Liputan6.com, Jakarta Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu pagi dibuka melemah 28,31 poin atau 0,34 persen ke posisi 8.213,60.
Dikutip dari Antara, Rabu (5/11/2025), kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 2,36 poin atau 0,28 persen ke posisi 839,48.
Advertisement
Prediksi IHSG
Sebelumnya, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang melanjutkan koreksi pada perdagangan Rabu, (5/11/2025). IHSG hari ini akan bergerak di kisaran 8.180-8.350.
Berdasarkan catatan BNI Sekuritas, IHSG melemah 0,4% tapi masih disertai dengan aksi beli saham oleh investor asing sebesar Rp 308 miliar pada perdagangan Selasa, 4 November 2025. Saham-saham yang paling banyak dibeli oleh investor asing antara lain saham TLKM, BBCA, BBNI, BMRI, dan UNTR.
“IHSG berpotensi melanjutkan pelemahan hari ini,” ujar Head of Retail BNI Sekuritas, Fanny Suherman dalam catatannya.
Ia menuturkan, IHSG akan bergerak di level support 8.180-8.200 dan level resistance 8.280-8.350 pada perdagangan saham Rabu pekan ini.
Sementara itu, Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana mengatakan, best case (hitam), IHSG masih berada di awal wave (iii) dari wave [iii] sehingga IHSG berpeluang melanjutkan penguatannya. “Adapun area penguatan terdekat berada di 8.332-8.354,” kata Herditya dalam catatannya.
Herditya menuturkan, IHSG akan berada di level support 8.144,8.042 dan level resistance 8.309,8.365.
Untuk rekomendasi saham hari ini, Fanny memilih saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS), PT Sumber Global Energy Tbk (SGER), PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), dan PT Astra International Tbk (ASII).
Penutupan IHSG pada 4 November 2025
Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik ke zona merah pada perdagangan Selasa, (4/11/2025). IHSG hari ini gagal mempertahankan level tertinggi pada penutupan perdagangan Selasa pekan ini.
Mengutip data RTI, IHSG hari ini ditutup turun 0,40% ke posisi 8.241,91. Indeks LQ45 melemah 0,25% ke posisi 841,83. Sebagian besar indeks saham acuan memerah.
Senior Investment Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji menuturkan, sering adanya stick inflation membuat the Federal Reserve (the Fed) berpotensi menunda pelonggaran kebijakan moneter dengan melaksanakan Fed Funds Rate (FFR) cut rate.
“Rencana awalnya Desember tahun ini, jadi dimundurkan pada Januari tahun depan,” kata dia seperti dikutip dari Antara.
Dalam rapat Federal Open Market Committee (FOMC) pada 29 Oktober 2025, The Fed telah memangkas suku bunga acuan 25 basis poin (bps) menjadi kisaran 3,75-4 persen.
Namun demikian, Ketua The Fed Jerome Powell mengatakan belum ada kepastian untuk pemangkasan lanjutan, yang mana terdekat The Fed kembali menggelar pertemuan FOMC pada 9-10 Desember 2025.
Sentimen IHSG
Selain itu, dari mancanegara, Nafan mengatakan sentimen negatif yang mempengaruhi pelemahan IHSG yaitu dinamika government shutdown (penutupan Pemerintah) Amerika Serikat (AS) yang masih berlanjut, dan berpotensi menjadi government shutdown terlama sepanjang sejarah AS.
Dari sentimen domestik, ia menuturkan sentimen negatif yaitu masih minimnya katalis positif dari data makroekonomi domestik yang bisa memberikan positive impact terhadap IHSG.
Dari sisi geopolitik, menurut dia, ada eskalasi geopolitik juga turut mempengaruhi perilaku pelaku pasar untuk bersikap lebih prudent.
Pada perdagangan Selasa pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 8.317,07 dan level terendah 8.225,91. Sebanyak 439 saham melemah sehingga membebani IHSG. 207 saham menguat dan 165 saham diam di tempat.
Total frekuensi perdagangan 2.344.681 kali dengan volume perdagangan 28,6 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 19,5 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 16.692.