Gempa Magnitudo 6,3 Guncang Afghanistan, 20 Orang Tewas dan Ratusan Lainnya Terluka

oleh Helmi FithriansyahDiterbitkan 03 November 2025, 19:20 WIB
Gempa Magnitudo 6,3 Guncang Afghanistan, 20 Orang Tewas dan Ratusan Lainnya Terluka
Sedikitnya 20 orang dinyatakan tewas dan lebih dari 320 orang terluka setelah gempa bumi mengguncang wilayah utara Afghanistan. Jumlah korban diperkirakan akan terus bertambah seiring berlanjutnya upaya penyelamatan. Hal tersebut diungkap Juru bicara Kementerian Kesehatan pemerintah Taliban, Sharafat Zaman Amar, pada Senin 3 November 2025. Sebelumnya, gempa bumi terjadi di dekat Kota Mazar-e-Sharif—salah satu kota terbesar di Afghanistan yang berpenduduk sekitar 500.000 jiwa—pada Senin (3/11/2025) dini hari atau sekitar pukul 01.00 waktu setempat. Menurut Survei Geologi Amerika Serikat (USGS), gempa tersebut berkekuatan magnitudo 6,3 dengan kedalaman 28 km. Gempa ini dikategorikan pada tingkat peringatan oranye, yang menandakan kemungkinan besar terjadinya korban jiwa dalam jumlah signifikan. Untuk diketahui, Afghanistan merupakan wilayah rawan gempa bumi karena terletak di atas sejumlah jalur patahan, tempat pertemuan lempeng tektonik India dan Eurasia.
Para pemilik toko di Afghanistan mencari sisa-sisa toko mereka yang rusak di sepanjang jalan raya, menyusul gempa bumi di Tang-e Tashkurgan, distrik Khulm, provinsi Samangan, pada Senin 3 November 2025. Sedikitnya 20 orang dinyatakan tewas dan lebih dari 320 orang terluka setelah gempa bumi mengguncang wilayah utara Afghanistan. (Atif Aryan/AFP)
Seorang penyintas gempa bumi Afghanistan berjalan melewati reruntuhan rumah yang rusak di sebuah desa di Tashqurghan, distrik Khulm, provinsi Samangan, pada Senin 3 November 2025. Jumlah korban diperkirakan akan terus bertambah seiring berlanjutnya upaya penyelamatan. (Atif Aryan/AFP)
Seorang penyintas gempa bumi Afghanistan melihat sisa-sisa rumah yang rusak di sebuah desa di Tashqurghan, distrik Khulm, provinsi Samangan, pada Senin 3 November 2025. Hal tersebut diungkap Juru bicara Kementerian Kesehatan pemerintah Taliban, Sharafat Zaman Amar, pada Senin 3 November 2025. (Atif Aryan/AFP)
Para pemilik toko di Afghanistan mencari sisa-sisa toko mereka yang rusak di sepanjang jalan raya, menyusul gempa bumi di Tang-e Tashkurgan, distrik Khulm, provinsi Samangan, pada Senin 3 November 2025. Sebelumnya, gempa bumi terjadi di dekat Kota Mazar-e-Sharif—salah satu kota terbesar di Afghanistan yang berpenduduk sekitar 500.000 jiwa—pada Senin (3/11/2025) dini hari atau sekitar pukul 01.00 waktu setempat. (Atif Aryan/AFP)
Seorang pemilik toko di Afghanistan mencari sisa-sisa bangunan di depan toko yang rusak di sepanjang jalan raya setelah gempa bumi di Tang-e Tashqurghan, distrik Khulm, provinsi Samangan, pada Senin 3 November 2025. Menurut Survei Geologi Amerika Serikat (USGS), gempa tersebut berkekuatan magnitudo 6,3 dengan kedalaman 28 km. (Atif Aryan/AFP)
Warga Afghanistan memeriksa sisa-sisa truk yang hangus di sepanjang jalan raya, menyusul gempa bumi di Tang-e Tashkurgan, distrik Khulm, provinsi Samangan, pada Senin 3 November 2025. Gempa ini dikategorikan pada tingkat peringatan oranye, yang menandakan kemungkinan besar terjadinya korban jiwa dalam jumlah signifikan. (Atif Aryan/AFP)
Sebuah truk yang rusak di sepanjang jalan raya terlihat setelah gempa bumi di Tang-e Tashkurgan, distrik Khulm, provinsi Samangan, pada Senin 3 November 2025. Untuk diketahui, Afghanistan merupakan wilayah rawan gempa bumi karena terletak di atas sejumlah jalur patahan, tempat pertemuan lempeng tektonik India dan Eurasia. (Atif Aryan/AFP)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya