Pelayaran Jaya (PJHB) Melantai di Bursa Hari Ini 6 November 2025, Bagaimana Prospeknya?

PT Pelayaran Jaya Hidup Baru Tbk (PJHB) menjadi pendatang baru di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis, (6/11/2025).

oleh Gagas Yoga PratomoDiterbitkan 06 November 2025, 06:30 WIB
Aktivitas pekerja di depan layar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di BEI, Jakarta. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - PT Pelayaran Jaya Hidup Baru Tbk (PJHB), perusahaan pelayaran berbasis di Samarinda, Kalimantan Timur, akan melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini, Kamis, 6 November 2025. PJHB menawarkan sebanyak 480 juta saham biasa atau setara 25% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO

Harga penawaran ditetapkan sebesar Rp 330 per saham, sehingga perseroan berpotensi meraup dana segar sebesar Rp 158,4 miliar.

Bersamaan dengan IPO, PJHB juga menerbitkan 240 juta Waran Seri I yang diberikan secara cuma-cuma kepada pemegang saham baru. Setiap dua saham baru akan memperoleh satu Waran Seri I, yang dapat ditebus menjadi saham dengan harga pelaksanaan Rp 330 per saham mulai 5 Mei 2026 hingga 5 November 2026. Jika seluruh waran dieksekusi, perseroan berpotensi memperoleh tambahan dana Rp 79,2 miliar.

Proses IPO ini dijamin penuh (full commitment) oleh PT Pilarmas Investindo Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi efek. Saham PJHB akan resmi tercatat di Bursa Efek Indonesia pada 6 November 2025 dengan kode saham PJHB.

Dana IPO untuk Pembangunan Armada Baru

Seluruh dana hasil IPO, setelah dikurangi biaya emisi, akan digunakan untuk belanja modal berupa pembangunan tiga unit kapal jenis Landing Craft Tank (LCT). Ketiga kapal tersebut akan memperkuat armada yang digunakan PJHB dalam melayani pengangkutan alat berat, kontainer, serta peralatan industri minyak, gas, dan pertambangan.

Pembangunan kapal dilakukan bekerja sama dengan galangan PT Untung Brawijaya Sejahtera dan PT Adiluhung Saranasegara Indonesia. Total investasi pembangunan tiga unit kapal ini diperkirakan mencapai lebih dari Rp150 miliar.

Manajemen menilai penambahan armada baru menjadi langkah strategis untuk mengakomodasi permintaan pengangkutan yang terus meningkat, terutama di wilayah Indonesia bagian timur. “Seluruh armada kapal kami saat ini telah beroperasi dengan tingkat utilisasi maksimal, sehingga diperlukan tambahan kapal baru guna mendukung pertumbuhan bisnis ke depan,” tulis manajemen dalam prospektus.

Prospek Bisnis Didukung Hilirisasi dan Tol Laut

Layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di BEI, Jakarta, Rabu (16/5). Sejak pagi IHSG terjebak di zona merah. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Perseroan optimistis terhadap prospek industri pelayaran nasional seiring program hilirisasi mineral dan batubara serta kebijakan tol laut pemerintah. Data Kementerian Perhubungan menunjukkan, volume muatan tol laut meningkat signifikan dalam 10 tahun terakhir, dari 30 ton (2015) menjadi 851,7 ton (2024), sementara pelabuhan singgah bertambah dari 11 menjadi 109 pelabuhan.

Selain itu, anggaran infrastruktur 2025 sebesar Rp 400,3 triliun, atau 11% dari RAPBN, diproyeksikan memperkuat kebutuhan jasa transportasi laut. Berdasarkan riset Technavio, pasar logistik angkutan barang Indonesia diperkirakan tumbuh dengan CAGR 7,7% hingga 2028.

Dengan fokus pada pengangkutan alat berat dan kontainer, PJHB berharap dapat memanfaatkan momentum peningkatan arus barang dan proyek infrastruktur nasional.

 

Pelayaran Jaya (PJHB) Gelar IPO

Pekerja berbincang di dekat layar indeks saham gabungan di BEI, Jakarta, Selasa (4/4). Pada pemukaan indeks harga saham gabungan (IHSG) hari ini naik tipis 0,09% atau 4,88 poin ke level 5.611,66. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sebelumnya, PT Pelayaran Jaya Hidup Baru Tbk (PJHB) resmi memulai proses penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI). Berdasarkan keterbukaan informasi di Jakarta, Rabu (22/10/2025), perseroan menetapkan harga penawaran awal (book building) di kisaran Rp 310–Rp 330 per saham.

Dalam IPO ini, PJHB menawarkan sebanyak-banyaknya 480 juta saham, setara 25 persen dari modal ditempatkan dan disetor setelah IPO. Dengan demikian, perseroan berpotensi meraih dana segar hingga Rp 158,4 miliar.

Masa book building dijadwalkan pada 22–27 Oktober 2025, diikuti masa penawaran umum pada 30 Oktober–3 November 2025. Penjatahan saham akan dilakukan pada 3 November 2025, sementara pencatatan perdana (listing) di BEI dijadwalkan pada 5 November 2025, seperti dikutip dari e-ipo, Rabu (22/10/2025).

Aksi korporasi ini menjadikan PJHB sebagai emiten baru di sektor pelayaran, dengan PT Pilarmas Investindo Sekuritas bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi efek.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya