Profil Abdul Wahid, Gubernur Riau yang Terjaring OTT KPK

Profil Gubernur Riau Abdul Wahid menjadi sorotan setelah terjaring OTT KPK pada 3 November 2025, menyusul dugaan korupsi di Dinas PUPR Riau. Simak rekam jejak dan kasus yang menjeratnya!

oleh Tim NewsDiterbitkan 03 November 2025, 22:04 WIB
Gubernur Riau Abdul Wahid dalam kegiatan Karhutla Fun Run 2025. (Liputan6.com/Istimewa)

Liputan6.com, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melancarkan operasi senyap yang berujung pada penangkapan Gubernur Riau Abdul Wahid pada Senin, 3 November 2025. Penangkapan ini mengejutkan publik, mengingat Abdul Wahid baru menjabat sebagai Gubernur Riau periode 2025-2030 sejak dilantik pada 20 Februari 2025.

Wakil Ketua KPK, Fitroh Rohcahyanto, membenarkan bahwa Abdul Wahid termasuk di antara sekitar 10 orang yang diamankan dalam operasi tangkap tangan (OTT) tersebut. Tim penyidik KPK masih berada di lapangan untuk mengumpulkan bukti dan keterangan lebih lanjut terkait dugaan kasus korupsi di lingkungan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Riau.

BACA JUGA: Bupati Sukoharjo Terjaring OTT KPK

Hingga saat ini, KPK memiliki waktu 1x24 jam untuk menentukan status hukum para pihak yang diamankan, termasuk Gubernur Riau Abdul Wahid. Kasus ini menambah daftar panjang pejabat di Riau yang tersangkut korupsi, sekaligus menjadi sorotan tajam terhadap integritas pemerintahan daerah.

Profil Singkat Abdul Wahid dan Jejak Politiknya

Abdul Wahid-SF Hariyanto saat mendaftar ke KPU untuk maju di Pilkada Riau. Pasangan ini disopiri Ustaz Abdul Somad. (Liputan6.com/M Syukur)

Abdul Wahid, lahir di Belaras, Indragiri Hilir, Riau, pada 21 November 1980, dikenal sebagai politikus muda dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Ia meniti karier politiknya dari tingkat daerah hingga nasional sebelum akhirnya memimpin Provinsi Riau.

Pendidikan Abdul Wahid berakar kuat di dunia keislaman, menempuh pendidikan tinggi di bidang Pendidikan Agama Islam di IAIN Suska Riau (kini UIN Suska Riau). Karier politiknya dimulai sebagai Wakil Sekretaris Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PKB Riau selama dua periode (2002–2009), kemudian terpilih sebagai Anggota DPRD Provinsi Riau selama dua periode (2009–2019) dan pernah menjabat sebagai Ketua Fraksi PKB.

Pada Pemilu 2019, Abdul Wahid berhasil melangkah ke panggung nasional sebagai Anggota DPR RI periode 2019–2024, mewakili daerah pemilihan Riau II dan duduk di Komisi VII.

Puncak karier politiknya terjadi pada Pilkada 2024, di mana ia berpasangan dengan S.F. Hariyanto dan memenangkan kontestasi, menjadikannya Gubernur dan Wakil Gubernur Riau terpilih periode 2025–2030. Pelantikan keduanya dilakukan oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka pada 20 Februari 2025.

Operasi Tangkap Tangan KPK dan Dugaan Kasus Korupsi

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengonfirmasi penangkapan Gubernur Riau Abdul Wahid dalam sebuah operasi tangkap tangan (OTT) pada Senin, 3 November 2025. OTT ini dilakukan di lingkungan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Riau, dengan dugaan kasus korupsi yang masih dalam proses penyidikan.

Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto dan Juru Bicara KPK Budi Prasetyo membenarkan bahwa Abdul Wahid termasuk di antara sekitar 10 orang yang diamankan dalam operasi tersebut. Selain Abdul Wahid, pihak lain yang diamankan meliputi pejabat di lingkungan pemerintah provinsi Riau dan pihak swasta. KPK juga menyita sejumlah uang sebagai barang bukti dalam OTT ini.

KPK memiliki waktu 1x24 jam untuk menentukan status hukum para pihak yang diamankan. Kasus ini menambah daftar OTT KPK di tahun 2025, yang merupakan operasi keenam sepanjang tahun ini. Sebelumnya, nama Abdul Wahid juga sempat disebut-sebut dalam dugaan kasus gratifikasi dana CSR Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) saat menjabat sebagai anggota Komisi XI DPR RI periode 2019-2024.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya