6.com:

 

1. Pramono Ungkap Bau Busuk Bukan Berasal dari Teknologi RDF Plant Rorotan

Pramono Anung umumkan pasukan putih untuk disabilitas (Liputan6.com/Winda Nelfira)

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung buka suara soal adanya penolakan warga terhadap pengoperasian pengolahan sampah Refuse Derived Fuel atau RDF Plant Rorotan di Jakarta Utara karena adanya bau busuk.

Menurut Pramono, permasalahan utama bau busuk menyengat dari RDF Plant Rorotan di Jakarta Utara itu bukan berasal dari masalah fasilitas RDF, namun pada proses pengangkutan sampah serta sampahnya sendiri.

"Jadi, RDF Rorotan sebenarnya permasalahannya bukan di RDF-nya, karena sebenarnya kita sudah commissioning sampai dengan 1.000-1.200. Saya mengakui secara jujur, problemnya adalah di pengangkutan dan sampahnya," kata Pramono di Jakarta, Senin 3 November 2025.

Ia menjelaskan, sampah yang ada di fasilitas RDF Rorotan seharusnya tidak lebih dari dua sampai lima hari agar tidak menimbulkan bau. Selain itu, proses pengangkutannya juga diakui bermasalah, sehingga menyebabkan air yang berasal dari tumpukan sampah mengalir selama perjalanan ke RDF Plant Rorotan.

"Kemarin mobil yang mengangkut itu air lindinya bertebaran. Itu yang kemudian menyebabkan yang pertama bau ke mana-mana,” jelas Pramono.

Dia menyebut, sebagai tindak lanjut atas keluhan warga, dalam waktu dekat Pramono berencana menemui warga sekitar RDF Plant Rorotan yang mengeluhkan adanya bau. Ia memastikan Pemprov DKI Jakarta akan menyelesaikan permasalahan ini, sehingga RDF Plant Rorotan bisa segera beroperasi.

"Dalam waktu dekat saya akan ke lapangan dan saya juga akan menerima warga yang mengeluh tentang RDF Rorotan. Karena RDF Rorotan apapun harus diselesaikan," katanya.

 

2. Pramono Perintahkah Uji Coba RDF Rorotan Dihentikan Sementara Waktu

Pramono Anung Tinjau Tanggul Baswedan yang Jebol

Pramono Anung juga menginstruksikan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk menghentikan sementara proses commissioning atau uji coba operasional fasilitas pengolahan sampah Refuse Derived Fuel (RDF) Plant Rorotan di Jakarta Utara.

Penghentian sementara dilakukan usai warga yang tinggal di sekitar kawasan RDF tersebut protes dengan bau busuk yang berasal dari fasilitas tersebut. Uji coba akan dihentikan sementara hingga adanya truk yang lebih efisien untuk mengangkut sampah.

"Saya sudah meminta kepada Kepala Dinas Lingkungan Hidup untuk sementara commissioning-nya dihentikan terlebih dahulu, dipersiapkan sampai dengan adanya truk yang compact yang bisa membawa sampah ke Rorotan," kata Pramono di Ruang Limpah Sungai Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Selasa 4 November 2025.

Ia menjelaskan, berdasarkan pendalaman yang dilakukan beberapa hari terakhir, keluhan yang disampaikan masyarakat bukan terhadap proses commissioning yang dilakukan di RDF Rorotan, melainkan pada proses pengangkutan sampah yang menyebabkan adanya tumpahan air lindi (cairan sampah).

Menurut Pramono, kondisi itu menyebabkan adanya bau yang mengganggu masyarakat sekitar. Tumpahan air lindi juga dipengaruhi oleh kondisi Jakarta yang belakangan dilanda hujan dengan curah yang cukup tinggi.

"Kurang lebih dua, tiga hari terakhir ketika curah hujannya tinggi, sampahnya kemudian mengalami lebih basah dan angkutannya, air lindinya tumpah ke mana-mana," ucapnya.

 

3. RDF Rorotan Dievaluasi Usai Diprotes Warga karena Bau Busuk Menyengat

RDF Plant Rorotan, Jakarta Utara. (Sumber: Pemprov DKI Jakarta)

Sementara itu, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta melakukan evaluasi menyeluruh operasional fasilitas pengolahan sampah Refuse Derived Fuel (RDF) Plant Rorotan.

Evaluasi dilakukan setelah munculnya keluhan warga terkait bau menyengat yang bersumber dari ceceran air lindi. Air Lindi tercecer usai hujan deras mengguyur Jakarta pada pekan lalu.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Asep Kuswanto mengatakan evaluasi dilakukan untuk memastikan kegiatan pengolahan sampah di lokasi tidak menimbulkan dampak lingkungan.

RDF Plant Rorotan sudah menjalani masa uji coba operasional sejak awal Oktober 2025 dengan kapasitas pengiriman sampah mencapai 1.200 ton per hari.

