Pramono Sebut IKJ Tak Dipindahkan ke Kota Tua, Fokus jadi Etalase Seni dan Budaya Mahasiswa

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tidak akan memindahkan Institut Kesenian Jakarta (IKJ) ke Kota Tua. Kenapa?

oleh Winda NelfiraDiterbitkan 04 November 2025, 21:30 WIB
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung di Kampus IKJ, Cikini, Jakarta Pusat, Selasa (4/11/2025). (Liputan6.com/Winda Nelfira)

Liputan6.com, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tidak akan memindahkan Institut Kesenian Jakarta (IKJ) ke Kota Tua.

Melainkan, kata dia, sepakat untuk memperkuat sinergi dan kolaborasi menjadikan kawasan Kota Tua sebagai etalase seni dan budaya.

"Jakarta sebagai kota global yang berbudaya dan inklusif, harus mampu menampilkan seni dan budayanya secara lebih baik dan rapi, sehingga menjadi pesona bagi orang yang datang ke Jakarta," kata Pramono di Kampus IKJ, Cikini, Jakarta Pusat, Selasa (4/11/2025).

Menurut dia, Pemprov DKI Jakarta akan bekerja sama dengan IKJ untuk menampilkan beragam karya dan kreativitas di berbagai forum, termasuk di Kota Tua mulai awal 2026.

"Tentunya, IKJ sebagai gudangnya orang-orang penuh kreasi dan jiwa seni, dapat tampil di forum-forum yang akan ditampilkan di Kota Tua mulai awal tahun depan," papar Pramono.

Dia menyebut, meski pembangunan infrastruktur transportasi di kawasan Kota Tua masih berlangsung, Pemprov DKI Jakarta akan segera mulai mengembangkan kawasan tersebut sebagai ruang ekspresi seni. Terlebih, kata Pramono, revitalisasi Kawasan Kota Tua akan selesai pada 2026.

"Kami akan mengembangkan Kota Tua itu mulai tahun depan, bukan 2027 atau 2029, mulai tahun depan. Dan kemudian kami berharap bahwa panggungnya atau etalasenya yang digunakan oleh IKJ itu, salah satunya tentunya di Kota Tua," terang dia.

Pramono menyampaikan, jika nantinya terdapat kebutuhan ruang tambahan untuk kegiatan tertentu mahasiswa IKJ, Pemprov DKI Jakarta dipastikan membuka peluang agar ruang di kawasan itu bisa dimanfaatkan.

"Kalau kemudian ada ruang kuliah ataupun apa yang ada di sana dimanfaatkan, dengan senang hati nanti kami persiapkan," kata Pramono.

 

Rektor IKJ Sambut Baik

Institut Kesenian Jakarta (IKJ) berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, Yayasan Seni Budaya Jakarta, dan alumni IKJ menggelar Festival Kalipasir (Istimewa)

Rektor IKJ Syamsul Maarif menyambut baik komitmen Pramono untuk menguatkan ekosistem kebudayaan di Jakarta. Ia mengatakan, pihaknya saat ini juga tengah menyusun master plan pengembangan IKJ yang akan mengakomodasi pemanfaatan Kota Tua sebagai etalase karya seni.

"Kita mau bikin master plan IKJ termasuk Kota Tua. Mungkin nanti difungsikan sebagai etalasenya IKJ dan bagian dari Pemprov DKI dalam menyongsong 500 tahun ulang tahun DKI," kata Syamsul.

Selain itu, Syamsul berharap agar Pemprov DKI melanjutkan pembangunan gedung mangkrak di Fakultas Seni Rupa serta memperbaiki akses kawasan TIM agar menjadi satu ekosistem seni yang terhubung antara IKJ, Akademi Jakarta, dan Dewan Kesenian Jakarta.

"Kalau akses-akses ini dibuka, maka TIM menjadi satu ekosistem dan IKJ ada di dalamnya," tandas dia.

 

Curah Hujan Tinggi Diprediksi Landa Jakarta hingga Februari 2026, Pramono: Kami Bersiap Sejak Dini

Pramono Anung Tinjau Tanggul Baswedan yang Jebol

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memimpin Apel dan Simulasi Kesiapsiagaan Jaga Jakarta dalam menghadapi musim hujan 2025–2026, di Ruang Limpah Sungai Lebak Bulus, Cilandak, Jakarta Selatan, Selasa (4/11/2025).

Pramono menyatakan, apel kesiapsiagaan ini merupakan langkah awal memastikan seluruh perangkat daerah siap menghadapi potensi curah hujan tinggi yang diperkirakan bakal melanda wilayah DKI Jakarta pada periode November 2025 hingga Februari 2026.

"Berdasarkan prediksi BMKG, curah hujan akan meningkat pada periode November sampai Februari. Karena itu, kami bersiap sejak dini agar penanganan banjir tidak terlambat. Secara umum, penanganan banjir di Jakarta sudah berlangsung baik, meskipun masih ada beberapa titik tanggul yang perlu perhatian," ujar Pramono, Selasa (4/11/2025).

Ia menjelaskan, seluruh pompa air, baik stasioner maupun mobile, telah siap dioperasikan dengan dukungan TNI AL dan Polda Metro Jaya. Pompa mobile dan pompa stasioner ini disiagakan di berbagai titik rawan genangan.

"Kami juga telah menyiapkan modifikasi cuaca bekerja sama dengan pemerintah pusat. Harapannya, jika terjadi hujan lebat bersamaan dengan air pasang dan banjir kiriman, penanganannya tidak lebih dari satu hari. Berdasarkan pengalaman terakhir, genangan dapat surut dalam waktu sekitar enam jam," ucap Pramono.

Menurut dia, sebagai tindak lanjut, apel kesiapsiagaan serupa juga akan digelar di seluruh wilayah administrasi Jakarta, yaitu Jakarta Timur pada 8 November 2025, Jakarta Utara pada 10 November 2025, Jakarta Pusat dan Barat pada 11 November 2025, serta di Kepulauan Seribu pada 12 November 2025.

"Kemudian, sebagai bentuk kesiapan menghadapi musim hujan, Pemprov DKI Jakarta juga telah menyiapkan sejumlah langkah utama, antara lain melakukan pengerukan di 1.803 titik sungai dan waduk dengan volume mencapai 721.243 meter kubik untuk meningkatkan daya tampung air," terang Pramono.

Lalu, lanjut Pramono, menyiapkan 560 pompa stasioner di 191 lokasi dan 627 pompa mobile di seluruh wilayah administrasi, menyediakan 258 ekskavator, 449 dump truck, serta sarana pendukung lainnya, membangun 7 rumah pompa dan pintu air untuk mengantisipasi banjir rob, menerapkan nature-based solution dalam pembangunan waduk, situ, dan embung.

Selain itu, penebangan dan penopingan 62.161 pohon yang berisiko tumbang juga dilakukan, menyiagakan Pasukan Pelangi lintas dinas untuk pemantauan dan penanganan cepat di lapangan, hingga mengintensifkan sosialisasi dan edukasi cuaca ekstrem kepada masyarakat agar selalu memperbarui informasi prakiraan cuaca.

"Karena itu, saya meminta agar seluruh jajaran melakukan peremajaan pohon di titik rawan, memastikan semua pompa dan pintu air berfungsi optimal, serta melaksanakan modifikasi cuaca bersama pemerintah pusat pada 5–10 November 2025 untuk mengelola curah hujan," tandas Pramono.

Infografis Habis Hujan Deras Terbitlah Banjir Jakarta (Liputan6.com/Triyasni)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya