Hernia Bisa Terjadi pada Anak Muda, Kok Bisa? Ini 4 Penyebabnya

Pada pria muda, hernia inguinalis (hernia di area selangkangan) adalah jenis yang paling sering terjadi, ini penyebab dan cara mencegahnya.

oleh Ade Nasihudin Al AnsoriDiterbitkan 05 November 2025, 11:00 WIB
Hernia Bisa Terjadi pada Usia Muda bahkan Bayi, Ini 4 Penyebabnya. Foto: Freepik.

Liputan6.com, Jakarta Hernia dapat terjadi pada usia muda, bahkan bayi. Hernia adalah kondisi ketika organ atau jaringan tubuh menonjol keluar melalui celah otot atau jaringan yang lemah di sekitarnya.

Menurut dokter spesialis bedah umum, Irawan Sukarno dari RS EMC Cikarang, hernia pada usia muda umumnya disebabkan oleh faktor gaya hidup, seperti:

  1. Mengangkat beban berat secara berlebihan
  2. Sering mengejan saat buang air besar
  3. Batuk kronis yang tidak diobati
  4. Obesitas yang meningkatkan tekanan pada perut.

“Pada pria muda, hernia inguinalis (hernia di area selangkangan) adalah jenis yang paling sering terjadi,” kata Irawan mengutip laman EMC, Selasa (4/11/2025).

Sementara, pada orang lanjut usia (lansia), kelemahan otot akibat proses penuaan menjadi penyebab utama hernia. Seiring waktu, otot kehilangan kekuatannya sehingga lebih mudah meregang. Akibatnya, jaringan di bawah kulit bisa menonjol keluar dan membentuk hernia.

Beberapa tanda umum hernia yang sering muncul antara lain:

  • Muncul benjolan di perut atau selangkangan, yang tampak saat berdiri, batuk, atau mengejan, dan bisa hilang saat berbaring
  • Rasa nyeri atau tidak nyaman di area benjolan
  • Sensasi tertarik atau perih di sekitar lokasi hernia.

Jika dibiarkan, hernia bisa berkembang menjadi hernia inkarserata, yaitu kondisi ketika usus terjepit sehingga aliran darah terganggu. Ini merupakan darurat medis yang memerlukan tindakan operasi segera.

“Perbedaan usia hanya memengaruhi penyebab dan faktor risikonya, namun gejala dan dampaknya dapat sama seriusnya jika tidak segera ditangani,” kata Irawan.

 

Cara Mencegah Hernia

Pencegahan hernia sebenarnya sederhana, tapi harus dilakukan secara rutin dan konsisten. Berikut beberapa langkah yang bisa dilakukan:

  • Hindari mengangkat beban berat dengan posisi tubuh yang salah. Gunakan otot kaki dan paha, bukan hanya otot perut.
  • Jaga berat badan ideal. Kelebihan berat badan menambah tekanan pada dinding perut.
  • Konsumsi makanan tinggi serat dan minum air putih yang cukup untuk mencegah sembelit, karena sering mengejan dapat memicu hernia.
  • Hindari merokok. Batuk kronis akibat rokok dapat meningkatkan tekanan di perut dan memperburuk risiko hernia.

 

Penanganan dan Pengobatan Hernia

Penanganan hernia tergantung pada jenis dan tingkat keparahannya. Pada kasus ringan, dokter mungkin hanya menyarankan pemantauan rutin, terutama jika benjolan masih dapat kembali ke posisi semula dan tidak menimbulkan nyeri.

Namun, jika hernia sudah besar, menimbulkan nyeri, atau berisiko terjepit, maka tindakan operasi menjadi pilihan utama. Prosedur operasi hernia modern kini sudah sangat aman dan dapat dilakukan dengan teknik laparoskopi (sayatan kecil) yang mempercepat proses pemulihan pasien.

Hernia bukanlah penyakit yang bisa dianggap sepele. Meski pada awalnya tampak ringan, kondisi ini dapat membahayakan jika dibiarkan tanpa pengobatan. Oleh karena itu, penting untuk mengenali gejalanya sejak dini, menerapkan gaya hidup sehat, dan segera berkonsultasi dengan dokter bila terdapat tanda-tanda mencurigakan.

Dengan pencegahan dan penanganan yang tepat, hernia dapat dihindari atau diobati secara efektif, baik pada usia muda maupun lanjut usia.

Rekomendasi

POPULER

    Berita Terkini Selengkapnya