"Selama masa commissioning (uji coba operasional) dari awal Oktober sampai dua pekan lalu, operasionalnya berjalan baik. Masalah baru muncul pada Kamis pekan lalu saat hujan deras," kata Asep di Balai Kota DKI Jakarta, dikutip Kamis (6/11/2025).

Menurut Asep, hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan volume air lindi meningkat drastis. Pasalnya, sampah yang diangkut kala itu juga menjadi sangat basah.

"Saat dikompaksi, air lindinya berlebih sehingga tidak tertampung di truk," ucap dia.

Sementara itu, uji coba operasional RDF Plant Rorotan telah disetop sementara sebagai respons atas keluhan warga. Sebagai langkah korektif, DLH DKI akan menyesuaikan jumlah pengiriman dan kapasitas truk sampah agar tidak kelebihan kapasitas.

"Kami akan kirim sampah secara bertahap, tidak langsung 2.000 ton, tapi mulai dari 1.000 ton dulu dengan truk yang kondisinya paling baik," kata Asep.

Asep menuturkan, verifikasi terhadap kondisi truk pengangkut sampah juga sedang dilakukan untuk memastikan semua armada memenuhi standar operasional.

"Kalau truknya sudah siap dan tidak menimbulkan kebocoran air lindi, uji coba bisa dilanjutkan lagi," ucap dia.

Asep juga menekankan pentingnya RDF Rorotan dalam mendukung sistem pengelolaan sampah di Jakarta. Jika RDF Plant Rorotan dapat berfungsi optimal, beban Bantargebang disebut akan berkurang signifikan.

Oleh sebab itu, evaluasi terhadap operasional RDF Plant Rorotan ditargetkan selesai dalam waktu singkat agar fasilitas pengolah sampah itu bisa kembali beroperasi.

 

4. 20 Warga yang Tinggal di Dekat RDF Rorotan Jatuh Sakit

RDF Plant Rorotan, Jakarta Utara. (Sumber: Pemprov DKI Jakarta)

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta telah menindaklanjuti laporan warga Rorotan, Jakarta Utara, yang mengeluhkan gangguan pernapasan hingga 20 anak di RT 18 Cakung Timur jatuh sakit. Hal ini diduga akibat uji coba operasional fasilitas pengolahan sampah Refuse Derived Fuel (RDF) Plant Rorotan.

Menurut Kepala DLH DKI Jakarta Asep Kuswanto, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta telah mengirim tim kesehatan untuk memeriksa kondisi warga terdampak.

"Kami sudah berkoordinasi sejak Senin sore dengan Ibu Kadis Kesehatan. Selasa paginya, tim dari Puskesmas Cakung dan Rorotan langsung turun memberikan pelayanan kepada warga," kata Asep di Balai Kota, Kamis (6/11/2025).

Berdasarkan laporan yang diterimanya, terdapat sekitar 20 warga yang mengeluh batuk, pilek, dan gejala infeksi saluran pernapasan atas (ISPA) ringan.

Dia merinci, dari 11 warga sempat diperiksa oleh tenaga medis, keluhannya ialah mengalami batuk pilek, empat orang tanpa demam sedangkan sisanya batuk pilek disertai demam ringan. Asep menyebut, setelah mendapatkan perawatan, sebagian besar warga dinyatakan telah sembuh.

“Totalnya ada 20 warga yang mengeluh. Mereka sudah mendapatkan pengobatan dan sebagian besar sudah sembuh. Dari 11 orang yang diperiksa, 10 di antaranya dewasa dan satu anak-anak. Pemeriksaan dilakukan langsung di rumah warga, bukan di puskesmas,” jelas Asep.

Lebih lanjut, Asep belum dapat memastikan apakah keluhan kesehatan yang disampaikan warga itu disebabkan oleh aktivitas RDF Plant Rorotan atau bukan.

"Sekarang ini kan sedang pancaroba, jadi kami tidak bisa memastikan apakah batuk pilek itu akibat RDF atau karena faktor cuaca," ujarnya.

Meski demikian, DLH DKI tetap melakukan evaluasi untuk memastikan operasional RDF Rorotan tidak berdampak terhadap lingkungan dan kesehatan masyarakat.

"Kami terus berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan agar penanganan dan pemantauan kondisi warga dilakukan secara berkelanjutan,” kata Asep.

Ia juga memastikan, penghentian sementara uji coba operasional RDF Plant Rorotan dilakukan sebagai salah satu upaya untuk mencegah dampak kesehatan serupa terulang.

"Kami ingin memastikan RDF bisa beroperasi dengan baik tanpa menimbulkan keluhan dari warga sekitar," jelas Asep.

Infografis Jenis-Jenis Plastik yang Berpotensi Jadi Sampah. (Liputan6.com/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya