Liputan6.com, Jakarta Tanggal 31 Oktober bukan hanya identik dengan perayaan Halloween, tetapi juga menjadi hari yang penuh dengan makna dan inspirasi di berbagai belahan dunia. Simak daftar peringatan dan perayaannya.
Hari ini, Jumat (31/10/2025) merupakan hari akhir di bulan Oktober ini. Pada tanggal 31 Oktober ini terdapat beragam peringatan serta perayaan menarik di kalender dunia. Beragam momen ini umumnya memiliki makna historis maupun budaya yang penting bagi individu maupun negara.
Advertisement
Salah satu peringatan yang paling terkenal pada hari ini tentu saja adalah Halloween di Amerika Serikat. Perayaan ini menjadi momentum yang selalu dinantikan setiap tahunnya karena merupakan tradisi menarik yang tidak terlepas dari budaya, sejarah, dan keseruan.
Halloween juga menjadi tanda berakhirnya musim panen dan juga datangnya musim dingin. Masyarakat merayakan Halloween dengan pesta, berkumpul bersama keluarga dan teman, serta menggunakan kostum unik yang kerap terinspirasi dari karakter-karakter film atau tokoh menyeramkan.
Selain Halloween, tanggal 31 Oktober juga diperingati sebagai Hari Menabung Sedunia (World Saving Day), yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya menabung dan mengelola keuangan dengan bijak. Di tingkat global, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) juga menetapkan tanggal ini sebagai Hari Kota Sedunia (World Cities Day), yang berfokus pada isu-isu mengenai pembangunan perkotaan berkelanjutan serta peningkatan kualitas hidup masyarakat di kota.
Tanggal ini juga diperingati sebagai Magic Day oleh para penggemar sulap dan ilusi untuk menghargai seni dan kreativitas dalam dunia magis. Selain itu, tanggal 31 Oktober juga bertepatan dengan Hari Pendiri Pramuka Putri, sebagai bentuk penghargaan terhadap tokoh-tokoh perempuan yang berperan dalam lahirnya organisasi kepanduan putri.
Berikut ulasan Tim News Liputan6.com terkait sederet peringatan yang jatuh pada tanggal 31 Oktober:
Hari Menabung Sedunia (World Saving Day)
Mengutip dari National Today, Hari menabung sedunia yang disebut juga sebagai Hari Hemat Sedunia, merupakan hari libur yang dirayakan setiap tanggal 31 Oktober. Hari ini mengingatkan kita akan pentingnya menabung untuk masa depan. Ada beragam alasan mengapa seseorang perlu menabung, seperti untuk pensiun, pendidikan, membeli rumah, pernikahan dan lainnya.
Peringatan ini dicetuskan oleh seorang profesor asal Italia, Filippo Ravizza. Gagasan tersebut dicetuskan olehnya pada akhir Kongres Penghematan Internasional pertama di Milan. Sejak itu gagasannya dengan cepat mendapatkan dukungan dari sejumlah asosiasi terutama untuk melihat bagaimana pentingnya menabung bagi masyarakat.
Selain itu, menabung baik juga untuk menabung agar bisa siap untuk menghadapi hal-hal tak terduga. Bahkan jika kamu belum punya rencana khusus untuk uang tersebut. Dalam beberapa situasi, menabung bisa menjadi solusi karena membantu mengatasi situasi tidak terduga yang mengganggu.
Hari Halloween
Halloween merupakan perayaan menarik yang populer di negara-negara barat khususnya Amerika Serikat. Perayaan ini diperingati setiap tanggal 31 Oktober dan dirayakan dengan menggunakan kostum-kostum yang unik dan suasana seram.
Melansir dari National Today, perayaan Halloween berasal dari festival kuno Celtic bernama Samhain. Peringatannya dilakukan untuk mengusir roh-roh jahat ketika transisi atau pergeseran dari musim panas ke musim dingin.
