Kinerja Cemerlang, COIN Bukukan EBITDA Rp100,7 Miliar dan Laba Bersih Rp41,1 Miliar hingga Kuartal III-2025

Direktur Utama PT Indokripto Koin Semesta Tbk, Ade Wahyu, menjelaskan bahwa capaian tersebut turut didorong oleh membaiknya kondisi pasar aset kripto sepanjang 2025, terutama pada periode Juli hingga September.

oleh Wuri AnggariniDiterbitkan 31 Oktober 2025, 10:39 WIB
PT Indokripto Koin Semesta

Liputan6.com, Jakarta PT Indokripto Koin Semesta Tbk (COIN) mencatat kinerja keuangan yang solid sepanjang sembilan bulan pertama tahun ini. Sebagai emiten pertama di ekosistem aset kripto yang melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI), COIN berhasil membukukan EBITDA sebesar Rp100,7 miliar dan laba bersih mencapai Rp41,1 miliar. Capaian tersebut menjadi cerminan dari kuatnya performa operasional perusahaan.

Pendapatan COIN juga menunjukkan lonjakan signifikan, yakni Rp204,6 miliar, atau naik sekitar 19 kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun 2024. Tak hanya dari sisi pendapatan, perseroan berhasil memangkas liabilitas jangka pendek secara drastis, dari Rp231,9 miliar di akhir 2024 menjadi Rp45,9 miliar per 30 September 2025. Selain itu, arus kas bersih dari aktivitas operasional juga positif, mencapai Rp99,6 miliar selama sembilan bulan pertama tahun ini.

Direktur Utama PT Indokripto Koin Semesta Tbk, Ade Wahyu, menjelaskan bahwa capaian tersebut turut didorong oleh membaiknya kondisi pasar aset kripto sepanjang 2025, terutama pada periode Juli hingga September.

“Kinerja solid Perseroan didukung oleh volume transaksi aset kripto yang mengalami kenaikan baik di pasar spot maupun derivatif kripto di Bursa CFX pada kuartal III-2025. Bahkan, porsi perdagangan derivatif kripto terhadap keseluruhan transaksi aset kripto mencapai 28% dibanding kuartal sebelumnya yang 17%. Kondisi ini memperlihatkan minat dan kepercayaan konsumen terhadap produk milik anak perusahaan COIN juga meningkat,” kata Ade di Jakarta, Jumat (31/10/2025).

Sebagai informasi, nilai transaksi derivatif kripto di Bursa CFX melonjak 118% dari Rp24,17 triliun di kuartal II-2025 menjadi Rp52,71 triliun pada kuartal III-2025. Sehingga secara kumulatif, total transaksi derivatif telah mencapai Rp86,25 triliun untuk periode Januari hingga September 2025.

Likuiditas Kuat Pasca IPO

Selain kinerja operasional yang solid, Perseroan berhasil mempertahankan posisi kas dan likuiditas yang kuat pasca Initial Public Offering (IPO). Tercatat, jumlah kas Perseroan berada di Rp361,88 miliar per 30 September 2025. Ade meyakini kondisi tersebut mencerminkan fondasi fundamental perusahaan yang kokoh, memberikan fleksibilitas dan bantalan yang kuat untuk menghadapi dinamika pasar ke depan.

“Kami akan terus memperkuat portofolio usaha dan terus berupaya menangkap peluang baru untuk menciptakan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan. Perseroan juga berkomitmen untuk selalu mendukung kegiatan operasional kedua anak usahanya, yakni Bursa CFX dan Lembaga Kustodian ICC agar tetap mengedepankan transparansi, inovasi, dan berpegang pada prinsip tata kelola perusahaan yang baik,” imbuh Ade.

Sebagaimana diketahui, COIN merupakan perusahaan holding yang menaungi dua anak usahanya, yaitu PT Central Finansial X (CFX) selaku Bursa Aset Kripto pertama dan satu-satunya di Indonesia dan PT Kustodian Koin Indonesia (Indonesia Coin Custodian/ICC) selaku lembaga penyimpanan aset kripto. Adapun kedua anak usaha COIN tersebut sudah berizin dan diawasi oleh OJK.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya