Liputan6.com, Jakarta Luciano Spalletti tak butuh waktu lama untuk menorehkan kemenangan perdana bersama Juventus. Dalam laga debutnya di pekan ke-10 Serie A 2025/2026, Minggu (2/11/25), pelatih berpengalaman itu langsung membawa Bianconeri menang 2-1 atas tuan rumah Cremonese di Stadio Giovanni Zini.
Gol cepat Filip Kostic pada menit kedua dan tembakan keras Andrea Cambiaso di menit 68 memastikan tiga poin perdana di era Spalletti. Cremonese sempat menipiskan jarak melalui sepakan Jamie Vardy di menit ke-83, tetapi Juventus berhasil mempertahankan keunggulan hingga peluit akhir.
Advertisement
Kemenangan ini terasa spesial bagi Juventus yang baru saja melewati periode sulit. Dalam sepekan penuh gejolak, mereka memecat Igor Tudor, sempat ditangani sementara oleh Massimo Brambilla, dan kini memulai babak baru di bawah Spalletti yang dikenal gemar bereksperimen dengan taktik.
Dampak Instan Spalletti
Luciano Spalletti baru ditunjuk sebagai pelatih Juventus pada Kamis (30/10/25), hanya dua hari sebelum laga ini berlangsung. Dengan waktu persiapan yang nyaris tak ada—bahkan hanya sempat menjalani satu sesi latihan—ia langsung melakukan perubahan besar dalam struktur permainan. Salah satu langkah berani itu adalah menempatkan Teun Koopmeiners di posisi bek tengah dalam formasi tiga bek.
Eksperimen itu terbukti efektif. Juventus tampil cair dan agresif sejak awal. Hanya butuh 85 detik bagi Spalletti untuk merayakan gol perdana di laga debutnya. Lois Openda melakukan back-heel flick yang semula ditujukan untuk Dusan Vlahovic, tetapi bola justru memantul ke Jari Vandeputte dan jatuh ke kaki Kostic. Tanpa kawalan, pemain Serbia itu menuntaskan peluang di tiang jauh—sebuah kado ulang tahun ke-33 yang sempurna.
Setelah itu, Juventus mendominasi permainan. Vlahovic beberapa kali menguji kiper Timnas Indonesia, Emil Audero, sementara tembakan Manuel Locatelli sempat membuat bola membentur tiang. Cremonese mencoba merespons lewat tekanan di awal babak kedua, tetapi pertahanan Juventus tetap solid dengan Michele Di Gregorio tampil sigap di bawah mistar.
Gol Cambiaso dan Awal Positif Bianconeri
Saat Cremonese mulai menemukan ritmenya, Juventus justru menggandakan keunggulan. Menit ke-68, Francisco Conceicao melepaskan umpan tarik dari sisi kanan. Bola sempat dihalau Federico Baschirotto, tetapi justru jatuh ke kaki Andrea Cambiaso yang langsung melepaskan tembakan keras menembus gawang Audero setelah sempat membentur mistar.
Cremonese belum menyerah. Jamie Vardy, striker veteran asal Inggris, memperkecil kedudukan di menit ke-83 lewat sepakan keras setelah memenangkan duel fisik dengan Federico Gatti. Gol itu sempat menyalakan harapan tuan rumah untuk mencuri poin, tetapi Juventus tampil tenang hingga laga usai.
Kemenangan ini menandai awal positif bagi Spalletti di Turin. Juventus menunjukkan identitas baru: tim yang berani, taktis, dan efisien. Spalletti membuktikan bahwa dengan sedikit sentuhan dan keberanian mencoba hal baru, Juventus bisa kembali tampil seperti tim besar yang haus kemenangan.