Saat ini, peringatan Halloween menjadi perayaan menyenangkan yang dinantikan banyak orang khususnya kalangan anak-anak. Bahkan orang-orang bisa melakukan sejumlah kegiatan seperti “trick or treat” ketika anak-anak berkeliling meminta permen dari tetangga.
Hari Sihir Nasional atau Magic Day
Selain perayaan Halloween, tepat pada hari ini, Jumat (31/10/2025), terdapat juga perayaan Hari Sihir Nasional atau Magic Day, merupakan puncak dari Pekan Sihir Nasional yang didedikasikan untuk menghargai dan menghormati seni ilusi dan para pesulap di seluruh dunia.
Meskipun nama besar seperti Harry Houdini paling dikenal, perayaan ini sebenarnya menyoroti sejarah panjang akan sulap yang telah ada sejak Mesir Kuno, tempat di mana trik ilusi pertama kali tercatat.
Mengutip dari National Today, sepanjang sejarah, sihir memiliki perjalanan panjang, dari yang dianggap sebagai praktik jahat di Abad Pertengahan dan masa perburuan penyihir Salem, hingga akhirnya berubah menjadi hiburan populer pada abad ke-19.
Dunia sulap mencapai puncaknya melalui pertunjukan spektakuler para maestro seperti Houdini. Setelah kematiannya pada tahun 1926, masyarakat pesulap di Amerika Serikat menetapkan tanggal tersebut sebagai Houdini Day, yang kemudian dikenal sebagai Magic Day.
Hari Kota Sedunia
Setiap tanggal 31 Oktober juga diperingati sebagai Hari Kota Sedunia atau World Cities Day dan ditetapkan langsung oleh PBB. Peringatan ini pertama kali diadakan pada tahun 2014. Peringatan ini bertujuan untuk mengangkat isu-isu mengenai perkotaan dan pentingnya pengembangan kota. Selain itu, peringatan ini juga penting untuk melihat permasalahan-permasalahan yang dihadapi kota-kota besar.
Seperti Hari Habitat Dunia, perayaan ini diadakan di kota yang berbeda setiap tahunnya dan memiliki tema tertentu. Mengutip dari United Nations, Hari Kota Sedunia tahun ini akan berlangsung di Bogota, Kolombia. dengan mengusung tema “People-centered smart cities”.
Teman tahun ini menggambarkan kesadaran yang semakin berkmebang akan peran besar transformasi digital dalam membentuk kehidupan di kota-kota modern. Di tengah era urbanisasi dan digitalisasi yang pesat, berbagai kota di dunia mulai mengadopsi solusi berbasis teknologi dan data untuk menyediakan layanan publik yang lebih baik.
Hari Pendiri Pramuka Putri
Hari Pendiri Pramuka Putri diperingati setiap 31 Oktober untuk mengenang keberanian dan dedikasi atas Juliette Gordon Low, yang merupakan pendiri Gerakan Pramuka Putri di Amerika Serikat. Lahir pada 31 Oktober 1860, Juliette mendirikan kelompok pertama yang beranggotakan 18 perempuan di Savannah, Georgia, pada tahun 1912, terinspirasi oleh Gerakan Pramuka yang diprakarsai Sir Robert Baden Powell.
Bernama Girl Guides pada awalnya, organisasi ini kemudian berganti nama menjadi Girl Scouts pada tahun 1915. Bertujuan untuk memberdayakan gadis-gadis agar percaya diri, mandiri, dan terampil melalui berbagai kegiatan seperti berkemah, membaca peta, memasak, pertolongan pertama, hingga merawat hewan.
Meskipun sempat menghadapi penolakan dari kalangan konservatif, termasuk James E. West dari Boy Scouts of America, Juliette tetap teguh pada misinya, yaitu membuat kesempatan bagi perempuan muda dalam mengembangkan potensi diri mereka.
Juliette aktif memimpin organisasi Girls Scouts ini sampai ia wafat pada tahun 1927. Hari kelahirannya ditetapkan sebagai Hari Pendiri Pramuka Putri, untuk menghormati warisannya dalam membentuk generasi perempuan yang berani dan berdaya.