IHSG Hari Ini 4 November 2025 Tiba-Tiba Berbalik Arah Melemah, Ada Apa?

Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak di level tertinggi 8.317 dan level terendah 8.225 pada Selasa, (4/11/2025).

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 04 November 2025, 15:18 WIB
Ilustrasi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tiba-tiba berbalik arah ke zona merah pada perdagangan sesi kedua, Senin (4/11/2025). Koreksi IHSG hari ini terjadi di tengah mayoritas sektor saham memerah.

Mengutip data RTI, IHSG turun 0,37% ke posisi 8.252 pada pukul 15.05 WIB. Indeks saham LQ45 susut 0,06% ke posisi 843. Sebagian besar indeks saham acuan memerah.

Pada sesi kedua perdagangan saham, IHSG berada di level tertinggi 8.317,07 dan level terendah 8.225,91. Sebanyak 454 saham melemah sehingga bebani IHSG. 214 saham menguat dan 141 saham diam di tempat. Total frekuensi perdagangan 2.027.348 kali dengan 23,1 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 14,9 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 16.697.

Dari 11 sektor saham, hanya sektor saham industri yang menghijau. Sektor saham industri naik 3,38%. Sementara itu, sektor saham properti turun 2,57%, dan catat koreksi terbesar. Sektor saham energi terpangkas 0,35%, sektor saham basis susut 2,04%.

Lalu sektor saham consumer nonsiklikal terpangkas 0,59%, sektor saham consumer siklikal merosot 0,58%, dan sektor saham kesehatan terperosok 1,36%.

Selanjutnya sektor saham keuangan turun 0,12%, sektor saham teknologi melemah 0,66%, sektor saham infrastruktur berada di zona merah, dan sektor saham transportasi tergelincir 0,73%.

Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menuturkan, koreksi IHSG dibebani oleh sektor bahan baku dan properti. Ia menilai, secara teknikal, hal itu cukup wajar mengingat IHSG bergerak menguat dalam beberapa hari kemarin yang nampak dari sisi volume mengalami penurunan dan indikator stochastic juga cenderung terkoreksi.

"Di sisi lain, rupiah terlihat melemah terhadpa dolar Amerika Serikat selama beberapa hari dan juga komoditas emas dunia relatif terkoreksi,” ujar dia saat dihubungi Liputan6.com.

Herditya mengatakan, rupiah melemah didorong sentimen global. Hal ini terjadi pertemuan antara Amerika Serikat dan China dalam rangka pembahasan perang dagang. "Di mana dalam pertemuan tersebut terjadi sinyal positif akan perang dagang ke depan, dan diperkirakan terdapat peluang pemangkasan suku bunga,” kata dia.

Pembukaan IHSG

Pejalan kaki melintas dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di kawasan Jakarta, Senin (13/1/2020). IHSG sore ini ditutup di zona hijau pada level 6.296 naik 21,62 poin atau 0,34 persen. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sebelumnya, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali naik pada perdagangan Selasa, (4/11/2025). Penguatan IHSG hari ini berseberangan dengan bursa saham Asia Pasifik yang mengalami tekanan.

Mengutip data RTI, IHSG hari ini dibuka di posisi 8.275,95 dari penutupan sebelumnya 8.275,08.

Pada pukul 09.15 WIB, IHSG berhatan di zona hijau. IHSG bertambah 0,19% atau 21 poin ke posisi 8.293,05. Indeks saham LQ 45 juga mampu menghijau dengan menguat 0,28% ke posisi 845,33.

Awal sesi perdagangan, IHSG sempat berada di level tertinggi 8.301,53 dan level terendah 8.272,06.

Sebanyak 272 saham menguat sehingga angkat IHSG. Selain itu, 220 saham melemah dan 187 saham diam di tempat.

Total frekuensi perdagangan 287.555 saham. Total volume perdagangan saham 3,4 miliar saham dan nilai transaksi harian saham Rp 2,2 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 16.708.

Sebagian sektor juga mengalami penguatan. Kenaikan tertinggi didorong sektor energi dengan naik 0,69% dan disusul sektor industri yang menguat 0,53%.

 

Prediksi IHSG

Pekerja tengah melintas di dekat papan pergerakan IHSG usai penutupan perdagangan pasar modal 2017 di BEI, Jakarta, Jumat (29/12). Pada penutupan perdagangan saham, Jumat (29/12/2017), IHSG menguat 41,60 poin atau 0,66 persen. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang menguat pada perdagangan saham Selasa (4/11/2025). IHSG hari ini akan bergerak di posisi 8.230-8.320.

Berdasarkan catatan BNI Sekuritas, IHSG ditutup naik 1,36% dan disertai dengan aksi beli saham oleh investor asing senilai Rp 1 triliun. Saham-saham yang paling banyak dibeli investor asing antara lain saham BBCA, PTRO, BBRI, TLKM dan ASII pada Senin, 3 November 2025.

“IHSG berpotensi melanjutkan kenaikan hari ini,” ujar Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman.

Ia mengatakan, IHSG akan bergerak di level support 8.230-8.250 dan level resistance 8.300-8.320.

Sementara itu, analis PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Tasrul Tanar menuturkan, tren positif IHSG masih berlanjut, tetapi volume perdagangan masih terbatas. Tasrul menuturkan, volume transaksi sebesar 221.392.481, tercatat lebih rendah dibandingkan rata-rata 304.167.614 mengindikasikan penguatan masih terbatas oleh partisipasi pasar. “Selama IHSG mampu bertahan di atas 8.123, arah jangka pendek tetap positif dengan potensi kenaikan menuju 8.339,” ujar dia.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya