Jelang Pemakaman, Warga Mulai Padati dan Menanti Kedatangan Jenazah PB XII di Imogiri

Menjelang pemakaman almarhum Raja Pakubuwono atau PB XIII, Rabu (5/11/2025), warga mulai berdatangan dan memadati pintu masuk kawasan pemakaman raja-raja di Pajimatam Imogiri, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

oleh Kukuh SetyonoDiterbitkan 05 November 2025, 11:25 WIB
Jelang pemakaman almarhum Raja Pakubuwono atau PB XIII, Rabu (5/11/2025) di Pajimatam Imogiri, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). (Liputan6.com/Kukuh Setyono)

Liputan6.com, Surakarta - Menjelang pemakaman almarhum Raja Pakubuwono atau PB XIII, Rabu (5/11/2025), warga mulai berdatangan dan memadati pintu masuk kawasan pemakaman raja-raja di Pajimatam Imogiri, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Kedatangan mereka sebagai bentuk penghormatan pada salah satu raja Jawa dan melestarikan prosesi kebudayaan. Masyarakat sudah mulai berdatangan di kawasan Makam Raja-raja Imogiri. Dari yang berpakaian biasa maupun dengan pakaian khas Jawa.

Salah satu asal Jakarta, Beni Purwanto (73) mengaku sengaja datang untuk melestarikan budaya. Keterlibatannya datang ke Imogiri sekaligus memberikan penghormatan terakhir ke salah satu raja di tanah Jawa.

"Dari Tanggerang saya ke Semarang dan turun Terminal Giwangan, Yogyakarta tadi pagi. Terus naik ojek ke sini," kata Beni, Rabu (5/11/2025).

Usai pemakaman nanti, Beni mengaku akan langsung balik ke Tanggerang, Banten.

Mahasiswa UGM, Vioni Sarah pun mengaku sengaja datang ke Imogiri. Sebagai orang asli Medan, Vioni merasa tertarik menyaksikan momen terakhir jenazah Pakubuwono XIII sebelum dikebumikan.

"Ada unsur peristiwa budayanya. Ini jadi pengalaman yang mungkin sekali seumur saja," ucap Vioni.

Tidak hanya masyarakat lokal, terlihat beberapa wisatawan mancanegara terlihat hadir.

Salah satunya WNA asal Swedia, Hilma Nilsson mengatakan mengatakan ingin menyaksikan peristiwa budaya Jawa. Ia mengaku mendapat kabar duka itu dari temannya orang Indonesia.

"Saya datang bersama teman-teman kampus untuk datang melihat peristiwa budaya setempat di Indonesia," ujar Hilma.

Dalam susunan acara dijadwalkan jenazah PB XIII diberangkat dari Solo ke Yogyakarta pukul 12.00 WIB dan kemungkinan satu jam tiba di Imogiri.

PB XIII bakal dimakamkan berdampingan PB XII, usai dilaksanakan salat jenazah di Masjid Pajimatam. Peti jenazah akan diusung 30 penandu melintasi 409 anak tangga.

 

Putri PB XIII Hangabehi Ungkap Penerus Takhta Keraton Surakarta

KGPAA Paku Alam X melayat ke Keraton Surakarta

Sebelumnya, proses penentuan suksesi di Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat mulai menemukan arah, setelah wafatnya Raja Pakubuwono XIII (PB XIII) Hangabehi, Minggu 2 November 2025.

Keluarga inti almarhum memastikan penerus takhta telah ditetapkan, sesuai pesan langsung yang pernah disampaikan oleh Sang Raja sebelum mangkat.

Putri sulung PB XIII, Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Timoer Rumbay Kusuma Dewayani, mengungkapkan bahwa semasa hidup PB XIII telah menunjuk Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya (KGPAA) Hamangkunegoro Sudibyo Rajaputra Narendra Mataram sebagai calon penerus sekaligus pewaris sah kepemimpinan Keraton Surakarta.

Penetapan itu, menurut GKR Timoer, bukan keputusan mendadak, melainkan kelanjutan dari pengangkatan Hamangkunegoro sebagai putra mahkota pada 27 Februari 2022, bertepatan dengan peringatan Tingalan Dalem Jumenengan ke-18 PB XIII.

"Saya harus pertegas, Sinuhun (PB XIII) sudah menunjuk dan melantik putra mahkota," ujar Timoer usai mendampingi Sri Sultan Hamengkubuwono X takziah di Keraton Kasunanan Surakarta, Selasa 4 November 2025.

Dia menegaskan, keputusan tersebut merupakan bagian dari paugeran atau tata adat yang telah disepakati dan diketahui seluruh keluarga inti. Karena itu, semua putra-putri PB XIII berkomitmen melaksanakan amanah tersebut secara utuh.

"Beliau mengamanatkan kepada kami, putra-putrinya dan kami harus menjalankan amanah itu," ujarnya.

 

Belum Tetapkan Waktu

Para pelayat d Keraton Surakarta

Hamangkunegoro sendiri merupakan putra PB XIII dari permaisuri Gusti Kanjeng Ratu (GKR) PB XIII atau KRAy Pradapaningsih.

Sosok yang kini menjadi calon raja itu memiliki nama lahir Gusti Raden Mas Suryo Aryo Mustiko, sebelum kemudian dikukuhkan dengan gelar Kanjeng Gusti Pangeran Haryo (KGPH) Puruboyo, dan akhirnya bergelar KGPAA Hamangkunegoro.

"Kami harus menjumenengkan (melantik) putra mahkota itu (menjadi raja), di mana itu adalah Kanjeng Gusti Adipati Arya (KGPAA) Hamangkunegoro," ucap Gusti Timoer.

GKR Timoer menegaskan, keputusan yang diambil ayahandanya bersifat final dan tidak dapat diganggu gugat. Menurutnya, pihak di luar keluarga inti tidak memiliki otoritas untuk menentukan siapa penerus tahta Keraton Solo.

"Yang jelas kami putra-putrinya Pakubuwono XIII, keluarga inti sudah sepakat untuk menjalankan amanah Sinuhun. Selain (keluarga inti) itu, ya sudah bukan ranahnya untuk menentukan siapa yang menjadi raja," katanya.

Dia menambahkan, segala bentuk penolakan terhadap penetapan Hamangkunegoro sebagai pewaris akan dianggap bertentangan dengan adat dan nilai-nilai yang berlaku di lingkungan keraton.

Meski demikian, keluarga besar PB XIII belum menetapkan waktu pelaksanaan upacara jumenengan atau penobatan resmi Hamangkunegoro sebagai raja baru.

"Nanti tunggu," ucapnya singkat.

Infografis 8 Urutan Pewaris Takhta Kerajaan Inggris Setelah Raja Charles III. (Liputan6.com/Trieyasni)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya