Inter Milan Sukses Kalahkan Kairat Almaty, Tapi Sang Pelatih Malah Mengaku Gagal, Kenapa?

Cristian Chivu secara mengejutkan mengaku tidak puas meski Inter Milan menang 2-1 atas Kairat Almaty di Liga Champions.

oleh Afdholud DzikryDiterbitkan 06 November 2025, 08:41 WIB
Pelatih Inter Milan, Cristian Chivu, memberikan instruksi saat pertandingan Liga Champions melawan Kairat Almaty di Milan, Italia, Kamis, 6 November 2025. (AP/Luca Bruno)

Liputan6.com, Jakarta Cristian Chivu secara mengejutkan mengaku tidak puas meski Inter Milan menang 2-1 atas Kairat Almaty. Sang pelatih mengambil tanggung jawab penuh atas performa buruk timnya. Chivu merasa gagal menanamkan mentalitas yang tepat kepada para pemain.

Kemenangan ini diraih Inter Milan dalam laga lanjutan Liga Champions, Kamis (6/11/2025) dini hari WIB. Kemenangan 2-1 tersebut dipastikan oleh gol Carlos Augusto dari jarak jauh. Sebelumnya, Lautaro Martinez membuka keunggulan sebelum Kairat menyamakan kedudukan.

Inter terlihat sangat kesulitan meladeni tim asal Kazakhstan tersebut. Mereka baru bisa memecah kebuntuan sesaat sebelum jeda turun minum. Penampilan ini jauh dari kata memuaskan bagi sang pelatih.

Alih-alih merayakan, Chivu justru melontarkan kritik keras terhadap dirinya sendiri. Ia merasa bertanggung jawab atas minimnya sikap juang yang fundamental dalam laga tersebut. Ini menjadi evaluasi besar baginya.


Saya yang Bertanggung Jawab 

Pelatih Inter Milan, Cristian Chivu, memberikan instruksi saat pertandingan Liga Champions melawan Kairat Almaty, 6 November 2025. (AP Photo/Luca Bruno)

Cristian Chivu tidak mencari kambing hitam atas penampilan Inter Milan yang kurang meyakinkan. Ia secara terbuka menunjuk dirinya sendiri sebagai pihak yang paling bertanggung jawab. Menurutnya, ini murni kesalahan pelatih.

Chivu merasa gagal mempersiapkan tim dari sisi mentalitas dan sikap. Padahal, ia menyadari bahwa timnya bermain setiap tiga hari sekali. Namun, ia bersikeras bahwa mereka seharusnya bisa tampil lebih baik.

"Saya mengambil tanggung jawab, karena jelas sebagai pelatih saya tidak mampu menularkan mentalitas yang tepat," ujar Chivu kepada Sky Sport Italia. "Saya tidak dapat menunjukkan kepada mereka sikap yang benar, yang merupakan hal fundamental dalam pertandingan seperti ini."

"Pada akhirnya, saya akan mengambil tiga poin, itu bagus untuk klasemen, mengingat tingkat kesulitan untuk empat pertandingan terakhir dalam daftar pertandingan lebih berat daripada yang kami alami sejauh ini. Tidak ada pertandingan Liga Champions yang mudah, bahkan jika di atas kertas tim lain mungkin terlihat lebih inferior."


Rekor Bersejarah yang Terasa Hambar 

Selebrasi pemain Inter Milan usai Lautaro Martínez mencetak gol pembuka timnya dalam pertandingan Liga Champions melawan Kairat Almaty di Milan, Italia, Kamis, 6 November 2025. (AP Photo/Luca Bruno)

Kemenangan atas Kairat Almaty sebenarnya menorehkan sejarah baru bagi Inter Milan. Ini adalah pertama kalinya dalam sejarah klub mereka berhasil memenangkan empat laga awal Liga Champions. Namun, rekor itu terasa kurang sempurna.

Lanjut Baca:

Dalam pertandingan tersebut, gawang Inter akhirnya kebobolan untuk pertama kalinya di turnamen musim ini. Chivu yang kecewa berat merasa harus bekerja lebih keras, bukan para pemainnya. Ia bertekad mencari motivasi yang tepat. "Saya perlu bekerja lebih keras, bukan para pemain. Saya harus menemukan kata-kata dan motivasi yang tepat untuk meningkatkan level konsentrasi dan sikap mereka," lanjut Chivu yang terlihat jelas kecewa. "Saya mengambil tanggung jawab itu dan jelas harus berbuat lebih banyak daripada yang saya lakukan dalam mempersiapkan pertandingan ini selama beberapa hari terakhir," tegasnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya